TerbujurKaku – Megamix Album: Koplo Goes to Breakcore (Self-released, 2010)

Dalam salah satu interview yang saya lakukan terhadap Bongky, salah satu tetua Potlot scene dan kini menjadi mastermind band Warteg Boys, dia mengingatkan kami, “orang Indonesia itu ngehe’;  datang dari kampung lalu mengalami culture shock di kota, mereka merasa cool karena itu.” Kami menangkap maksud Bongky bahwa ngehe’ yang dimaksud adalah sok keren, kampungan, namun jatuhnya menjadi kitsch. Warteg Boys yang hadir dengan gaya kampungan lewat logat Tegal ala tongkrongan mas-mas di warteg, musik hip-hop seadanya, dan lirik katrok justru menjadi cool di mata kami. Sudah banyak kasus kitsch seperti ini sepanjang pengalaman kami menikmati seni. Di dunia seni rupa kami juga menemukan Andry Mochammad, Eko Nugroho, dan Mufti Priyanka dari Bandung dan Yogyakarta yang mengusung nilai kampungan tapi sensitif lewat karya-karyanya (bisa lewat visual, term-term yang sering mereka gunakan, kalimat-kalimat norak, dan figur-figur norak di karyanya).

Saya suka berbicara soal geografis saat mengulas sebuah rilisan. Kali saja ada benarnya bahwa posisi si artis berpengaruh terhadap output karyanya. Ada benar dan ada salahnya. Korine Conception dari Medan yang panas dan berapi-api justru bisa membuat musik indie rock yang dingin dan bergemuruh seperti banyak musisi Bandung lakukan di karya-karya shoegaze, indie rock, dan post rock-nya. Aneka Digital Safari dari Bandung justru membakar crowd lewat noise perihnya dalam setiap performance. Kalau begini, berarti teori geografis itu salah. Namun bagaimana kalau kami menyebut bahwa dugaan tersebut benar karena TerbujurKaku melakukan itu di Megamix Album: Koplo Goes to Breakcore.

Koplo adalah dangdut uptempo yang berkembang di jalur-jalur perlintasan truk-truk pendukung industri dan infrastruktur ekonomi di Indonesia, khususnya pulau Jawa. Sudah hadir sekitar awal 90-an sejak house music (bukan House dalam huruf besar seperti yang dilakukan dewa-dewa disko di The Paradise Garage dan party-party The Loft pada tahun 70-an!) berkembang di Indonesia. Saat itu, selain banyak me-remix lagu-lagu pop Indonesia di masanya, DJ-DJ Jl. Gajahmada dan Kota, Jakarta banyak memasukkan unsur dangdut yang intens di set mereka. Akhirnya musik tersebut berkembang dalam bentuk house musik ala Indonesia yang ngebut. Mengingatkan kami pada happy hardcore yang besar di UK di awal 90-an setelah masa emasnya hardcore (bukan Minor Threat and so on! Tapi hardcore versi keras dari UK garage, sisi lain dari breakbeat dan drum and bass!) di negeri tersebut. Cepatnya bisa sampai 150 sampai 170 bpm, kecepatan yang kini bisa Anda dengar di musik drum and bass.

Dangdut sendiri sejak awal perkembangannya dianggap sebagai musik kampungan. Banyak elitis-elitis musik rock yang menjauhi perkembangan dangdut yang sebenarnya merupakan salah satu warisan musik paling penting di Indonesia di era 70-an, terlepas dari pengaruh India dan Melayu-nya yang kuat di musik tersebut. Dangdut sendiri dianggap lebih “membumi” karena mereka banyak berkembang di kalangan masyarakat kelas bawah dan kaum terpinggirkan. Dangdut sudah seperti Baile funk di Brazil yang banyak dinyanyikan di pesta-pesta kaum ghetto (favela) yang butuh pelarian atas ketertekanan ekonomi, sesuai dengan pengalaman mereka.

Analogi dangdut sebagai sesuatu yang kampungan dihantamkan dengan musik jungle dan breakcore bertubi-tubi di tangan Phleg, orang sinting di balik TerbujurKaku (kini si goblok ini membantu Ballerina’s Killer, band lo-fi, kitschy indie rock bentukan Yoyon dari Klepo Opera). Kembali ke awal paragraf, ngehe’ bagi Bongky di atas kini dipercantik dengan remix dari musik yang besar di scene musik elektronik UK juga pada awal 90-an. Bukan hal yang pertama Phleg lakukan sebenarnya. Di sebuah kompilasi bersama breakcore_LABS (komunitas musik breakcore dan electronic asal Yogyakarta), Phleg sudah mengobrak-abrik musik khas jalur Pantura ini di situ (bersama dengan komposisi gamelan masterpiece Bali, “Sekar Jupun”). Phleg sendiri dari awal juga dianggap sebagai musisi paling nyeleneh sekota Surabaya, kota mega urban selain Jakarta, Medan, dan Batam, tempat banyak orang mencoba mengadu nasib dari kampung agar sukses dan menjadi kebanggaan desa tempat mereka berasal; kota yang juga berisi orang-orang ngehe‘ pendengar koplo yang loyal.

Durasinya tidak panjang, setiap track-nya saja cuma kurang dari dua menit (cuma ada dua yang lebih dari dua menit!). Dibuat dalam formasi mixtape yang sambung menyambung menjadi satu layaknya sedang melakukan set DJ paling heboh di klub-klub dangdut tempat pelacur-pelacur murahan dengan saudagar-saudagar kelas teri saling melontarkan rayuannya. Uniknya ambience yang dibuat Phleg menjadi 100% khas Chopstick Dubplate records dan The Ragga Twins yang memiliki bassline kencang menghantam jantung. Tak lupa petikan solo drum Amen Break yang menjadi ruh dari seluruh track jungle, breakbeat, dan breakcore seantero dunia.

Track “Bojo Loro” yang merupakan anthem dari Campur Sari didaulat jadi pembuka. Bukan tugas yang sulit bagi Phleg untuk memerkosa track ini menjadi jungle karena tidak kurang dari beberapa detik setelah membukanya dengan instrumen tradisional, TerbujurKaku langsung menembak dengan bass dan breaks yang memabukkan. Di telinga kami, pembuka ini langsung membuat kami bergidik karena mengenang kejayaan jungle di tahun 90-an, apalagi karena kami tahu ini dibentuk lewat persilangan pas musik asli Indonesia yang menjadi guilty pleasure Anda di pesta-pesta 17 Agustus-an komplek rumah atau kampung setempat. Di versi TerbujurKaku, lagu “Meneketehe” yang cuma 1 menit 20 detik mengingatkan kami pada progresi kord dan bassline khas happy hardcore. Versi cover Rhoma Irama, “Darah Muda”, yang sempurna lewat female vocalist Erma Farany diusung dengan Amen Break gokil. Bassline yang mengiringi akan membuat nangis pecinta Bass music di daratan Britania. Selanjutnya, “Sekuntum Mawar Merah”, anthem dangdut dan koplo yang dinyanyikan Evi Sukaesih (apakah ini maksudnya Elvy Sukaesih?) juga mengiringi hantaman jungle sebelum dengan warna yang sedikit hardcore. Kalau anda mengikuti The Prodigy era awal, kalian akan mengerti maksud kami.

Yang seru adalah “Karmila” dari SERA (dulu dinyanyikan Farid Hardja, Elton John-nya Indonesia). Di sini Phleg memasukkan intro “Kucing Garong”, juga anthem koplo paling sukses yang sering di-singalong-kan di party-party mas-mas pervert yang cuma ingin melihat isi rok si penyanyi dari bawah panggung. Dari awal sampai akhir track ini terdengar seperti mix yang seru antara trance, jungle, dan breakcore. Phleg seperti show-off sample-sample yang dimilikinya hingga terdengar seperti radikalis breakcore. Apalagi ending lagunya memasukkan sample live version dari SERA, entah saat manggung di kampung mana lagi. Intensitas musik breakcore paling terasa di lagu “Kubawa” dari Ana Laila. Inilah Phleg yang sebenarnya kami kenal di TerbujurKaku. Bass yang berisik, tempo yang terkadang kejar-kejaran dari sample asli-nya, ketukan yang super berantakan dan noise yang membumbui. Kebingungan kami diselamatkan lagi dari nuansa jungle di track sesudahnya, “Rindu Berat” dari Erma Farany. Di sini malah terdengar suara MC, “ayo, Mang!” yang merupakan sapaan wajib untuk memprovokasi para kuli dan tukang bakso yang sedang berpesta di panggung-panggung kampung. Beberapa dari anda pasti juga suka melakukannya saat berkaraoke bersama teman-teman sekantor/sekampus saat membawakan anthemanthem dangdut di Inul Vista.

Erma Farany‘s “SMS” di-remix menjadi tipikal drum and bass yang ajeg. Kalau intensitas bass dan ketukannya dikencangkan, akan terlihat aroma Hospital Records di pembuka lagu ini. Namun seperti Phleg ingin membiarkan track ini seperti aslinya, hingga beat 4/4-nya tidak begitu se-jungle dan se-breakcore yang lainnya. Bedanya hanya di sound drum. Baru pada di menit terakhir TerbujurKaku merusaknya lewat beat khas jungle. Sepertinya ini menjadi sesi cooling down untuk para junglist yang dari tadi tidak berhenti bergoyang.

Hanya berjarak 2 menit 44 detik, TerbujurKaku meneruskan penginjilan jungle-nya di track “Bang Toyib” dari Ade Irma yang di Indonesia berhasil menjadi salah satu peringkat Ring Back Tone tertinggi. Bassline-nya lebih besar daripada yang lain. Kalau di UK ada radio dangdut, track ini kami jamin akan menjadi heavy rotation mereka di playlist, dan menjadi lagu wajib Ali G di film In Da House selain “Incredible” dari M Beat. Mixtape ini diakhiri dengan lagu “Jablay” dari Tuty Wibowo yang kembali membawa kenangan kami pada waktu-waktu emas happy hardcore. Seperti mengencingi “Out of Space” dari The Prodigy, sekaligus merusak sudut pandang Goldie sang pelopor drum and bass bahwa musik tersebut selalu cool di tangan dia.

Walau ditulis dengan subtitle Koplo Goes to Breakcore, mixtape ini malah lebih terasa jungle. Seperti seri-seri Funk Mundial dari Man Recordings yang “memodernkan” musik Baile funk di Brazil, mixtape ini juga mampu membayar nostalgia seluruh junglists Indonesia yang kini sudah beralih menjadi steppa (sebutan untuk pecinta musik dubstep, future garage, dan future dub) juga menjadi sebuah tempat ideal di mana junglists dan mas-mas pekerja pabrik, kuli, supir truk, dan tukang bakso berkumpul dan bergoyang bersama. – Gem

Genre musik: jungle, koplo, breakcore, hard house, happy hardcore
Untuk penggemar: seluruh pendengar jungle dan breakcore dan koplo. Apa lagi?

Download rilisan sinting ini di bawah ini…

TerbujurKaku – Megamix Album (Koplo Goes to Breakcore)

Dalam salah satu interview yang saya lakukan terhadap Bongky, salah satu tetua Potlot scene dan kini menjadi mastermind band Warteg Boys, dia mengingatkan kami, “orang Indonesia itu ngehe’; datang dari kampung lalu mengalami culture 

shock di kota, mereka merasa cool karena itu.” Kami menangkap maksud Bongky bahwa ngehe’ yang dimaksud adalah sok keren, kampungan, namun jatuhnya menjadi kitsch. Warteg Boys yang hadir dengan gaya kampungan lewat logat

Tegal ala tongkrongan mas-mas di warteg, musik hip-hop seadanya, dan lirik katrok justru menjadi cool di mata kami. Sudah banyak kasus kitsch seperti ini sepanjang pengalaman kami menikmati seni. Di dunia seni rupa kami juga

menemukan Andri Mochammad, Eko Nugroho, dan Mufti Priyanka dari Bandung dan Yogyakarta yang mengusung nilai kampungan lewat karya-karyanya (bisa lewat visual, term-term yang sering mereka gunakan, kalimat-kalimat norak, dan

figur-figur norak di karyanya).

Saya suka berbicara soal geografis saat mengulas sebuah rilisan. Kali saja ada benarnya bahwa posisi si artis berpengaruh terhadap output karyanya. Ada benar dan ada salahnya. Korine Conception dari Medan yang panas dan berapi-api justru

bisa membuat musik indie rock yang dingin dan bergemuruh seperti banyak musisi Bandung lakukan di karya-karya shoegaze, indie rock, dan post rock-nya. Aneka Digital Safari dari Bandung justru membakar crowd lewat noise perihnya

dalam setiap performance. Kalau begini, berarti teori geografis itu salah. Namun bagaimana kalau kami menyebut bahwa dugaan tersebut benar karena TerbujurKaku melakukan itu di Megamix Album: Koplo Goes to Breakcore.

Koplo adalah dangdut uptempo yang berkembang di jalur-jalur perlintasan truk-truk pendukung industri dan infrastruktur ekonomi di Indonesia, khususnya pulau Jawa. Sudah hadir sekitar awal 90-an sejak house music (bukan House dalam

huruf besar seperti yang dilakukan dewa-dewa disko di The Paradise Garage dan party-party The Loft pada tahun 70-an!) berkembang di Indonesia. Saat itu, selain banyak meremix lagu-lagu pop Indonesia di masanya, DJ-DJ Jl. Gajahmada dan

Kota, Jakarta banyak memasukkan unsur dangdut yang intens di set mereka. Akhirnya musik tersebut berkembang dalam bentuk house musik ala Indonesia yang ngebut. Mengingatkan kami pada speed garage yang besar di UK di awal 90-an

bersamaan dengan masa emasnya hardcore (bukan Minor Threat and so on! Tapi hardcore versi keras dari UK garage, sisi lain dari breakbeat dan drum and bass!) di negeri tersebut. Cepatnya bisa sampai 150 sampai 170 bpm, kecepatan yang

kini bisa Anda dengar di musik drum and bass.

Dangdut sendiri sejak awal perkembangannya dianggap sebagai musik kampungan. Banyak elitis-elitis musik rock yang menjauhi perkembangan dangdut yang sebenarnya merupakan salah satu warisan musik paling penting di Indonesia,

terlepas dari pengaruh India dan Melayu-nya yang kuat di musik tersebut. Dangdut sendiri dianggap lebih “membumi” karena mereka banyak berkembang di kalangan masyarakat kelas bawah dan kaum terpinggirkan. Dangdut sudah seperti

Baile funk di Brazil yang banyak dinyanyikan di pesta-pesta kaum ghetto yang butuh pelarian atas ketertekanan ekonomi, sesuai dengan pengalaman mereka.

Analogi dangdut sebagai sesuatu yang kampungan dihantamkan dengan musik jungle dan breakcore bertubi-tubi di tangan Phleg, orang sinting di balik TerbujurKaku (kini si goblok ini membantu Ballerina’s Killer, band lo-fi, kitschy indie rock

bentukan Yoyon dari Klepo Opera). Kembali ke awal paragraf, ngehe’ bagi Bongky di atas kini dipercantik dengan remix dari musik yang besar di scene musik elektronik UK juga pada awal 90-an. Bukan hal yang pertama Phleg lakukan

sebenarnya. Di sebuah kompilasi bersama breakcore_LABS (komunitas musik breakcore dan electronic asal Yogyakarta), Phleg sudah mengobrak-abrik musik khas jalur Pantura ini di situ (bersama dengan komposisi gamelan masterpiece

Bali, “Sekar Jupun”). Phleg sendiri dari awal juga dianggap sebagai musisi paling nyeleneh sekota Surabaya, kota mega urban selain Jakarta, Medan, dan Batam, tempat banyak orang mencoba mengadu nasib dari kampung agar sukses dan

menjadi kebanggaan desa tempat mereka berasal; kota yang juga berisi orang-orang ngehe’ pendengar koplo yang loyal.

Durasinya tidak panjang, setiap track-nya saja cuma kurang dari dua menit (cuma ada dua yang lebih dari dua menit!). Dibuat dalam formasi mixtape yang sambung menyambung menjadi satu layaknya sedang melakukan set DJ paling heboh di

klub-klub dangdut tempat pelacur-pelacur murahan dengan saudagar-saudagar kelas teri saling melontarkan rayuannya. Uniknya ambience yang dibuat Phleg menjadi 100% khas Chopstick Dubplate records dan The Ragga Twins yang memiliki

bassline kencang menghantam jantung. Tak lupa petikan solo drum Amen Break yang menjadi ruh dari seluruh track jungle, breakbeat, dan breakcore seantero dunia.

Track Bojo Loro yang merupakan anthem dari Campur Sari didaulat jadi pembuka. Bukan tugas yang sulit bagi Phleg untuk memerkosa track ini menjadi jungle karena tidak kurang dari beberapa detik setelah membukanya dengan instrumen

tradisional, TerbujurKaku langsung menembak dengan bass dan breaks yang memabukkan. Di telinga kami, pembuka ini langsung membuat kami bergidik karena mengenang kejayaan jungle di tahun 90-an, apalagi karena kami tahu ini

dibentuk lewat persilangan pas musik asli Indonesia yang menjadi guilty pleasure Anda di pesta-pesta 17 Agustus-an komplek Anda. Di versi TerbujurKaku, lagu “Meneketehe” yang cuma 1 menit 20 detik mengingatkan kami pada progresi

kord dan bassline khas speed garage khas Inggris. Versi cover Rhoma Irama, “Darah Mudah”, yang sempurna lewat female vocalist Erma Farany diusung dengan Amen Break gokil. Bassline yang mengiringi akan membuat nangis pecinta Bass

music di daratan Britania. Selanjutnya, “Sekuntum Mawar Merah”, anthem dangdut dan koplo yang dinyanyikan Evi Sukaesih (apakah ini maksudnya Elvy Sukaesih?) juga mengiringi hantaman jungle sebelum dengan warna yang sedikit

hardcore. Kalau anda mengikuti The Prodigy era awal, kalian akan mengerti maksud kami.

Yang seru adalah “Karmila” dari SERA (dulu dinyanyikan Farid Hardja, Elton John-nya Indonesia). Di sini Phleg memasukkan intro “Kucing Garong”, juga anthem koplo paling sukses yang sering di-singalong-kan di party-party mas-mas pervert

yang cuma ingin melihat isi rok si penyanyi dari bawah panggung. Dari awal sampai akhir track ini terdengar seperti mix yang seru antara trance, jungle, dan breakcore. Phleg seperti show-off sample-sample yang dimilikinya hingga terdengar

seperti radikalis breakcore. Apalagi ending lagunya memasukkan sample live version dari SERA, entah saat manggung di kampung mana lagi. Intensitas musik breakcore paling terasa di lagu “Kubawa” dari Ana Laila. Inilah Phleg yang

sebenarnya kami kenal di TerbujurKaku. Bass yang berisik, tempo yang terkadang kejar-kejaran dari sample asli-nya, ketukan yang super berantakan dan noise yang membumbui. Kebingungan kami diselamatkan lagi dari nuansa jungle di

track sesudahnya, “Rindu Berat” dari Erma Farany. Di sini malah terdengar suara MC, “ayo, Mang!” yang merupakan sapaan wajib untuk memprovokasi para kuli dan tukang bakso yang sedang berpesta di panggung-panggung kampung.

Beberapa dari anda pasti juga suka melakukannya saat berkaraoke bersama teman-teman sekantor/sekampus saat membawakan anthem-anthem dangdut di Inul Vista.

Erma Farany’s “SMS” diremix menjadi tipikal drum and bass yang ajeg. Kalau intensitas bass dan ketukannya dikencangkan, akan terlihat aroma Hospital Records di pembuka lagu ini. Namun seperti Phleg ingin membiarkan track ini seperti

aslinya, hingga beat 4/4-nya tidak begitu se-jungle dan se-breakcore yang lainnya. Bedanya hanya di sound drum. Baru pada di menit terakhir TerbujurKaku merusaknya lewat beat khas jungle. Sepertinya ini menjadi sesi cooling down untuk

para junglist yang dari tadi tidak berhenti bergoyang.

Hanya berjarak 2 menit 44 detik, TerbujurKaku meneruskan penginjilan jungle-nya di track “Bang Toyib” dari Ade Irma yang di Indonesia berhasil menjadi salah satu peringkat Ring Back Tone tertinggi. Bassline-nya lebih besar daripada yang

lain. Kalau di UK ada radio dangdut, track ini kami jamin akan menjadi heavy rotation mereka di playlist, dan menjadi lagu wajib Ali G di film In Da House selain “Incredible” dari M Beat. Mixtape ini diakhiri dengan lagu “Jablay” dari Tuty Wibowo

yang kembali membawa kenangan kami pada waktu-waktu emas speed garage. Seperti mengencingi “Out of Space” dari The Prodigy, sekaligus merusak sudut pandang Goldie sang pelopor drum and bass bahwa musik tersebut selalu cool

di tangan dia.

Walau ditulis dengan subtitle Koplo Goes to Breakcore, mixtape ini malah lebih terasa jungle. Seperti seri-seri Funk Mundial dari Man Recordings yang “memodernkan” musik Baile funk di Brazil, mixtape ini juga mampu membayar nostalgia

seluruh junglists Indonesia yang kini sudah beralih menjadi steppa (sebutan untuk pecinta musik dubstep, future garage, dan future dub) juga menjadi sebuah tempat ideal di mana junglists dan mas-mas pekerja pabrik, kuli, supir truk, dan

tukang bakso berkumpul dan bergoyang bersama.

~ by wastedrockers on 13/02/2010.

172 Responses to “TerbujurKaku – Megamix Album: Koplo Goes to Breakcore (Self-released, 2010)”

  1. dari baca tulisanmu kok kayanya tiada cela ya? hmm..jd pengen dengerin deh.

  2. canggih bener ini. kitsh yang jadi cool. download aja ah!

  3. maaf music koplo pantura /or what ever house dangdut yg disebut di atas is not drum n bass or jungle music meskipun the bpm is the same…the drum is not syncopated…this is only a an overdose pil koplo house wanna be garbage….. you are a disgrace to the music….

    saya tidak benci dangdut, sebagai sebuah gerne music , dan tapi membuat remix dg asal2 tidak ada kualitasnya sama sekali alias sampah dan yg penting kenjenng buat wasted is tetap sampah …there are only good music or bad music ….sama kayak sinetron indonesia …sampah, merusak ahklak, tidak ada gunanya dan hanya menjadi influence buruk bg manusia indonesia ….

    so by using / dubbing our amen breaks to that garbage music tidak berarti loe bisa menyatakan ini drum n bass or jungle / brakcore….even you forget evrything about drum n bass with more dynamic and variation bassline …yg mana di music pantura ini hanya menggunakan maksimal 2 – 3 not di bassline nya ….noet..noett… noeet noeett….that is 2 step bassline ala house dangdut busuk….

    and btw remix nya juga busuk dg ada yg out off sync ( lagu terbujur kaku) so see what is your music producing quality .

    klo emang anda senang dg drum n bass jangan rusak dg bikin2nan kyk gini dan mengaku2…. kalo emang loe seneng music pantura loe bikin dan bilang aja pantura or at least try to make a good pantura musik ….kalo loe seneng dang dut bikin dang dut yg berkualitas donk… jgn cume bisa noet..noet dowank….

    go to hell …you are a disgrace to the music

  4. wow, menarik sekali! kami pernah merasakan kencangnya dangdut pantura selama 3bln KKN, memusingkan tapi mulai merindukan he3. dan desain cover-nya, wow! mantap. 🙂

  5. entahlah saya hidup dengan teman-teman yang selera musik mereka seperti ini!!!!
    karena mereka ingin senang dengan gaya mereka enggak kayak orang kota sok jago tapi bego.

  6. @ jerome

    pernah denger post-modernisme? dimana ngga ada aturan baku untuk sesuatu?? pernah denger dekonstruksi dan rekonstruksi?? dimana sesuatu dibedah sampe akarnya, diambil part2nya dan lalu dikonstruksi ulang menjadi sesuatu yang berbeda tapi sama??

    itulah dilakukan terbujurkaku dengan musiknya yang anda bilang sampah. dengan semangat post modernisme, dia medekonstruksi drum n bass dan merekonstruksinya kembali dengan nuansa lokal indonesia -yang saya yakin anda gak akan mau menyentuhnya-.

    anda bilang ini sebuah disgrace?karena tidak bermain di pakem drum n bass/breakcore yang anda ketahui?? pernyataan anda sangat 1970an sekali. sangat feodal dan mengecewakan, mengingat anda adalah sesepuh drumnbass indonesia

    saya yakin, apabila mau, terbujurkaku bisa membuat drumnbass yang sesuai dengan pakem anda, tapi dia tidak lakukan. karena nanti hanya akan dianggap sebagai pengekor anda.

    ini era posmodern, semua bisa terjadi di era ini, tidak ada grand theory atau pakem yang dipakai. semua halal untuk dilakukan 😀

  7. Huahahaha itu jerome yg dj drum n bass bukan?apa boongan? Hehehe

  8. Pendapatnya si Denan lebih wise tuh tuk nanggepin musik dr Terbujur Kaku. Musik memang harus buat fun dan fleksibel! Karena itunya sih (making fun with “kitsch” concept & music), inti yang membuat musik Terbujur Kaku menjadi “cool” bagi kami.

    Jadi, tidak selamanya musik electronic / dance milik kaum elitis. Toh, di luar sana scene dance justru milik kaum urban (menengah ke bawah). Karena negara kita adalah Negara Dunia Ketiga lah yang membuat musik2x tersebut terasa mahal…

    Iya, seperti itu mas DJ Jerome dr Java Bass.

    – Dede

  9. anjing, keren abis ini terbujur kaku! tengkiu wahai roker sampah (wastedrockers)

  10. wah wah rame2 ada apa nih…ck ck ck…kok sampe disgrace, postmodern dan kelas2 segala. bubar bubaarr! hehehe

    pendapat ‘jerome’ jg ada benernya. musik disko koplo/pantura jelas sudah ‘menghancurkan’ musik disko di barat dengan cara menyetubuhinya. seperti halnya techno brega yg muncul di amerika selatan. sama2 anak haram. lagian hancur-menghancurkan di dunia seni juga udah kuno kan?

    musik di album TerbujurKaku ini saya lihat sekedar eksperimen hobi saja. apalagi cara ‘menghancurkan’ nya dalam ranah breakcore, glitch, etc.. yang notabene dari barat. jadi, udah direbut dari barat oleh tentara siliwangi, eh malah diciak lagi sama bule. Tentu saja yg demen mahasiswa dari kelas menengah kebawah yg akrab dengan musik barat, indies dan jauh dari dunia per-alay-an. Ini sisi negatif dari TerbujurKaku jika dilihat dari wacana2 postmo, budaya, dll. Lagian, emang si Phleg jg punya nyali mainin lagu2nya ini di warkop pantura ato diskotek dangdut di Ponorogo? belum tentu digemari juga kan?

    Saat ini kan semua ada dan apapun bisa. Ada tempatnya sendiri2 dan ga perlu meng-klain sesuatu yg jelas berbeda sudut pandang.

    Tulisanmu terlalu tinggi dan ga kritis sih, Gem…jadi berabe begini. hahahaha

  11. indra: hahaha, gw inget tuh, lo dulu bener-bener di pantura ya dra! sekarang udah ngedosen aja!

    amet: you got the whole point brother.

    denan: nah, ini yang bakal gw tulis di bawah bro. gw juga ngeliatnya begitu. sesepuh drum and bass? terus kenapa?

    disasterhead: ga tau, kayaknya mah boongan ya. jerome yang sesepuh dan pionir itu ga mungkin bahasanya naif gini.

    aul: nah! ini baru pelopor drum and bass! aul! sudah memainkan drum and bass sejak tahun 1944! katrok lah semua sesepuh drum and bass kalo dibanding ama orang ini!

    wowok: itu doi masbro. kalo gw sendiri ngeliat “penghancuran” itu sebagai bagian dari perkembangan sih. kok kayaknya takut banget sih drum and bass jadi “kotor”. hidup di era internet yang bisa dapetin apapun dengan mudah, masih aja ngeluh soal pilihan. atau karena doi ga ada internet di rumahnya? tulisan aku tinggi? in fact, aku 181 cm loh tingginya. ga kritis? butuh kata-kata “go to hell” dulu kali biar terdengar kritis dan “melawan arus”. poor him.

    jerome: benarkah ini the main man of indonesian drum and bass? kayaknya nggak deh. gaya nulisnya kaya anak punk yang masih sma. hehe. tapi kalo emang bener ini dj jerome, sebelumnya gw mo ngasih tau bahwa gw respek lo sebagai salah satu penggulir awal scene dnb di negeri ini. tapi bukan karena lo ada di posisi itu gw dengan mudah mengamini apa yang lo sebut. ada beberapa catatan gw yang mesti brother jerome baca di sini karena lo nulis “you are a disgrace to the music”. lo kaya ngatain apa yang kami suka. persis kaya waktu sma gw diledekin karena dengerin britpop, karena mereka merasa cool sudah mendengar 1997s ska and stuffs. gw jadi inget jaman smp dan sma saat gw diledekin soal selera musik. ini cara yang norak menurut gw. lebih kampungan daripada mas-mas tukang bakso pendengar setia disko koplo di pantura.

    pertama: ada sebuah scene, far more underground daripada phunktion and stuffs, tempat jerome biasa maen dengan crowd yang berbeda. gw ingetin lagi, jauhhh sangat underground… di situlah tempat orang-orang yang menyukai hal-hal yang kitcshy. mengagungkan hal-hal kampungan (seperti dangdut koplo, house kota, fungkot, dsb) dengan penuh kesadaran, tapi mereka punya kapasitas apresiasi yang bagus dalam menikmati musik. aslinya mereka juga mendengarkan
    musik-musik yang kita sama-sama dengar. musik-musik yang cool as you played on your set, musik yang cool seperti yang biasa lo baca di online-online webzine seperti xlr8r, big up magazine, dnbtv di youtube, pitchfork, paste, dan masih banyak lagi.

    kami, wasted rockers, dan orang-orang seperti terbujurkaku serta beberapa teman seniman yang gw sebut di atas adalah mereka yang suka hal-hal itu. di atas gw juga nyebutin soal konsep kitsch. kalo lo udah into art (gw ngomong secara general, musik salah satu bentuknya), pasti udah ngerti kitsch itu seperti apa. singkatnya hal yang kampungan, off-beat, snobbish, sloppy atau bisa juga “trying to be cool” malah jadi cool beneran di mata kami. salah satunya adalah bentuk koplo house yang dijunglein sama terbujurkaku. menurut kami ini adalah hal cool, karena itu gw tulis di sini karena kami suka. catatan: yang kami review di sini cuma musik yang kami suka. soal jelek atau gak-nya, udah basi deh kalo diomongin, ini balik ke selera masing-masing.

    kedua: musik kampungan seperti dangdut and/or koplo itu posisinya sama seperti baile funk di brazil. kenapa gw berani bilang gitu? gw ketemu langsung sama temen-temen brazil dan ngobrol soal baile funk. banyak dari mereka yang bilang, “ah, itu sih kampungan. cuma disetel di ghetto-ghetto. itu ga cool.” tapi apa yang terjadi di tangan daniel haaksman dari man recordings yang “memodernkan” (baca: ngebuat itu agar keliatan cool, tidak kampungan), dengan style remix yang improved soundnya, dibawa ke gaya electro jaman sekarang, akhirnya seorang diplo pun bisa mabok kesenangan lewat musik kampungannya brazil itu. “how the west was won jungle”-nya bounty killer juga syarat dengan unsur reggae (lagian emang jungle itu kan jamaika banget). di sini gw cuma mo ngebuka mata, kali aja dengan kemasan remix seperti yang dilakukan terbujurkaku bisa terlihat cool. di mata wastedrockers sih jadi cool, di mata lo, oh, ternyata masih ga cool. ya udah, gak papa. kalo lo ngeliat ini secara etnomusikologis, lo bakal ngerti cool apa yang gw maksud. gw sendiri (gembi) selalu ngeliat sebuah scene or music dari sudut pandang sejarah dan sosiologis, jadi gw berusaha keras ngeliat sisi positif sebuah musik be it kampungan or ga kampungan.

    ketiga: di sini lo nyebut soal kualitas remix yang asal-asalan, wasted, terbelakang, or apapun itu terus soal dubbing amen breaks. well, jauh di set-set dengan kualitas soundsystem dan teknis produksi yang kalian buat dengan sempurna, ada scene di negeri ini yang mengagungkan sesuatu yang lo-fi, sloppy, dan rusak. lagi, mereka anggap itu sesuatu yang keren. coba deh datang ke pesta-pesta underground seperti jakarta noise fest, breakcore_LABS, dan pesta-pesta underground seperti yang temen-temen yogyakarta, semarang, dan surabaya buat untuk musik “wasted” ini. di sini mereka memang dengan penuh kesadaran ngebuat musik yang rusak sehingga terdengar ga nyaman di telinga. buat orang kaya lo yang udah biasa dengerin sound yang proper karena mampu ngerekam di tempat or punya equipment yang bagus dan mahal mungkin rada aneh ngeliat fenomena ini. tenang brother jerome, lo ga sendiri nyebut musik seperti yang terbujurkaku ini sebut sebagai musik ancur, jelek, disgrace to the music, and so on. bagi kami, ini bentuk estetika yang enak untuk diapresiasi bareng-bareng.

    keempat: soal teknis drum and bass/jungle. sinkop? loh, bukannya beberapa track dari hospital records dan liquid funk ada yang malah masih bersih dari sinkop, masih mempertahankan 4/4 dengan tempo yang cepat? ngomongin sinkop di dubstep juga udah basi sepertinya. scuba udah ngelakuin beyond sinkop di musiknya, sisanya malah ambient yang intens. after all, bukankah lo udah tau soal eksperimentasi di musik? dari yang gw baca di komen lo di atas, lo masih berkutat sama definisi drum and bass yang ajeg khas wikipedia. gw jadi inget di tahun 50-an dan 60-an ornette coleman banyak dimusuhi musisi-musisi jazz di jamannya karena ngelakuin eksperimentasi yang ngerusak tatanan jazz sampe dia dibilang faux-jazz. terbujurkaku tuh ngelakuin eksperimen lewat musik kampungan, beat-beat jungle seadanya, dan mixingan rusak versi dia. EKSPERIMEN, catat itu.

    yeah, mungkin terbujurkaku namanya nanti bisa sebesar ornette coleman yang kini jadi legenda jazz. karena ternyata sang pelopor drum and bass indonesia pun ngeledekin musiknya atas perusakan yang terbujurkaku buat di musik jungle sampai lo ga mau nyebut itu sebagai musik jungle. face it man, ini loops yang biasa lo temui di template-template anthem-anthem jungle or paketan loops untuk produksi lagu-lagu jungle yang bisa lo beli via ebay. gw jadi mikir bahwa brother jerome itu sudah seperti bubi chen di indonesia yang ga mau terima lagi perkembangan jazz-jazz “aneh” jaman sekarang. bukan karena sudah tua, tapi karena kapasitas apresiasinya udah ga banget. music is growing, son. kali aja terbujurkaku bisa buat genre baru yang namanya “koplo-jungle”? terus lo malu kalo emang beneran ada? lo sangka dia mengotorkan jungle/drum and bass scene di indonesia? WHO FUCKING CARES, son?! MAKE AND DO YOUR OWN PARTY, son!

    kelima: lo ngomong soal musik-musik koplo dsb merusak akhlak, dsb, seperti sinetron indonesia? ya ampun gw ngakak baca ini. adikku, lo udah hidup di era banyak pilihan. internet di depan mata lo. lo ga mau dengerin musik ini? ya udah, lo
    masih bisa dengerin track-track drum and bass favorit lo via juno or last fm! lo benci sinetron indonesia? emang channel televisi lo cuma satu? pindahin ke channel yang lebih edukatif. beli channel kabel yang di situ lo bisa liat siaran-siaran
    bermutu versi lo. kalo lo masih berpikir NAIF kaya gitu, saran gw nonton nickoledeon aja udah cukup kok, siaran adult swim-nya oke-oke banget. powerpuff girls-nya juga bagus. sponge bob squarepants, and so on, son.

    gw suka banget poin ini, “kalo emang anda senang drum and bass jangan RUSAK dengan bikin kaya gini dan mengaku-ngaku.” hehe, anda seperti dosen-dosen filsafat ortodok yang takut dengan gelombang posmodernis. no offense, youngster. terima kasih atas “go to hell”-nya. ah, bahkan simon reynolds dan sasha-frere jones pun akan menertawakan anda karena tingkah naif lo di tulisan di atas. lo kaya anak punk rock abege yang baru jadi, terus ngeledek-ledekin anak metal di tahun 90-an.

    btw, tau website ini dari mana? ini website yang underrated loh, rank-nya di google rendah banget, ga banyak yang tau, reviewnya butut-butut, dipandang sebelah mata, yang komen-komen juga dikit. kok tiba-tiba ada orang yang ngerti drum and bass menclok di sini? kayaknya dari graham drift ya? gw kan ngetag doi di facebook. salam ke dia, maaf gw belum bisa sempetin datengin proper-nya. i know it’s gonna be huge, thanks banget udah ngegedein scene drum and bass dan dubstep di indonesia.

    jangan lupa juga kirim produksi musik lo ke alamat kami, kami akan review dengan senang hati. lo bisa rekues mau review versi ortodok atau review versi wastedrockers. we love you as a pioneer, but not as an appreciator.

    big up,

    gembira putra agam
    reply ini ditulis sambil mendengarkan “bad boy lick a new shot” dari ninjaman, bounty killer, and beenie man (greensleeves records, 1995)

  12. man..orang kreatif ko di buat sulit!!!!!!
    gw salut ama terbujur kaku….keren!!!!!

    hahahahahaha…bener bgt, ni web blog ga ada bagus2nya page rank nya, ko tiba2 ada yg nyempil ngomongin karya terbujur kaku, palingan dapat dri pesbuk kek gw 😀

    berhubung gw suka ya gw ga ngomel,….ekkekekeke, berhubung ada yg ga suka ya ngomel……btw…yg ngomel koga kasi link? ekekekekke

  13. –and btw remix nya juga busuk dg ada yg out off sync ( lagu terbujur kaku) so see what is your music producing quality– … … kan indie gittchuu loohhhh mas jerome … hehee 😀 wah. ini rilisan phleg yg paling mengguncang ni. di tret sharing-ny kaskus banyak jg yg nge-kuote postingan megamix … yg penting local content lah. yg semula malu2 kucing dengerin koplo skrg bisa dengerin gara2 terbujurKaku … 😀

  14. mantap sekali balasannya bung gembi. hahahaha.

  15. aku curiga si ‘jerome’ iki phleg dewe. ayo ngaku koen!

  16. lunangrangga: itu dia bro/sis, gw juga heran, webzine butut dengan selera kampungan kaya gini kok tiba-tiba disangkutin dedengkot javabass (baca: bass jawa). ternyata ngomongin musik asal pulau jawa juga di sini. tergolong java bass ga nih?

    kero: ya maklumlah. equipment produksi dan referensi mereka kan bagus-bagus bro. jadi mungkin beda sama referensinya si terbujurkaku yang norak-norak bin goblok ginih. hahaha!

    disasterhead: nah! ini juga nih! pelopor drum and bass, maen dnb sejak tahun 1923! ga ada apa-apanya deh pelopor-pelopor dnb yang maen dari taun 90-an. sayangnya si disasterhead ga punya pacar.

    wowok: ga mungkin wok! phleg ora iso bahasa inggris. jerome iki jago boso inggris.

  17. waw…rame bner

  18. buat aku jerome itu bener terbujur kaku fuck!!!!!!
    mas jerome mbok adain workshop bahasa
    inggris untuk mc di sini!!!!!
    aku udah lama ga liat mas jeroe ngasih2 workshop maning!
    drum n bass yeah!black metal no!

  19. @gembi: yah gpp lah gem…”gitu aja kok repot” (ketauan gak ya kalo saya ngomong gini brarti mengidolakan gus dur?)

    @mas wok: walah mas…iki wae onok komen sing koyok ngono aku moro2 di sms bojoku…huhehe…

    @jerome: salam kenal mas jerome…saya respek sama situ…saya juga respek sama javabass…kompilasi homegrown juga sering saya setel dikala senggang dan ketika di jalan juga saya sering ngangguk2 sendiri…pertama tau ada javabass tu saya baca di majalah juice sekitar setaun yg lalu…dan saya senang trnyt di indo ada semacam komunitas drum n bass (walopun saya telat taunya..maklum, surabaya tuh emang slalu telat kok)

    saya bisa terima kok pendapatnya mas jerome…memang musik2 yang saya buat semua hancur, under-rated, acak2an…karena saya memang sengaja bikin yang kayak gitu…saya juga gak punya modal apa2 (baca: duit) buat beli gear gear yang emang mahal menurut saya…itupun saya pake gear seadanya dan software bajakan yang saya dapat dari warez…dan ya, saya memang hanya meng-overdub semua lagu saya, toh saya juga ga bikin logo huruf c yang dilingkari…siapa yg mau bajak lagi ya silahkan…

    yang saya sayangkan cuma quote dari mas jerome “OUR AMEN”…mengapa our amen? bukannya amen tuh pertama kali milik the winston…yang entah bagaimana drum beat itu tidak dipatenkan dan dipakai oleh orang banyak mulai atari teenage riot hingga prodigy sampai2 ada dalam sebuah cd sample pack dan diperjual belikan di ebay dengan copyright penjualnya yang bukan the winston…

    musik macam gini (baca: elektronik jahat) di indo uda mulai banyak juga perkembangannya…ada breakcore, speedcore, gabber, glitch, dan lain lain…

    nah yg janggal disini…kalo emang ini asli jerome the promotor of dnb indo, mengapa tidak memberi link? mengingat ini web open source yang semuanya bisa memberi komen dengan segala nama palsu seperti kata mas wok…bisa aja saya kasih nama “alec empire” di komen ini…kalo ini bukan jerome yang asli, wah brarti kamu parah go to hell aja karena mau menjelek-jelekkan nama jerome…
    kalo emang ini jerome yang asli….ya gpp, seperti yang udah saya sebut di atas, saya menerima segala masukan… ^^

    with all respect, sesama Amen Abuser (kalo emang mas jerome menggunakan amen dalam tracknya, hehe), no hard feelings right? kalo boleh saya mengutip quote dari Andy Tidjel….RHARHARHA SALAM FULL RESPEKTA!

  20. Indonesia yang di Barat kan
    atau
    Barat yang di Indonesia kan
    hidup WW!

  21. setuju sama om wok… jangan2 phleg dhewe iki.. hwahahaha…

  22. wehehehehehhehehe yg penting saya menikmati peduli setan sama yg menghina2/ga suka ::::::::ngacir:

  23. mosok arek unair gak iso boso inggris

  24. @jerome: lu seniman apa ustadz salafy sih!? ini musik! semua orang berhak untuk berbuat bid’ah!, tiada sesiapapun yang punya kekuasaan untuk menghukum pelakunya. gw cuma bilang kalo musik bukan milikmu. fuck lah puritan2 taek!. kenapa mesti sulit menerima kenyataan kalo drum n bass, jungle music whatsoever telah mengalami domestikasi!? seperti banyak hal lainnya… smart ass! you sir a disgrace to this music! look who’s talking huh!. faggot!.

  25. kekekekkee…dadi rame….SETIL!!!!!

  26. berarti tantangan buat phleg..bikin pertunjukkan nang dolly +P

  27. Gw pribadi sih dengerin musiknya DJ Jerome dan respect ama doi.

    Tapi sayang, kenapa beliau nulis komennya kaya’ gitu… Sbg seorang berkapasitas besar d scene musik dance d Indo.. Kecewa aja gitu.

    Mungkin d sangkainnya Wasted Rockers adalah forum musik yang isinya alay-alay miskin refrensi dan bodoh2x kali yak.

    – Dede

  28. wuih tapi saya gak percaya ah kalo yang comment itu jerome javabass, seperti spanduk2 yang bertebaran di jakarta, jangan tersulut api provokasi, buat terbujur kaku salam super jempol dari saya

  29. Breakcore adalah musik berkecepatan tinggi, sample loop yg ngejelimet dan mengedepankan eksperimen kick n snare. repecta buat Terbujur kaku untuk inovasi karya musiknya. Hasil karya yang hebat dapat mencampurkan musik UK dengan disco koplo.. maju terus Terbujur kaku

  30. aggree Jerome said!!..memang cukup sulit membuat musik berkualitas, Jika memang benar2 disiapkan dan dikonsep secara matang…apalagi kalo memang tujuannya nggak sekedar berekspresi..sebaliknya..kalo cuma mau sesuatu yang beda tapi have no rootconceptions..ya pada akhirnya cuma sekedar beda..breaking the distance between west and east sih boleh aja…but mau kemana arah dan dibawanya harus jelas, sekedar breakbeat or synthesizing only..bukan sebuah dobrakan atau terobosan!!..sekarang ini, entah karena semua orang berpikir dan merasa no boundaries dalam hal apa pun, pertanggungjawaban setiap ide semakin tereduksi, asal beda dan bisa bikin..sudah menyelesaikan semuanya…setiap hal inginnya di dekonstruksi,tanpa sadar keterbatasan yang mengikutinya..<>..mending back to origin state or expand it..yang mengkhawatirkan kalo semua sekat dibongkar..apalagi yang tersisa??..jangan-jangan akan muncul yg lebih gila n ngaco Barzanzi- Industrial/Techno-Metal Mix..Rohani mixed Profan…there’s no way to it!!

  31. koplo cadazzz … plus anggur merah .. mata teler sedikit berwarna merah .. yg gini nih Riot on empty street .. 😀

  32. emang apa yang musti dipertanggung jawabkan? stop being egois lah. kembali ke komennya si amet aja heeheh.

  33. Gw sih ga ikut komen ah. Gw cuma mau menghitung berapa kata yang digunakan oleh Jerome dalam komennya dan berapa kata yang digunakan oleh Gembi dalam balasan komennya. Ternyata hasilnya adalah 260 kata berbanding 1.322 kata.

    Nah, kalo 1.322 kata dibagi 260 kata itu hasilnya (kurang lebih) adalah 5, yang merujuk kepada 5 sila yang dimiliki Pancasila. Rukun Islam juga ada 5 sih, cuma biar nyambung ke Bhinneka Tunggal Ika-nya agak asoy dan smooth.

  34. ctrl-alt-del: hehe, ini beneran apa nickname aja nih? curiganya si jerome lagih. tapi bahasanya masih jauh lebih ramah, smart, dan bijak ketimbang tulisan si jeje (or at least orang yang mengaku sebagai jrom)

    thanks for sharing the ideas, bro. cuma gw rada tergelitik sama poin-poin “but mau kemana arah dan dibawanya harus jelas” atau “mesti ngerti roots” dan semacamnya. memangnya dalam penciptaan karya mesti ada konsep yang harus dibuat sebelum karya tersebut dieksekusi ya? bukankah ada juga karya-karya yang bergulir begitu aja lalu konsepnya “dibuat” belakangan? yang jadi masalah adalah, bagaimana kita tau sebuah lagu yang diciptakan artis or producer punya konsep? tidak mungkin, bukan si terbujurkaku mesti presentasi karyanya dulu di hadapan para kurator musik seperti anda-anda yang menulis musik di sini? di sini phleg berperan sebagai seniman, dan kita yang berapresiasi. in the end, terserah si phleg mau presentasi or ga kek, itu terserah dia. jargon “asal ada konsepnya” (dan jargon-jargon sejenis) ini rada klise menurut gw, apalagi dalam sebuah penciptaan karya yang kadang intuitif. lagian, tidak ada konsep juga tergolong konsep, bukan?

    soal mesti berkutat pada roots. loh? sebagai pendengar, seandainya gw blom mengenal si phleg sama sekali, bagaimana gw tau dia ngerti roots atau ga lalu gw mendengar itu dan gw anggap itu bagus karena dia ngerti roots? maksud gw, bagaimana menjamin ini semua setelah karya sampai di telinga pendengar? ini juga poin yang menurut gw udah sulit disinkronkan sama era eksperimentasi seperti yang banyak musisi saat ini lakukan. yah, in the end, mungkin lo masih ngejalanin ini untuk mengagungkan dan menjaga keajegan/peraturan tersebut. maksud gw, yang masih butuh sesuatu batasan agar karya tidak “jelek”. well, it’s your way, though. ujung-ujungnya setiap artis punya cara masing-masing dalam menciptakan sesuatu.

    gw cuma rada bergidik ketakutan aja saat bro ngomong soal proses kreatif cuma ada kata “asal” atau “mesti”. ada syarat-syarat yang dipenuhi ya? banyak juga loh musik-musik yang mengikuti “konsep yang kuat” dan “ngerti roots” or berdasar roots yang cool atau mengikuti “syarat-syarat” seperti yang lo sebutin tapi output-nya butut. banyak banget… jadi rada ngeraguin teori itu deh gw.

    “entah karena semua orang berpikir dan merasa no boundaries dalam hal apa pun, pertanggungjawaban setiap ide semakin tereduksi, asal beda dan bisa bikin..sudah menyelesaikan semuanya…” di telinga kami, dan sebagian temen-temen yang ikut komen di sini sih ternyata apa yang dilakukan terbujurkaku adalah gebrakan bro. walau gw ga nganggap ini sesuatu yang baru. agus sasongko di tahun 1996 pernah ngelakuin ini juga dengan musik gamelan. motif orang-orang berkarya kan juga macem-macem bro. ada yang cuma sekedar pelarian, ada yang buat coba-coba, ada yang buat lucu-lucuan, ada yang trying to be cool. pertanggungjawaban setiap ide-nya jadi rancu dong di sini.

    gw cuma mo ngasih sudut pandang khususnya ke si jerom jangan mentang-mentang ini disko koplo, kualitas remix yang seadanya, mixingan berantakan, dsb lalu dianggap butut. coba pake mata yang lain untuk mempertimbangkan rilisan ini sebagai sesuatu yang unik. keputusannya, you decide, brother 🙂

    thanks atas sudut pandangnya bro. we really appreciate it 🙂

    lunangrangga: bro kalo mo ngomel silakan aja. hihihi. si jerom aja ngomel-ngomel sendiri tuh. kasian kalo ga ditemenin. hihi.

    kero copy: doi 24/7 dengerin drum and bass yang “mapan-mapan” doang kali ya, jadi nemuin yang kaya gini kaya aneh gitu. konyolnya doi malah marah-marah sendiri. kasian tuh anak.

    denan: rame dong! ada (orang yang ngaku-ngaku) pelopor drum and bass indonesia! kita jumpa fans di sini!

    ichan: ini dia nih orang satu agama sama phleg! usul workshop MC-ing bahasa inggris bagus tuh buat kamu chan. biar kalo manggung bareng cangkang jadi kaya party-party gede di jakarta. drum and bass yeah! ska-dangdut oke! cangkangserigala harus didenger jerom juga dong! hahaha!

    phleg: gw suka poin tanda c dilingkari itu. anda benar-benar lawrence lessig-ian! ai lap yuh! mudah-mudahan jerom ini asli phleg. dari data e-mail yang masuk ke website ini, ada alamat doi di javabass.com. kalo ini orang-orang yang ngaku-ngaku sebagai jerom, jahat bener tuh orang. mosok jerom yang hebat itu gaya nulisnya jadi kaya anak kampung gitu sih. go to hell you jerom-palsu, you are a disgrace to the music! you go to hell juga! yuk ah!

    ed: saya orang sumatra barat yang berwajah seperti orang timur indonesia.

    jay: bukan. kayaknya mah alay-alay setempat. ga mungkin jerom asli.

    black falcone: sip bro. goyang maaaanggg!!!

    wok: aku ora iso boso jowo wok.

    tinta: yuk ah kita buat soundsystem besar-besaran di dolly! biar kaya pesta-pesta baile funk di favela-favela! haha! phleg bakal dapet banyak groupies dengan mudah di sana!

    dede: bener de! aK0e kN buK4n aLay.

    koma: GEBLEK BRO TUH GAMBAR LU OKE BANGET! BUAT SHY FX PULA! ANJRIT *sembah-sembah* masterpiece tuh graffiti. apalagi ada original nuttah-nya. setan alas! itu anthem gokillllllllll!!!!!!!!

    Juff El Loco Tigre: sip bro. ai lap yuh.

    dadang: mewakili indonesia banget ya bro! haha!

    disasterhead: jangan banyak cincong deh. valentine-an ama siapa lo? HAHAHAHAHA! tunggu brightspot selanjutnya!

    dani: hehehe, t.a.i. nih baru komen paling t.a.i.

    “GO TO HELL YOU ARE A DISGRACE TO THE MUSIC!”

    QUOTE OF THE YEAR

    mana nih si jerom?

  35. valentine-an sendirian dirumah sambil ditemani rintik hujan. gua dikasih kesempatan buat jaga booth brightspot loh bulan depan hehe.

  36. lapen-nya kluarin donk! cheers..

  37. Salut buat terbujur kaku atas rilisannya.

    Tapi kok cuma jadi pada pamer knowledge (katanya jaman internet!!).

    mendingan di jadiin karya aja nih, di pamerin di galeri seni.
    jadi instalasi karya sastra.
    atau dijadiin bahan buat text to speech.
    lumayan kan sound art norak-norakan.
    cocok lho buat speedcore, atau apapun-core.

    kalo enggak buat kuis aja.
    yang bawa acara wowok.
    Drum and bass or no drum and bass.
    atau breakcore or no breakcore.
    atau dangdut core or dangdut bass
    drum and core
    break and bass
    break drum
    core bass
    apalah..

    wok, siap-siap pake jas
    (loh, kok malah nyuruh nyuruh wowok make jas)

    tukar pikiran bukan, debat bukan.
    naik banding aja kalo ada yang nge-judge
    18 tahun.
    bandinglah!!

    atau bulu tangkis aja..
    nasionalis.
    habis.
    (yakin?)

    atau mendingan buat cause aja di facebook?
    seribu facebook menolak/mendukung breakcore, dangdut koplo.
    ya, penamaan lagi, facebook lagi..
    barat lagi..
    malu ah..

    yang salah kumpeni,
    atau emang sudah genetiknya.
    Devide Et Impera di counter sama bhinneka tunggal ika..
    bhinneka tunggal ika juga cuma buat proposal depannya aja kali ye.
    biar semuanya senang.
    biar pada gabung.

    mendingan pada buka ini deh : http://www.breakcorelabs.wordpress.com
    malah promosi link
    ya habis si phleg masih suka lupa, apalagi si wowok (wowok lagi)
    bayangkan hebatnya tempat ini, sampai hal sekecil ini jadi tempat mejeng.
    salut!!!

    apa yang gak akan terjadi dengan indonesia adalah =
    PSSI main di piala eropa, piala afrika, piala amerika latin, dst.
    atau, sasha grey main di cinta fitri, (kayaknya bakal di tonton terus tuh sama si adit, yang katanya gak suka sinetron)
    atau, G30SPKI dirubah jadi G14FPKI
    atau, mohammad ali main di PON ke-18
    atau, sasha grey jadi pembicara di acara sahur (yah adit lagi deh)..
    atau, malaysia mengklaim bahasa madura, batak dan papua
    atau, malaysia mengklaim..
    malaysia mengklaim
    malaysia mengklaim
    malaysia mengklaim
    malaysia mengklaim
    malaysia mengklaim
    malaysia mengklaim
    malaysia mengklaim
    malaysia mengklaim
    malaysia mengklaim
    malaysia mengklaim
    malaysia mengklaim
    malaysia mengklaim
    malaysia mengklaim
    malaysia mengklaim
    malaysia mengklaim
    biar di google search keluar jadi yang nomer satu..

    sama ada yang lucu,
    danzel washington memerankan kisah-kisah tokoh sejarah kulit hitam di amerika
    dari malcolm x (aktifis), frank lucas (drug lord), rubin hurricane carter (atlet), steve biko (aktifis), melvin. b.tolson (sastrawan).
    mungkin, kalo ntar ada yang nge-film-in si danzel, jadi tambah gampang kali ya belajar sejarahnya.

    HUAKAKAK

    sip

    BC RULLLEEESSXXZXZCCCZXZXZBNZBCVNZBXHJKDHGHJSGD!!!!!!

  38. wahahaha! finally mr breakcore_LABS hadir! bener mas, mending kita pesta-pesta aja dah. ska dangdut ketemu heavy metal juga ayo ah!

    btw,

    si jerom mana sih neh? padahal udah gw message personal via facebook. ga mungkin dia ga baca ini.

  39. @dani: hahahaha, gokil as usual.

    mix-nya juga gokil, walaupun ada bbrp transisi yang offbeat dan gw menyayangkan vokalnya yang kurang ke depan, malah terkesan jadi background. the amazing thing about koplo is the innocent vocals and the often hilarious lyrics, IMO. tapi mungkin terbujurkaku punya alesan sendiri 😉 “meneketehe!” (—manis manja, track 2)

  40. Mabuk wae maneh Den! Jangan minum Lapen lagi ah Den. Kapok. Baru2x ini di Yogya yg mati krn Lapen ampe 13 orang lho! Hahahhaa…

    – Dede

  41. orang kayak jerome dibutuhin disetiap postingan biar wastedrockers larisss hehehee

  42. usul iki, nek dibikin penghormatan buat sang pionir macam tributenya piye? misal A MEGAMIX TRIBUTE TO DJ JEROME. sebagai bukti sebuah bentuk berisi aneka wujud apresiasi dari karya beliau. trus kita liat respon beliau bagaymana. masih disgrace2-an ga ya.. hmmm..

  43. jadi….apakah tidak keberatan jika kita berhubungan seks setelah ini?

  44. wastedrockers nih jerome. biar sitenya jadi rame, semoga dia tetap eksis di postingan2 berikutnya. hehehe.

  45. Ya, intinya sih cuma beda sudut pandang:

    Yang satu ngeliat musik drum n bass (yang “ear-friendly”) utk dimainkan di scene big club / dance…

    Yang satu ngeliat musik drum n bass (dgn segala sub-genre nya) utk dimainkan di scene undeground / rave.

    Jadi ya emang gk bakal ketemu lah. Beda apresiasi dan beda crowd juga 😛
    Tapi drum n bass bukannya memang lahir dr scene underground? (bukan kata “underground” utk punk-hc-metal)

    – Dede

  46. saya nunggu jerome nge reply tp kok ga dateng2 ya…

  47. Gem, layoutnya ganti dong warnanya, pusing lama-lama bacanya.
    Kan sayang kalo materinya menarik tapi bacanya pusing.

  48. Ow, ada yang rame2 disini, ketinggalan berita neh saya.
    Kalau gak cek last.fm TerbujurKaku

    Jujur saja, saya salut atas karya experimental dari TerbujurKaku yang mengobok-obok serta mengkawin silangkan antara dnb breakcore jungle dengan dangdut koplo di dalam rilisan terbaru ini. Dalam, beberapa teaser yang pernah dia kasih di suatu forum, sebenarnya sudah menarik keingintahuan saya mengenai proyek ini.

    Mungkin ini juga sebagai sindirin bagi penikmat drum n bass konvensional yang mengeksklusifkan genre ini sendiri. Yeah, mungkin dari beberapa komen yang saya baca diatas diibaratkan sebagai tamparan karena ada seorang pendatang yg mencoba mengobok-obok drumnbass yang dia kenal. Btw, helloo … MUSIK TIDAK MENGENAL BATAS dan akan selalu berevolusi menjadi genre-genre baru jika ada seorang experimentalist yg mencoba menciptakan hal yang baru yang belom ada sebelum. Dan di sini TerbujurKaku dapat melakukan hal tersebut dengan cara dia sendiri.

    Yeah, bagi gw … rilisan ini termasuk jenis experimental music yang cukup bagus karena memang benar benar unik.

    ~rayculz~

  49. pagerank siap2 naek nih…wkwkwwkwkwkwkwkwkkwkwkw…

  50. overall, ini kolom pertarungan ide wastedrockers abiss buat ngebela musik2 unrated, dan oiya, tulisan yg ini keren sekali!

  51. ngkud: wahahaha, ending komen lo gw demen kud!

    adit bujubuneng: wah kalau mau buat sih ga boleh lepas dari pakem dia bro. orang-orang kaya kita mah pasti didisgrace-disgrace-in ama dia. haha. masih ada aja ya tahun 2010 cara berpikirnya kaya gitu? gw ga abis pikir dit. marah-marah pula. dasar alay.

    phleg: ni orang selain jago ngeremix, ternyata maniak juga ya.

    adit disasterhead: lo panggilin lah. payah tuh bocah. gulirin wacana doang abis itu kabur tanpa jejak. kasian sih tapi, dia kaya masuk ke kandang macan yang isinya orang-orang kaya gini. hehehe.

    dede: jalanin soundsystem reggae di kampus jadi ga nih? hahaha!

    gagah: wah jerome harus dengerin mixtape lo bro! doi pasti demen tuh. tapi serius, mixtape lo itu sangat amat rapi. kasih ke label-label aja bro. dijamin langsung rilis.

    isha: iya nih, gw ama dede lagi nyari referensi dan nambah ilmu soal self-hosting wordpress dan nyari template yang kira-kira bagus. pengennya sih ala clashmusic.com gitu. tapi ga segede gitu lah. doakan saja.

    raycurlz: bro ray, gw gembi a.k.a missriboet di kaskus! hehe. nyampe juga lo di sini. poin “musik tidak mengenal batas”-nya itu mudah-mudahan menohok para ortodok seperti “dia” bro. dan dia memang sepertinya lupa bahwa genre musik itu berkembang berkat eksperimentasi yang musisinya lakukan. jangan muji ketinggian bro, nanti phleg-nya ke-gr-an. hihihi.

    guntrr: bukan “membela” bro. tapi mencoba ngasih sudut pandang yang oke terhadap musik-musik yang underrated dan kampungan seperti terbujurkaku ini. hehehe. thanks pujiannya bro, kami ampe menitikkan air mata nih. hehehe.

    – Gembi

  52. Ya ampunnn…mas2 & mba2…(ada yg mba nggak disini?)… Masa bisa ada yg bilang bahwa musik ini adalah terobosan baru…patut diacungin jempol…or what ever lah pujian2 kalian utk terbujurkaku…

    goosh…diluar dari semua yg telah kalian katakan / tulis disini…gw cuma mau bilang kalo terus terang gw nggak suka dgn terbujurkaku! Membuat apa yg selama ini gw rasakan dan suka menjadi menyedihkan sekali…
    Asli sedih gw…unsur2 dnb jungle yang ada & biasanya sangat bagus & semangat untuk didengarkan menjadi hal yg keliatannya dipotong2 trus main tempel ajah di lagu lain. Ngga ada beauty-nya
    Ceritanya nge-rmx niy? tapi cetek banget and sangat membuat musik dnb yg asli jadi kedengerean murahan…!!
    Cut /copy and Paste…emang paling gampang kayanya…terutama buat org2 sini ya…
    Sama halnya dulu dengan musik / beat house yg ditempel ke lagu lokal trus dicepetin beat-nya. Dan perlu diketahui sudah banyak juga yang protes dengan hal itu dari dulu…
    Namun ternyata emang banyak juga yg suka ya? Gila… instan… nggak dalem… nggak tau rasanya memperjuangkan suatu hal dengan benar…mau ngasih tau yg bener dengan berbuat yg bener kok malah dianggep salah karena nggak mendukung ?

    Dan yg paling mengherankan ada quote: “mixtape ini juga mampu membayar nostalgia seluruh junglists Indonesia yang kini sudah beralih menjadi steppa (sebutan untuk pecinta musik dubstep, future garage, dan future dub) juga menjadi sebuah tempat ideal di mana junglists……. – Gem”

    “mampu membayar nostalgia..”? Huahahaha…nggak sama sekali buat gw!!
    who do you called junglist here?
    r u a junglist?
    Karena terbujurkaku sama sekali tidak merepresent musik yang disebut
    Kalo anda menyebut musik terbujurkaku mengambil unsur jungle dnb, ya silahkan… tapi buat saya terbujurkaku jelas buka jungle or dnb… hanya cut / copy and paste. Dan tidak membuat saya bisa bernostalgia sama sekali…^x^

  53. wahahahaha jade rame gene……

    Pertama2 saya mohon maaf kalo balesnya lama….saya jarang buka facebook..

    Kedua ….ya…saya Dj Jerome dri Javabass saya memang specialist main dnb….asli the real one…bukan alias or avatar orang lain. and yes sir i do make my own party sir wastedrockers .. paling tidak saya menggunakan nama asli saya ….bukan bersembunyi dg nama alias or nama pangung yg keren2 itu. maaf tidak tahu harus naro link …..at least i put my real email address

    ketiga …mohon maaf kalo misal di postingan saya ada kata2 yg menyinggung perasaan anda2 semua tapi kalo anda merasa saya sebesar itu dan tidak pantas berbicara seperti yg ditulis rada aneh…. ini pantura bro …hidup disini keras…..jadi komment boleh keras… tapi what the fucklah…. saya hanya membela apa yg saya percaya ….

    also thanks buat yg dengerin album homegrown …..maaf kalo terlalu pakem dnb dan kurang koplo …..

    ok ini adalah tanggapan saya mesikipun gw binggung mulai dari mana …asli banyak bener….satu2 yah …

    maaf lagi kalo ada pendapat / kata2 yg bikin bt …..kta sok asik aje ……

    – first gw jadi ketawa juga dg reply anda ” lo kaya ngatain apa yang kami suka” menurut gw apa yg di lakukan phleg/ terbujurkaku dg ” remix” nya dan tulisan review sdr gem adalah sama … sbg dj dnb yg sudah bertahun2 mencoba menghidupkan scene dnb sampai titik darah penghabisan ( maaf lebay biar kayak alay fagoot ) gw juga merasa di katain/ hina tentang sesuatu yg gw suka ( yg memang benar gw tuh 24/7 makan – berak dnb ) Dan gw udh di katain segala macem oleh banyak orang dari itu dj / raver / club owner / etc tentang musik yg gw mainin udah dari gw pertama suka dg musik itu. Dan apa yg gw lakukan untuk orang2 kyk gt ….gw katain balik…..simple as that

    nah sekarang kalo di baca review itu ( yg ditulis dg tatabahasa yg terpelajar dan menggambarkan sesuatu yg dashyat tp pas di denger kyk gt.) di discripsikan bahwa si phleng telah mengobrak abrik dam memperkosa musik jungle dg pantura , trus ditulis musik dang dut kampungan …wich is memang bikinya udah kaya memperkosa ……lah kalian aja udah memperkosa dg kampungan masak di bilang “musik sampah” aja tersinggung …yah cemen banget kyk rinto …… jadi ingat kasus luna maya ama infotaiment ……maling di teriakin maling marah…..

    mana ada mas orang yg suka di perkosa…..kalo suka di perkosa itu namaya sadomasochist….. jadi nggak aneh donk kalo ada yg protes kalo musiknya di perkosa sampe kyk gt … kalo mo kawin silang boleh mas tapi pastinya harus jaga kualitas dunk….dan yg manis dunk supaya basah dan enak di rasanya ..nggak bikin lecet….

    dan yg lucu lagi si mr. phleg sebagai si pemerkosa bisa menerima dg lebih dewasa . jadi kalo berani memperkosa dan mereview tentang perkosaan musik harusnya berani menerima ” dikatain” yg extreme dong…..katanya underground …..

    dan kalo masalah mana yg lebih underground udah capek lah ….dari jaman smp udah kscene apalah …punk, metal, grind core yg ngeband nya muntahin orang sampai, balada band orang gila yg pas manggung drumernya berak di celana…bah ..been there done that.

    Dan Phunktion mo di akui underground atw kurang underground nggak masalah karena sebenarnya mo saya komersialkan ..biar nge dj nya dapet duit lebih banyak ….dan gw nggak pernah merasa musik gw untuk kalangan ellitis …memang di tujukan untuk kaum urban …makanya party gw selalu di usir dari club2 ellite di jakarta… kurang ellite…nggak spending…terlalau ribetlah katanya bah …udah kebal ama yg gituan ……tapi maaf musik gw bukan buat koplo2an.

    untuk saudara denan masalah ” dekonstruksi dan rekonstruksi?? dimana sesuatu dibedah sampe akarnya, diambil part2nya dan lalu dikonstruksi ulang menjadi sesuatu yang berbeda tapi sama??
    itulah dilakukan terbujurkaku dengan musiknya yang anda bilang sampah. dengan semangat post modernisme, dia medekonstruksi drum n bass dan merekonstruksinya kembali dengan nuansa lokal indonesia ”
    canggih bener bahasanya…tapi hasilnya gt aja
    apa yg anda katakan sudah benar…tapi apa yg dilakukan oleh si terbujurkaku tidak lah demikian ….. kalo memang benar dia melakukan dekonstruksi & rekonstruksi harusnya sampel amen break yg di dapet dr ebay itu dia chop kembali per satu drum hits kemudia di rearangge lagi drum patern nya dg kreatif , juga sample dari lagu panturanya di chop2 dan diremix scr kreatif menjadi sesuatu yg beda… tp orang msh menyadari itu lagu apa …..thats a remix …..
    apa yg si kaku lakukan sepertinya adalah ( maaf sdr plheg klo salah ) hanya memasukan potongan 64 bar dari lagu pantura tersebt dan di over dub dg amen / jungle breaks… di pas in booth bpm nya trus render…..sorry dude thats not remix ….that called dubbing….dan dubbing sendiri bisa dilakukan dg lebih kreatif ….yg terdengar di dalam mix tsb hanya lagu pantura dg overlay amen breaks dan synth yg di mix dg tidak balance. dan hal ini udah di akui tu sama si phleg. kalo mau bikin nuansa indonesia / or melokalisai / mendomestiksasi music jungle …ya coba bikin beat jungle yg ok trus take tuh sound2 gamelan jawa yg indah itu or alat tiup / pukul dri papua atw kolintang atw take sekalian sindennya bikin arragement baru dan berkualitas…….

    oh ya mas plheg untuk quot ” our amen ” memang mungkin salah gw terlalu mengakui breaks itu milik kta ( karena jungle memang sangat specifik dg amen breaks )…..memang milik winston …dan sekarang telah menjadi milik semua dance music barat…….dari hip hop house, breakbeat , dnb ….hingga your koplo music…tapi harusnya anda lebih wise menggunakanya

    yg paling bikin gw nggak suka adalah …..cuman bikin overlay lagu pantura dg beat jungle terus di review sebagai sesuatu hasil pengembangan dari dnb / jungle as a sub gerne yg sangat saya cintai`jelas lah gw bt ……
    Kalo di lihat sejarahnya musik pantura itu juga adalah sama maunya serba instant ngebut enak buat gedek…..karena yg denger cuma mo mikir gimana mrka high dan gedek….
    mereka mungkin maunya bikin dang dut yg house tp krna beat house itu di 120 – 130 bpm dan dang dut tuh di 150 bpm jadi di kejerlah speed itu dg cara remix instant sperti di atas…..dari tahun 90 an awal juga udah ada yg di bossin oleh cukong2 chinese di kota …makanaya ada namaya funky kota…..dan heranya makin ke tahun 2000an ke atas makin cepet bpmnya sampe 180an spy gedeknya lebih mantep dan akibatnya ineknya juga makin banyak tapi tdk berkualitas…sabu doang…makin ngebut tuh gedeknya..nggak ada inek, makannya pill koplo…itulah pantura / koplo …yg memang ngetopnya di jalur pantura. belom lagi dg segala macem remix lagu pop yg jadi koplo juga….
    Buat gw tidak ada masalah dg musik dang dut sebagai musik dance asli indonesia ( meskipun nggak asli influence from india & arab music) …. gw msh lebih enjoy dengerin pengemis cintanya bang rhoma di angkot dri pada dengerin koleksi countrynya bokap gw …..tapi remix ala funkot dan pantura / koplo sendiri udah merusak musik dang dut itu sendiri….maunya instant, cetek yg
    sebenarnya menurut gw dang dut tuh bukan kampungan tapi mungkin musik orang kampung ….karena di X2 sendiri yg katanya club terellite di indonesia juga banyak orang kampungan meskipun mereka tidak dengerin dangdut.
    nah kalo di lihat arti dari koplo….ya taulah kalo orang mabuk pil koplo kan effeknya so cakep , ngaca terus berasa paling cakep…. kelakuanya bisa tau2 paling rajin, sok pd.ngomongnya besar2 berasa penting ….padahal ..malah malak , oleng2 nggak jelas, nomongya sebenarnya menye2 ngiler2 lagi kalo udah 2 papan…….apa bisa dapet respect orang kyk gt….
    so ini adalah cerminan dari pantura dan juga tulisan anda yg kyknya ditulis keren….padahal koplo ceritanya maunya keren tapi koplo….koplo is koplo
    ada cerita nih…..suatu ketika temen gw mo beli anjing di taman lawang…….wah dapat anjing dalmatian bagus banget…..setelah 3 hari anjingnya di mandiin eh totol2 hitam yg ciri khas dalmatian nya luntur……ternyata cuma anjing kampung putih yg di pilox totol hitam……jadi masih mo di sebut dalmatian anjing itu….. yg ngotot bilang iya pasti cuma yg si penjual penipu itu. apakah si dangdut pantura cuma di tempel2 asal2an dg beat jadinya jungle / dnb yg kalo di mute tracknya……jadinya tetap koplo

    jadi kalo anda memang merasa bahwa koplo jungle adalah cool dan kitsch buat anda dan buat fun silahkan aja, saya tidak bisa berbuat apa2. tapi kalo selama masih mengaku aku sebagi bagian dari dnb – jungle sampai kapan pun akan saya tentang…. dan itu hak saya maupun hak anda untuk menentang itu.
    bilang aja pantura or musik koplo nggak usah bawa jungle ….karena junglenya jadinya koplo …. yah sya sih nggak pengen musik dnb / jungle jd koplo
    untuk itu saya akan meralat pernyataan saya : all this terbujurkaku thing is still a disgrace for jungle / dnb music ……sama hinanya sama infotaiment …..
    sorry about that guys

    dan untuk komment mengenai production qualty berhubungan dg studio canggih or alat yg seadanya ….well menurut gw meskipin kuailtas rekaman itu memang bergantung dg teknologi ( yg memang mahal) tapi kalo kualitas bikin karya tidak ada hubungan dg alat canggih or seadanya …banyak orang punya studio canggih tapi bikin lagunya biasa aja or even jelek …dan banyak orang dg alat seadanya ( mo pake komputer minjem di warnet dg sofware minta dr temen pun) bisa bikin karya yg bagus……otak/ kemauan kereatifitasnya yg penting bukan alat bro
    jadi kalo bikinya katro ya katro aja …mo pake software bajakan or pro tools asli super canggih….

    dan untuk komment tentang syncopated …..musti kita nongkrong di studio 2 hari kalee untuk menjelaskan hal tersebut ….jadi gw males ngebahasnya di sini …kepanjangan & to technical…
    Untuk masalah sinetron ….mungkin bapak wastedrocker tidak menyadari bahwa anda dan saya masih beruntung untuk punya tv kabel or internet konnektion jadi kita punya pilihan lain …..tapi bayangkan anda dg rakyat yg tidak punya akses kabel tv dan internet sehingga tidak ada pilihan lain untuk menonton sinetron smapah yg berbahaya itu……saya sih mash pengen
    masyarakat indonesia untuk mendapat hiburan yg lebih baik dan mendidik ahlak supaya bangsa ini lebih baik kehidupanya ….jangan cuma jadi generasi koplo doank.

    untuk mas mulatu said saya seniman mas bukan ustad..sama kita doyan mabuk, ngewe makan babi tapi saya nggak doyan pil koplo …..jadi see you in hell lah

    yg belom ke jawab sorry deh gw udah ngantuk dan besok klo replynya lama maap ..minggu ini banyak kerjaan …jadi kalo sempet aja…
    silahkan di kata2 in lagi deh

  54. ah.. apa-apa sih ni.. rame banget!! mo breakcore kek. drum n bass kek.. dah gak jamannya.. sekarang yang lagi ngetrend jualan pecel lele ma lapen… en buat newsletter fashion and music kayak COLOUR TODAY.. (ups.. malah promosi)

    -ANDHIKA WEARS PRADA

  55. kedua pihak telah menyampaikan argumen yang sama2 kuat. so let’s just agree to disagree before we look stupid.

  56. Ada jurus jitu untuk mengakhiri wacana ini, yaitu dengan meminjam quotes dari mynameisfitrah “Orang kan beda-beda!” Gimana? Mudah-mudahan bisa diterima dan untuk menggunakan quotes itu silahkan transfer terlebih dahulu ke rekening BCA KCP Bojong Itil No Rek 970776 5678 atas nama Submit Comment.

  57. BUAT MAS JEROME DI JAVABASS.

    Sebelumnya saya ingin mengatakan kalau saya tidak mengerti apa-apa tentang music elektronik. Apalagi perkembangannya di Indonesia baik secara histori maupun kulturalnya. Saya hanyalah seorang penikmat music. Namun melihat dari apa yang menjadi buah pemikiran mas Jerome, saya jadi teringat akan suatu jenis musik yang saya gandrungi. Yakni, dreampop atau lebih dikenal dengan sebutan shogaze ( Saya tidak menyukai istilah tersebut. Karena yang ditatap adalah efek gitar. Bukan sepatu ).
    Musik ini mengedepankan bebunyian drone, fuzz, delay yang di hasilkan oleh gitar mengalami sebuah “pemerkosaan” terhadap ciri khasnya tersebut ketika muncul sebuah band di akhir tahun 90 yang menamakan diri mereka , COLDPLAY. Group yang digawangi Chris Martin yang merebut perempuan pujaan saya, Gwyneth Paltrow di eluk-elukkan oleh industry music dengan melabeli bandnya tersebut sebagai BREAKHTROUGH. Namun para pencinta genre ini justru mengagap itu hanyalah sebuah sampah (persis seperti apa yang mas Jerome sampaikan terhadap rilisan yang dibuat oleh Terbujurkaku ). Namun apakah semua dreampopist tersebut terus-terusan mengutuk COLDPLAY seperti para pembenci sandal CROCS hingga membuat situs http://www.ihatecrocs.com ?
    Saya bisa kasih contohnya, gak usah jauh-jauh. Cukup di Negara ini saja. Apakah anda tahu HALCYON OF YORE? sebuah band dreampop di Indonesia pada tahun 90an? Kalau anda tidak familiar dengan nama band tersebut, saya yakin anda mengenal nama ini. JOSEPH SARYUF. Yah.. mastermind dari band brilliant couple, SANTAMONICA tersebut pernah membuat band dreampop bersama teman saya di jogja yang bernama DIMAS WIDIARTO. Dan menurut saya musiknya into pada perkembangan musik dreampop di awal tahun 90an yang digawangi oleh SLOWDIVE dan PALE SAINTS. Dimas dulu pernah mengatakan kepada saya ketika coldplay muncul pertama kalnya ke ranah industi, itu akan menjadi sebuah pengulangan “ukiran batu nisan” ketika SEX PISTOLS di rilis oleh EMI dan mencarut-marutkan ideolgi punk itu sendiri. Dan itu benar-benar terjadi. Coba mas Jerome bayangkan, berapa banyak band-band seumuran jagung yang memainkan sound-sound yang telah dihasilkan oleh musisi dreampop dahulu semacam COCTEAU TWINS atau MY BLOODY VALENTINE hanya untuk mewakili lagu-lagu cinta picisan mereka yang berhalauan jauh dimana bunyi-bunyian tersebut justru dihasilkan oleh jiwa-jiwa yang selalu gelisah akan segala hal yang terjadi di dunia ini.

    Lalu apakah Joseph Saryuf, atau yang akrab disapa iyub bersikap pesimis terhadap “pemerkosaan” tersebut? Dia justru terus bertransformasi. Mulai dari mendalami musik bossanova hingga akhirnya dia menghasilkan sebuah tranformasi yang berjudul Curiouser&Curiouser. Sebuah album yang beriisi bebunyian yang belum pernah terpikirkan sama sekali.

    So, untuk apa anda berdebat di webzine ( yang kata editornya jauh dari jangkauan google) ini ketika anda mengetahui ada orang-orang yang menghancurkan apa yang telah anda cintai. Mengapa tidak anda realisasikan unek-unek anda terhadap dnb dengan mentranformasikannya? Membuatnya menjadi hal yang baru? Yang belum pernah terpikirkan oleh para musisi dnb manapun. Saya yakin anda pasti BISA! Walaupun bukan pencinta music elektronik, JAVABASS adalah sebuah nama yang tidak asing bagi saya. Buatlah nama JAVABASS lebih harum lagi dengan sebuah INOVASI. Bukan dengan TESTIMONI seperti ini. Saya yakin, anda MAMPU!
    Saya mengutip sebuah pernyataan yang dilontarkan oleh salah satu musisi dreampop favorit saya, KEVIN SHIELDS(gitaris My Bloody Valentine) ketika dia diwawancarai mengapa dia menghabiskan 500 ribu dolar, 25 studio dan “membuang-buang waktu” selama 3 tahun untuk membuat LOVELESS,(1990) album yang masih dianggap Avant-Garde hingga saat ini.
    “KAMI TIDAK PERNAH MERASA MEMBUAT MUSIK. YANG KAMI CIPTAKAN ADALAH MASA DEPAN”
    Ok.. mas Jerome.. buatlah INDONESIA menjadi lebih bangga dengan JAVABASS!!!

    -ANDHIKA WEARS PRADA_

  58. Buat mas Andhika Nugraha. thanks atas kommentnya ….
    untuk contoh yg mas ceritakan maaf saya tidak bisa komment karena sya sma sekali tidak tahu nama2 diatas kecuali coldplay dan gwyneth… even cold play saya hanya tahu nama dan bbrp lagu yg sering di putar …secara album saya tidak mengikutinya…apalagi scene2 lain yg di sebut jadi saya tidak bisa memberi komment. kalau masalah mentranformasikan musik yg sya usung, sudah pernah kami coba dan laksanakan dan hasilnya blm lah memuaskan dan kami akan terus berjuang untuk membuat lagi itu sampai kapan pun.

    saya sih tidak berniat untuk berdebat, tetapi krtikan saya yg sangat pedes itu ternyata di tanggapi bermacam2, dan sya respect dg tanggapanya mereka dan sudah menjadi hak mereka, dan mereka juga menunggu tangapan balik dr saya, sma halnya saya memberikan tanggapan atas karya mereka yg menurut saya seharusnya waktu yg di gunakan bisa menghasilkan karya yg lebih baik dari hanya bikin remx ” trash” semacam itu and that is the truth. seharusnya merka pun bisa membuat innovasi yg baik seperti yg anda katakan. dan alhamdulilah javabass sudah pernah membuat indonesia bangga dg cd albumya yg lebih laku dan sold out di negara Malingsia dari pada di negrinya sendiri yg mana disini telah di bajak oleh oknum tertentu shingga bisa di dapatkan di rapidshare, shnga cdnya nggak laku disini hehehe…..

  59. S0nty: gw quote tulisan lo ya bro/sis, “gw cuma mau bilang kalo terus terang gw nggak suka dgn terbujurkaku!” cuma mo bilang itu aja kan? Sisanya soal teknis dan pandangan subyektif lo soal rilisan ini ga beresin nostalgia lo? Well then, anda ga suka. Ya kami suka. That’s it, thanks for the response. Next!

    Man: It’s simple bro. Bukan setuju or ga setuju, tapi suka atau gak. 🙂

    Jerome: hehe, ni dia orangnya. Gw bersyukur ternyata dia balik lagi ke forum ini dan mengakui bahwa ini bener-bener dia. Gw kira ini yang nulis alay-alay kampungan. Maaf bro, jadi rada berpikiran buruk kemarin-kemarin. Ternyata yang nulis beneran Jerome yang kompilasi Homegrown-nya gw dengerin terus.

    Jadi gini ya je, gw nulis musik dangdut di atas kampungan itu karena gw ngomongin soal orang-orang Indonesia yang ngehe’ di paragraf pertama. Gw juga tulis bahwa sejak tahun 70-an, musisi-musisi rock jaman segitu di Indon banyak yang caci maki dangdut sebagai musik yang kampungan. Lo bisa baca Aktuil di masa-masa jayanya soal ini. So, ga ada hubungannya dengan gw ngeledekin musik drum and bass itu kampungan seperti mencret babi dan ludah alay. Gw jadi menyangsikan daya tangkap lo atas tulisan di atas, masa karena tulisan tersebut, terus lo langsung go to hell go to hell-an sih? Kita punya selera yang sama in general, gw dengerin drum and bass juga bro. Jadi kalau gw ngomongin baile funk dan/atau dancehall era awal di Jamaika, lo bisa seenaknya mengutuk-ngutuk gitu karena musik-musik tersebut dimainkan di ghetto/favela yang notabene kehidupannya keras? Gw bener-bener ga abis pikir, pola pikir lo sependek itu. Logika lo udah kaya suporter sepakbola yang “you-know-lah”, sekali dipanasin, ledakannya udah lebih daripada nuklir.

    Waktu gw ketemu sama DJ Romy dan nanyain dia perihal funkot (catat: perkembangan funkot dan house gedek tersebut malah gw tau dari dia!) dia biasa-biasa aja kok jelasinnya. Gw rasa dia tahu banget wilayah-wilayahnya, musik funkot itu untuk orang yang kaya gimana, musik yang dia buat juga bagaimana. Ya, selain dia tau tentang wilayah-wilayah tersebut, yang jelas dia udah jauh lebih DEWASA menyikapi itu.

    Soal teknis yang lo omongin dengan bertele-tele di atas, ya ampun, youngster, segitu sedihnya ya musik ini sampe ngebuat lo marah-marah disgrace-digrace-an? Kalau lo bilang itu bukan jungle/drum and bass, ya jelasin lah dengan kepala dingin. Bagi kami sih itu drum and bass. Ya, drum and bass yang lo cintai itu. Yang beat drum-nya jedag-jedug ga jelas. Yang jogetnya ga jelas. Yang beat-matching-nya ribet. Yang ga laku-laku di Indon. Hihi. Malu ya disandingin ama musik koplo yang intens lalu kami berharap musik seperti ini mesti dilestarikan? (Gw ngomong ini sambil ngelewein lo, menjulurkan lidah dan nunjukkin pantat. Ledekan paling telak untuk anak di bawah umur dan orang-orang naif). Ga nyadar ya lo dipermainkan sama logika lo sendiri?

    Tentang funkot, house nyet nyet nyet toet toet, dan/atau dangdut koplo… Masa lo ga tau soal sejarah Acid House yang hadir sebagai bentuk kitschy dari House, diiringi dengan pesta acid gila-gilaan dalam jumlah masif. Finally genre tersebut berkembang di mana-mana, punya banyak fans (baik yang pengguna acid maupun yang bukan pengguna acid, seperti gw), dan ngasih banyak pengaruh pula ke musik-musik lainnya. Lagian, kalo lo baca sejarah House, musik tersebut udah bergelimang obat-obatan, acid, free sex, dan sebagainya kok. Obat-obatan dan musik juga jadi bagian dari kultur kok di sini, kita ngeliatnya di funkot. Come on, man. Ini pilihan kok. Adek takut ya kalo adek kena narkoba? Ga papa. Ini bagian dari kultur rave kok sejak dulu, makanya birokrat di US ama UK suka kewalahan kalo ada rave party di sana. Ga percaya? Baca buku-bukunya Simon Reynolds untuk membuktikannya. Anehnya, di ujung-ujungnya lo malah ngomong, “sama kita doyan mabuk, ngewe makan babi tapi saya nggak doyan pil koplo.” Kalau kultur musik funkot doyan mabuk, ngewe, ama makan babi juga, berarti lo doyan dong. Hihi. Eh, tapi ngekoplo kan mabuk juga ya?

    Terus tentang ini, “well menurut gw meskipin kuailtas rekaman itu memang bergantung dg teknologi ( yg memang mahal) tapi kalo kualitas bikin karya tidak ada hubungan dg alat canggih or seadanya …banyak orang punya studio canggih tapi bikin lagunya biasa aja or even jelek” Terlepas dari itu, kan gw ngomongin soal “konsep” (seperti conteptual art) yang mengedepankan konsep dan ga mikirin teknis bahkan malah jadi nihil/banal. Dan ini malah cool di mata kami, TerbujurKaku kaya ngencingin drum and bass kebanyakan yang mixingannya dan teknis lainnya rapi dan beres. Aduh, salah lagi dah gw ngomong, “ngencingin”-nya diapus aja, nanti dek Jerome mala-mala lagi.

    “dan untuk komment tentang syncopated …..musti kita nongkrong di studio 2 hari kalee untuk menjelaskan hal tersebut ….jadi gw males ngebahasnya di sini …kepanjangan & to technical…” kepanjangan dan bertele-tele yang jelas kalo lo yang ngomong. Santai bro, ga usah repot-repot. Banyak literatur dan referensi album yang bisa didengar untuk tau soal sinkop itu kok. Hehe.

    “masyarakat indonesia untuk mendapat hiburan yg lebih baik dan mendidik ahlak supaya bangsa ini lebih baik kehidupanya ….jangan cuma jadi generasi koplo doank.” Koplo doang ya yang ga boleh? Kalo ini, “sama kita doyan mabuk” ? Generasi mabuk mah boleh lahhh…

    “sold out di negara Malingsia” Mulut lo emang alay banget ya. Hehe. Bukannya bersyukur, malah nulis Malaysia kaya gitu. Dasar, Indon! (eh, maap, keceplosan)

    “karena junglenya jadinya koplo …. yah sya sih nggak pengen musik dnb / jungle jd koplo” wahahaha! OK deh bro. Gw menghormati pendapat lo seperti gw menghormati temen-temen gw yang spiritualis ortodok. Eh, spiritualis ortodok atau birokrat khas orde lama yang udah usang nih? Hehe. See you in heaven, santo drum and bass yang akan membuat TEN COMMANDMENTS OF DRUM AND BASS dan membuat SEVEN DEADLY SINS OF DRUM AND BASS. Gw yang paling pertama masuk neraka kalau lo udah buat hukum-hukum itu, so see you in hell, poor youngster 🙂

    Gembi

    p.s. Harusnya gw ga ngomongin drum and bass ya? Karena ternyata ada polisi drum and bass di sini. Kirain cuma di Aceh aja yang ada polisi syariah-nya. Hehe. Aduh, besok-besok kalo gw ngomongin musik acid house bakal ada polisinya ga ya?

  60. tergantung cara loe menggambarkannya… karena gambaran dan pemahaman tiap orang berbeda-beda… bukan berarti tata bahasa ind yg baik menggambarkan isi yang benar… Mis: penggambaran anda mengenai terbujurkaku terlalu tinggi…begitu dengerin musiknya…huehehe…pls…:p
    spt yg gw bilang di comment gw sblmnyalah…

  61. @ JEROME : SIP! BUATLAH INDONESIA LEBIH BANGGA LAGI DENGAN JAVABASS!!

    @ GEMBI & JEROME : Selesain aja masalah kalian berdua yah.. soalnya gw lagi ngerasa kalo blckmetal tuh bisa dikawainkan dengan yang namanya tweepop. gw lagi ngebedah “baptism by fire”nya Marduk ma “Coka, I’m fine”nya My Little Airport.. doain kalo gw berhasil nemu point of viewnya. soalnya gw dah nyiapin nama buat perkawinan 2 genre ini.. BLACK METWEE.

    _ANDHIKA WEARS PRADA_

  62. s0nty: ya itu emang style gw sendiri kalo nulis. soal lo suka atau ga ama musiknya, kan lo sendiri yang bilang, “karena gambaran dan pemahaman tiap orang berbeda-beda.” di telinga kami sih festive dan cool. lo sendiri berpendapat, argumennya udah lo beresin sendiri di pendapat lo tersebut 🙂 thanks for the response, bro/sis.

    p.s. aduh kok masih berkutat sama obrolan kaya gini sih? masa gw mesti berkali-kali ngomong, “ya selera kan balik lagi ke pendengarnya…”

  63. andhika: heh! go to hell lo andhika! mengotorkan musik metal dengan tweepop! awas kamu! you are a disgrace to metal music!

  64. Woi, woi, woi!

    Diskusi di forum ini yang santun dong… Jgn pake dirty-words.
    Klo nggak, gw hapus aja post ini.

    – Dede

  65. Dede: ampun bro, kebawa suasana sih. maap-maap buat semua temen-temen di sini, buat jerome a.k.a s0nty, buat andhika, buat phleg (terutama buat dia nih! hehe), buat dani yang minta donasi, siapapun yang udah di sini, ane dah make kata-kata dan kalimat yang ofensif sebelumnya. maklum lah, umur gw juga masih muda banget, gampang kesulut kalo ada yang cuap-cuap ga jelas. hehe.

    biar lebih terarah diskusinya, besok-besok WR buat aturan itu aja ah, ga boleh ada kalimat-kalimat yang ofensif. kita bicara seperti pecinta musik yang calm aja.

    yuk ah, tenggak koplonya, goyangkan kepala di ngebutnya irama drum and bass!

    peace,

    gembi

  66. Gini ya mas wasted rocker yg tua…kayakna lo nggak ngerti juga yg gw maksud. :

    1 gw nggak pernah menyatakan musik dang dut tuh kampungan … itu loe yg tulis berdasarkan research loe sendiri…..dan gw juga tidak baca sama sekali kalo loe menyatakan bahwa drum n bass kampungan.

    2 gw tidak pernah mengutuk2 apapun tentang music baile funk & dancehall di atas.

    3 masalah funky kota …loe bandingin antara house dg acid house dan antara house / dnb dg dangdut asli dg dangdut koplo….. dude its like bumi dan langit pak tua …..kalo mo bandingin duren ya duren bangkok sama duren lokal … jangan duren di bandingin dg buah lain.

    buat gw si antara house dg acid house masih sama2 ok jadinya, dan nggak ada yg kampungan sama sekali dr musik itu tapi kalo house/ dnb trus di jadikan pantura ya parah lah dan kenyataan memang parah kan kl loe dengerin di tempat jualan dvd dan …..mungkin sial nya musik dnb di Indonesia karena sifunky kota/ pantura mempunyai bpm yg sama sekarang jadi sesuatu yg rancu buat orang yg tidak mengerti dnb.

    Kalo saya lihat lagi anda bilang anada juga mendengarkan dnb dan” Yang beat drum-nya jedag-jedug ga jelas. Yang jogetnya ga jelas. Yang beat-matching-nya ribet ” berarti anda kurang dalam kayaknya ataw saya yg terlalu dalam hehehe…tapi yg jelas klo anda bilang hasil karya terbujurkaku ini adalah dnb buat kalian gw akan tertawa saja hahaha…ancur banget si pendengaran lho.

    Dan menurut gw selera musik kta nggak sama older brother…. kita sama2 suka dnb tapi anda suka musik koplo …. saya tidak . ada hal menarik nih…kalo anda bilang bahwa pantura jungle ini sama dg dnb ….kenapa pada beberapa tahun lalu saya memainkan musik dnb ke orang2 yg gemar dg musik funky kota ( bang sopir / pembatu ama tukang bangunan) mereka juga bilang nggak suka dg dnb…. ribet mas nada2nya kok berubah terus….abis itu gw pasangin lagu pantura langsung joget …. wah ni dia mas enak dangdut an ya kenceeeeng…… hehehe aneh kalo itu merupakan sesuatu yg sama menurut lho ..kok mereka nggak bisa enjoy dua2nya ….hanya 1 yg dangdut koplo itu. dan gw nggak malu kalo penggemar musik koplo kenyataanya lebih banyak dari dnb …memang kenyataan golongan masyrakat yg seperti itu lebih banyak dan menjadi majority di negara kita …nggak masalah buat gw……kalo waktu itu experiment gw berhasil bikin mereka suka dnb …gw udah ngedj aja di pantura…mungkin gw lebih tajir sekarang …hahaha …..salah gw mungkin nggak coba experiment itu di jalan pantura beneran.

    sudah lah buat gw itu terjadi…dan gampang gw nggak perlu dateng ke tempat yg muter lagu seperti itu…..adalah kenyataan di mana2 di setiap dance scene ada yg namanya style ala pantura……kalo di malysia dan Singapore di bilang nya Feng Tau musik……yah musik tradisional cina yg sebenarnya bagus kayak kroncong kita …tapi di overdub dg beat house 170 bpm …tujuanya…yah buat gedek …sama man. dan orang2 disana yg mendalami musik dance juga menyatakan hal yg sama….musik tradisional yg dirusak dg beat cepat secara instan yg tujuanya buat gedek ….bikinya kayak sampah….yg harusnya bagus tapi jadi sampah …..same word they said…trash dance musik.

    gw yakin kok kalau misalkan dj romy sudah membuat lagu house ( terserlah sub gerne apa) kemudian ada orang yg meremixnya menjadi pantura pastilah dia BT juga…..normal itu. saya ada pengalaman punya temaen yg di band pop jazz yg cukup meledak bbrapa tahun lalu di kancah musik indonesia….. suatu ketika dia tahu kalo bbearpa lagunya di bajak dan di remix menjadi house pantura … apa yg terjadi
    dia menangis sedih karena karyanya di begitukan…..ya bt lah kalo karya lo di kencingin gt aja.

    jika anda menganggap suatu jenis musik apa pun ( tdk hrs dnb) bisa anda rework dg konsep nihil teknis sehingga bisa anda perkosa atw kencingin seenaknya …itu berarti cerminan anda dalam menghargai sebuah karya orang lain…. hanya sebatas untuk di kencingi…..

    kalo orang normal si marah mas kalo di kencingi…apalagi di perkosa bukan masalah jadi nabi dnb or birokrat orde lama…. yah lihat aja kan skarang jaman reformasi ….semua orang merasa paling benar dan berkoar koar…..apalagi yg ngoplo mabuknya koar2 nya makin gila padahal ngiler ke mana2 …. heran menilai sesuatu dg di kencingi di bilang sampah jdi ribet…..ya seprti orang ngoplo di kasih tau mabok tapi ngotot klo lg sadar ..hahahaha

    oh ya mengenai drugs what ever bro bedalah mabok inek dg mabok pil koplo ataw mabuk apapun ..efeknya beda…kelakuanya beda….
    mungkin beda saya sama anda ….klo sya yg penting musiknya dulu baru kita mabuk pake apa kalo dengerin biar lebih enak…..mungkin klo anda ( maap klo salah ) mabuk dulu sampai koplo baru dengerin musiknya ….hahahaha itulah bedanya penggemar dnb ama pantura

    so sory older brother buat saya dnb dan pantura adalah sesuatu yg beda meskipun bpmnya beda… nothing can change that… tapi klo menurut anda sama… ya udahlah…. sya memang masih muda baru main dnb dr th 94 nggak kayak older brother yg udah dari 1923 dan nggak ada gunanya bedebat dg orang ngoplo ….

    btw all my malysian friends dg bangga menyatakan bahwa mereka memang senang maling budaya orang lain kok…karena malysia emang krisis kebudayaan….pemerintahnya aja yg nggak mau nyadar …. so no worry lah about malingsia …..

    maap deh kalo jadi polisi dnb tapi jangan salahkan saya kalo ada yg ngirim link web ini ke sya……mungkin pun sya tidak perlu tahu sebenarnya…hayooo siapa yg forward ke gw minggu lalu ….
    well ada orang yg kencingin musik yg sya usung….ya sampah adalah kata2 buat anda…..makanya jgn kencing sembarangan.

  67. Oh mas wasted rockers … sonty itu memang istri saya , yg ngelihat sendiri ketika sya buka kembali halaman ini ….doi download sendiri lagunya di dengerin sendiri dan dia memberi pendapatnya sendiri tanpa ada suruhan atw apapun dari saya………

    Saya sih udah merasa nggak ada urusan sebenarnya karena nggak guna berdebat dg orang ngoplo ….. i said what i said …done

  68. Ya udah, ya udah…

    Kami hormati pendapat kalian berdua: mas Jerome dan mas Gembi.
    Argumen dan kapasitas dr kalian berdua kami hormati 🙂
    Intinya cuma beda sudut-pandang aja kok.
    Tapi next-time, klo debat musik jangan pake dirty-words dan emosi yah 😉

    Jadi, damai aja yah kalian berdua. Mudah2x-an komen2x panasnya cuma ada di sini aja, tidak di dunia nyata. Kopi darat aja lah kalian berdua. Pasti dijamin jadi lebih enak deh diskusi dan ngobrolnya.

    – Dede

  69. dearest jerome,

    yo wis deh. terima kasih atas sudut pandangnya. yang penting gw dan beberapa temen-temen kita di sini udah ngeliat gimana anda memandang ini semua.

    1. gw ga nyebut lo mengutuk dangdut or baile or dancehall, tapi premis tulisan gw lo anggap udah ngeledek lo dan lo “membela” musik dnb, seperti saya membela review saya sendiri.

    2. house dan acid house kasusnya sama kaya di indonesia (pure dangdut dan funkot). waktu acid house baru berkembang, para purist-purist seperti anda juga memandang rendah acid house karena musik tersebut dibuat untuk mancing tarikan mabok untuk crowd. lo anggap itu bagai bumi dan langit, karena acid house begitu sampe sini terlalu cool kali. hihi.

    3. maaf gw bilang s0nty dan jerome sama. abis gaya nulisnya sama persis. aksennya sama. maklum, sisa pelajaran linguistik jaman kuliah masih tertempel di kepala. jadi sedikit banyak ngerti itu sama atau ga orangnya 😛

    4. kan gw nanya dari awal, kok tau-tau lo bisa masuk web ini. gw ngasih URL ini lagi setelah gw reply komen lo. hihi.

    gw ngoplo sambil dengerin dnb bro. gedeknya kenceng banget. males gw dengerin musik laennya. hehe.

    Dede: maaf bro, jadi ribet ya urusan gara-gara go to hell doang. jadi buat reggae soundsystem di kampus ga nih? ane ada BK, anggur merah, inti sari, etc. ga punya duit buat acid tab or weed nih.

  70. pergi membunuh!!! Terbujurkaku pancen oyee!!

  71. ralat di atas …bpmnya sama.. thx

  72. gini ya bro …kalo diremixnya kasar ya saya komentnya kasar …gampang aja ….masa pantura mo ngomong halus kayak di kraton

    kalo di bikinya bagus ya saya kommentnya juga bagus…. saya hanya terus terang aja tanpa basa basi….

    untuk yg forward url setalah anda repaly si sya tahu ..tapi ada yg mengirim sya sebelumnya

  73. oh jadi gitu alasannya. remix kasar komen kasar. ok deh, take your time, bro. kalo butuh yang kenceng-kenceng punya ane dijamin kualitas paling top bro. thanks responnya ya.

    – Gembi

  74. s0nty is not jerome…
    emang sama cara nulisnya? hmmm…intinya doank kynya yg sama…

  75. iya, cara nulisnya. titik-titiknya, terus pola kalimat, sama semua. hihihi. berarti kalian identik 100% ya? 🙂

    – Gembi

  76. mashup mashup mashup, TerbujurKakus blend the music.

  77. selamat datang didekade baru dimana musik pantura/koplo akan menjadi musik elegan dan tidak kampungan lagi hahahaha.

  78. asiiiikkk rame lagi!!!

    phleg, kalo kamu mbaca ini, segeralah merilis drum n bass x koplo yang baik dan benar, yang kamu kasi denger kapan hari, jangan rilisan dengan konsep menghancurkan kaya sekarang, biar dapet riview bagus dari err..junglista?

    trus rilisen pisan track2 drum n bass mu, sama drum n bass x traditional music. jangan disimpen2 aja. hehehe

    buat mas jerome:

    ayo dooonnggg dirilis homegrown volume 2..udah nunggu dari taun lalu nih

  79. @denan
    Sekar Jupun (Remix) dari TerbujurKaku itu adalah satu bentuk karya drum n bass x traditional music paling bagus yg pernah saya dengar !

  80. weleh kok jadi ribet gini sih…
    ya sudahlah pokoknya intinya kita itu disini cuma “BEDA PANDANGAN” aja…(eh saya ngetik pake hurup besar bukan marah lho…cuma menekankan aja…hehehe…) mau denger silahkan..gak mau juga silahkan…

    udah kita akirin aja debat kayak gini…gak bakalan selese deh…ntar bisa2 sampe 100 halaman lagi…huhe…

    buat mas jerome: yup emang bener kok…kan seperti yang udah saya bilang di atas…saya memang hanya meng-overdub…dan selama ini saya bikin musik juga sudah siap menerima konsekuensinya apalah itu…dan untuk permainan asal comot itu, saya memang asal comot…asal tempel…asal sinkron…dan jadilah itu…instan? memang benar…itu saya sadari dan saya akui…toh selama ini bikin musik dengan mengambil part dari lagu2 orang itu saya juga gak pake ijin…itu semua saya pake cuma untuk bersenang senang…gak ada tujuan profit sama sekali…SAMA SEKALI NON-PROFIT…(lagi lagi cuma penekanan…bukan nada membentak lho…huhehehe… =p)

    untuk masalah norak, kampungan, keren, cool…emang saya berangkatnya dari norak…niat norak…gak niat keren…gak niat cool…itu biar orang2 yang menilainya…berangkatnya juga dari breakcore…yang gak jelas asal usulnya…huehhee… =p

    saya add tuh tanpa bius…huhuehehee…

    oke? jadi situ bikin party yang ber-profit dan ber-son sistem serta light yang gila2an sih saya pribadi gak masalah…kita juga bikin party yang ancur2an tentunya situ juga gak masalah dong…kita saling party masing2 dan saling respek jalan hidup masing2…sukur2 kalo kita bisa dateng dan goyang di salah satu party kita…entah itu mas jerome dateng ke party kita dengan set yang minimal dan seadanya…ato saya dateng ke party mas jerome (tapi jujur nih saya gak kuat bayarnya buat masuk klub…haha =p) dan kita saling respek…WAW! thats what i call beautiful life among the scenester!

    buat mas gembi: wah gara2 aye nih jadi kayak gini gem…untuk permintaan maaf nanti aku kasi hadiah jerapah aja yah buat berangkat ke kantor…huehehahheuaheuhauehuaehuaoehoeuhoauehouaheouhaooo… =p

    buat mbak sonty: salam kenal mbak…hohahaie… =p

    buat mas dede: mo nanya agak OOT dikit nih…private show BallKill jadinya kapan?hehe… =p

    oke? no hard feeling all? ntar deh kapan2 saya maen2 ke jkt ato ke bdg dan kalo sempet kita ketemuan ngobrol2 peacefully…dan lebih bagus lagi kalo kita asik2an bareng, mau moshing kek, mau goyang kek…kita semua bergembira…apapun musiknya, yang penting goyang…apapun konsernya, benderanya tetep slank…ahahiahiahiahii… =p
    (eh..tapi mas jerome, kalo kita ketemuan saya jangan ditawur lho ya…kan atuuuut… >.<)

    terima kasih udah mau menanggapi album saya, dan mohon maaf buat semuanya kalo ada salah salah kata baik secara sengaja maupun tidak sengaja
    wabilahitofik walidayyah…
    may the force be with you all…

    nb: saya ngetik komen ini sambil dengerin radio online happy-hardcore…gak mo kalah sama gembi…huehehe… =p

  81. oiya mas jerome…saya punya track yang gamelan lho…sekar jupun…tapi ya gitu…tetep aja overdub…huhehehe… =p

  82. Nah, gini dong, debatnya jadinya asik klo dgn kepala dingin. Karena gw jamin kalian semua klo debat secara langsung (di dunia nyata) juga gak bakal sekeras dan sepanas di sini 😀

    Buat Phleg: show Ballerina’s Killer yg d Jkt/Bdg tetep jadi bro. Skrg gw lagi ribet euy, musti lunasin utang bikin bbrp gig yg belum d beresin. Sori. Tapi pasti tar ente gw kabarin.

    Buat Gembi: Reggae Soundsystem di kampus tetep harus dijadiin. Tapi alay2x preman yang suka nongkrong d Bluestage ma gedung Hima harus diberesin dulu. Karena mereka taunya cuma “No Woman No Cry”-nya Bob Marno ama “Hongky Tonk Woman”-nya The Rolling Changcuters Stones doang! 😀 Stock bax gw ada. Tapi klo Intisari gw udah gak kuat. Bisa jebol tar ginjal gw. Hahahahha…

    – Dede

  83. case closed

  84. ya ampun.. gw ketinggalan banyak… baru ditinggal sehari aja… but pernyataan gw tentang pengawinan musik black metal dan tweepop itu emang bener2 gw teliti. ini 100% bukan buat nambah post ini menjadi kacau.

    karena gw tu ngerasa gw reinkarnasinya martin hannet.. orang yang mampu melihat suara (nah yang ini baru kacau… ^_^ ) ya dah aha.. case closed… mwah!!

    _ANDHIKA NUGRAHA PUTRA-

  85. at Phleg …thx sob atas kommentnya dan kesabarannya atas komentar sya yg jorok…memang anda lebih dewasa menyikapi hal ini, bagusalah…tapi sob nggak mungkinlah gw tawurin elo …wong disini aja gw udah di kroyok sama wasted rockers yg ternyata ada 2 orang blm lagi konco2 nya …fuih … cape rek…..dan ada bagusnya lah berdebat disini….at least biar webnya dapt lebih banyak hit….gw rasa subjeck ini paling banyak reply nya hahaha…..

    untuk mas adhika gimana kalo black metal di kawinin ama gospel….siapa tau bikin isi surga dan neraka heboh…..

    wasalam

  86. jerome: mereka yang anda anggap mendukung terbujurkaku nulis di sini bukan sebagai teman loh masbro, tapi nunjukkin sudutpandangnya masing-masing. gw ga pernah memaksa mereka buat dukung tulisan gw (konco-konco yang lo maksud). hehe, kok lo mikir kaya gitu sih. kaya bocah aja deh. hehehe.

    drum and bass tetep enak dikawinin ama koplo loh.

    – Gembi

  87. yyah maksudnya koncoan dalam sudut pandang yg mirip2….sama situ jg mikir bini ku adalah aku….pdahal dia nulis sendiri….sampe ngecek ip address…. hehehe

  88. yyah maksudnya koncoan dalam sudut pandang yg mirip2….sama situ jg mikir bini ku adalah aku….pdahal dia nulis sendiri….sampe ngecek ip address…. hahaha …..

  89. Y ud, y ud sih..

    Kalian berdua malah keliatan kaya’ bocah deh, klo nulis komen saling nyerang yg kaya’ gitu. Hahahaha…
    Yang jelas, inti dari perdebatan sudah ditemukan. Tinggal gimana pribadi masing-masing nyikapinnya aja…
    K? 😉

    – Dede

  90. ya saya menyikapinya masih …go to hell ….gt aja ko repot

  91. jerome, dede, sudah-sudah jangan berisik lagi. dede, ini tips-nya:

    http://www.tipsbayi.com/index.php/memilih-dot-dan-botol-bayi

    mudah-mudahan berguna ya de. kali aja mo beli dot bayi untuk anak-anak batita.

    – Gembi

  92. @ JEROME: Blackmetal & gospel.. hmmm.. nice one ..

  93. permisis, ada yang punya jerigen bensin ga ya?…..wkwkwkw

  94. @rayculz : minta cendolnya gan!! xp

  95. ada mas,,mau yg berapa liter kah?

  96. terlepas dari maalah penyediaan bensin diatas..track favorit saya adalah bojo loro,sms,jablay dan sekuntum mawar merah..mengingatkan pengembaraan saya menyusuri pantura beberapa tahun yang lalu,lengkap dengan persinggahan di warem-warem favorit hasil referensi seorang kawan,benar2 membangkitkan nostalgia dalam ambience yang baru..(mungkin suatu saat saya akan merealisasikan impian membentuk band bernama PANTURA dan merilis KOPLO FROM HELL)

  97. Beberapa tahun yg lalu khan ada ben konseptual yg namanya JALUR PANTURA. Ada yang ingat?

    – Dede

  98. yang 5 liter aja mas jagal..mau buat isi lapen…serem tu,mix lapen sm sisa bensin smbil dengerin terbujur kaku…great mix to? ehehhe

  99. yup,JALUR PANTURA,abang abang sayanggg,gatau kemana mereka sekarang..
    btw,mas indra,lapen+bensin = mas nya yang tebujur kaku..

  100. @rayculz

    iya, itu emang dahyat banget…sekar jupun remix mistis banget!

  101. Untung pas saya lahir saya sudah dikumandangkan adzan drum n bass mix.

  102. kapan kapan di pas in aja breakcore_LABS sama Phunktion di jogja, mas jerome nonton mas phleg, mas phleg nonton jerome, aku nonton semuanya lalu biarkan yang suka saos pedas makan saos pedas, dan yang suka saos asam manis, makan saos asam manis, sambil liat2an, toh sama sama saos!

  103. @ Hamam Firdaus:
    Iye bro, masa gitu doang diributin. Wong Slayer aja pernah kolaborasi ma Atari Teenage Riot (metal campur-aduk ma gabber / drum n bass / hardcore-techno), Henry Rollins kolaborasi ma Goldie, dan masih banyak lagi. Nggak ada yg ribut tuh…

    Di sini drum n bass di-mix ama Koplo (sub-genre yang justru malah menunjukan entitas kelokalan kita), malah diprotes dan dicaci-maki ma orang yg ngerasa “megang” scene drum n bass lokal. Cabe deh…

    Dede

  104. woalah mas jerome, orang mau bre-kreasi kok malah dibilang disgrace. kapan indonesia mau maju kalo masih ada orang-orang kaya gini. ini ya namanya wujud eksperimen kalo menurut saya, jadi sah-sah aja orang mau buat jadi koplo atau apa kek ya suka-suka yg ber-kreasi. toh musik (secara keseluruhan) itu bebas & bukan punya Anda seorang kan mas jerome? atau Anda mengclaim kalau musik itu hanya harus mengikuti pattern yg Anda tau dan inginkan aja mungkin ya?

    tapi udahlah, kayanya udah calmdown disini dan saya gak mau memperkeruh suasana lagi, mudah-mudahan kembali ke jalan yg benar ya bung jerome.

    p.s : mabuk, ngewe, dkk juga bukan hal yg patut di banggakan 😀

  105. @Dede (sub-genre yang justru malah menunjukan entitas kelokalan kita) … nah nah itu yang mantep. Ini adalah experimental yang sangat bagus tetapi malah gak di suka karena subyektifitas yang berbunyi “SAYA TIDAK SUKA DANGDUT APALAGI KOPLO”. Well, kalau tetap seperti itu tidak pernah ada kreasi baru di dunia musik lokal.

    Btw, belakan ini gw malah terkejut juga musik KERONCONG dikawinkan dengan musik LOUNGE, yang sebelumnya juga ada BOSSANOVA dikawinkan dengan LAGU JAWA.

    ITU ADALAH KREASI JENIUS

    Well, apa yang salah jika DRUM N BASS dikawinkan dengan DANGDUT KOPLO ?

  106. @jerome
    Gw bukan membela TerbujurKaku atau apa, tetapi karena musik itu tidak bersalah. Jangan sampai OBJEKTIFITAS dikalahkan oleh SUBYEKTIFITAS.

    @denan
    Tau gak, bapak gw yang gak doyan musik aneh aneh malah bisa suka dengan SEKAR JUPUN REMIX karya TerbujurKaku karena ada unsur etnik gamelan bali yang benar benar bagus. Salah satu cara bagus kan mengenalkan DRUM N BASS khususnya BREAKCORE ke generasi tua ?

  107. mas jerome, aku dah denger homegrown, n menurutku jelek banget karyamu…bagusan terbujur kaku deh…btw ga usah bawa2 dnb, industry ato apapun, dnb disini ga akan bs berkembang, ga akan ada industrinya, di UK sih gede, emang jadi industri di level indie, btw, aku kasi link nih tokoh dnb dari UK yg jauh2 dateng ke jogja cuma mau beli bakpia..setelah mas liat foto ini, ga usah blagu dnb2an sgala deh, kita tu anak tani, ga tau yg gitu2an…pake bahasa betawi aja masi kagok..
    http://www.ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=1600

  108. viva koplo(kamlet, rohypnol, vicodin, riklona, codiene, codeine, lodophin, ritalin, xanax, prozac, etc) scrrrrew wit dnb dnb an…anak tani jangan lupa cangkul ladang sendiri, ga usah DJ DJ an…ayo potong padi bersama-sama..

  109. wahahaha. aduh, awas loh si jerome dateng lagi didisgrace-disgrace semua lu pada. hehehe.

    indra: jerigen bensin? mo ngebakar apaan lo? hehehe.

    jagalbabi: koplo itu ga ada hell-hell-an bro. tapi surga… hahaha.

    hamam: jerome nonton breakcoreLABS? insya allah. harus nonton terbujurkaku loh jer! gw yang paling depan di deck-nya phleg nanti sambil neken pake pil BK.

    silentroar: heh, ngomong sembarangan! kali aja doi udah punya sertifikat hak milik musik drum and bass! jadi kita ga bisa ngembanginnya lebih jauh. hihi.

    ray: iya tuh, album bossanova jawa gw tau. isinya keren banget. drum and bass ketemu koplo? lebih keren lagi. sekar jupun yang “dirusak” phleg jadi keren parah.

    denmas: anjrit keren banget link lo! dedengkot dnb yang rendah hati dari inggris sampe dateng dan ngaku suka banget musik koplo! gile keren!

    FUCK DRUM AND BASS. I DIG TRANCE MUSIC.

  110. @ wasted rockers: hehehehe., tu om gue ma pakde sih mas sebenernya..cuma mo bgasi gambaran aja si, om gue dari UK yang notabene desa asal DNB aja sowan ke Jogja, lah ini anak JKT blagu banget sok ngemeng industri2an sgala..btw passing grade om gue belajar bahasa jawa tinggi loh…kwkwkwkw

  111. @rayculz mungkin lebih tepat ” saya suka dangdut tapi tidak suka koplo ”

    @silentroar Trimakasih atas pendapatnya dan benar musik adalah sebuah kebebasan berexpresi, tapi begitu pula reaksi yg di hasilkannya adalah kejujuran yg dikeluarkan setelah mendengar expresi musik trsbt ….yg jelas cuma ada …good music or bad music.

    @denmas dash trima kasih dan mohon maaf kalo saya belagu dan karya saya jelek sehingga anda tidak suka, saya trima dg terbuka dan benar pendapat anda kalo musik dnb tidak berkembang disini, nggak ada masalah buat saya.

    tapi saya mau mengacungkan jari tengah saya ke anda karena menurut sya kata2 anda yg bawa2 daerah ( uklah, Jkt lah, jogjalah ) dan profesi tani nggak penting, cenderung tidak nasionalis dan berkesan rasis. dan maslah industri bukan saya yg pertama mulai disini

    thx

  112. menurut saya sih ini good music ah :ngacir

  113. @ jerome, fuck u 2 lah rome..skrg lo ngatain profesi tani ga penting, lo makan ap emang? mcd? lo ngatain gw rasis?

  114. apeu, ayo baca komen2 dengan kepala dingin hehee

  115. lo ngrepresentasiin dnb paan si rome? screw u wit ur dnb..
    omong disgrace lah, dnb lah, javabass sukses di malingsia lah, ngatain koplobla bla bla lah, tani lo bilang ga penting lah, jari tengah lah, nasionalis lah, good music lah, bad music lah, objektifitas lah, lah lah lah lah, bpm lah, lo mau nyamain bpm seumur hidup lo? serato2an smpe lo mampus? traktor2an? pendulum2an? jungle2an? bass2an? teknik2an?, phunktion2an? at least 4 me ur track list is sucks in every gigs u held son,and makes me n my homiez ngedrop u know?..dgr2 lu dpt tahta best dnb dj d rvlx? serius lo? dengerin lagi tu genre yg lo usung…ngaca ma temen2 lo seperjuangan di javabass, mereka lebih oke daripada lo (secara taste),jgn ngaca mukamu sendiri, ga bosen lo? secara tampang lo gantengan dibanding tmn2 javabass lo, ngingetin gw ma penyanyi dangdut cowok gay wit fag outfit and faggy face yg lagi melejit n sering nongol di TPI, cuma gara2 anak raja dangdut aja .
    tellin u son, u fuck wit me u fuckin wit the best son…wanna see yer own internal neck son? fookoooooof…

  116. fook me a-hole…

  117. (jerome yg nulis) “gini ya bro …kalo diremixnya kasar ya saya komentnya kasar …gampang aja ….masa pantura mo ngomong halus kayak di kraton”…

    lo kali yang rasis rome, si carles aja sowan ke kraton…gfckyrslf lah rome…

  118. phleg sez: “saya juga gak punya modal apa2 (baca: duit) buat beli gear gear yang emang mahal menurut saya…itupun saya pake gear seadanya dan software bajakan yang saya dapat dari warez…dan ya, saya memang hanya meng-overdub semua lagu saya, toh saya juga ga bikin logo huruf c yang dilingkari…siapa yg mau bajak lagi ya silahkan…”

    ga kaya lo rome, tajir, lum minta cdj aja dah dibeliin bonyok lo, tinggal di kawasan elit, homegrown lo jual, padahal dah dpt sponsor gsm gede di indonesia, nyungsep aje lo di ketek ortu lo rome, ni pileg lebih realistis n down 2 earth dibanding lo, lah lo paan? anak mami yg ngedengerin dnb, trus hang out, trus renang, trus ngewe, trus nge DJ (whatta fuck), rome, gw si respek2 aj lo dnb, tapi nyari dj dnb d uk sono yg kaya lo pasti ga ada…songong si lo…once again..ngaca..bkn ngocok..tol lo..

  119. sudah sudah, mari kita sudahi polemik perang ludah ini. yang penting kita sama-sama tau bahwa DJ Jerome yang terhormat ini jelas beda kasta. jelas lah beliau ini bukan salah satu dari sekian banyak anak tani yg harus usaha utk cari duit. beliau ini adalah bangsawan DnB sekelas pangeran charles yg orang tuanya pasti tiap hari bokernya duit 100ribuan. jadi mana ngerti lah dy usaha dan perjuangan kreativitas. bisanya dia kan cuma ngemeng : “kap bokap, gw mintak beliin anu dnk..” , “nyok,bonyok, gw mintak beliin inu dnk”
    yah, gw applause aj deh, bt Jerome yang secara heroik menyelamatkan musik-musik para freemason yang udah jajah negara kita.

  120. to all : woooiiii… tlg omongannya jgn rusuh2.. jgn sampe kepancing emosinya sama omongannya prabu jerome dan antek2nya.. jgn2 dia agen yg memang sengaja diturunkan untuk mengikis nasionalisme kita dengan mengagung-agungkan musik DnB-nya
    so to all : piss aj lahh… biarin aj si Jerome ngomong seenak dy, semangapnya dia aj lah. yang ptg kita udah tau kualitas personality nya beliau dari tulisan beliau di forum ini

  121. mungkin maksud bung jerome bukan profesi taninya yang gak penting, tetapi omongan soal profesi tani dan bawa2 daerahnya yang gak penting.

    *omongan gua mendinginkan masalah ga nih? :p

  122. maaaauuu dibaaaawaaaa kemanaaa…hubungan kiiitaaaaa…..

  123. maaf teman-teman, mohon dinginkan kepala untuk menjawab komen-komen yang nge-flame. bener kata bro/sis roro, yang penting kita udah tau “kualitas” brother jerome segimana dalam berapresiasi. pelajaran buat kita semua bahwa musik drum and bass udah ada yang punya sertifikat hak miliknya juga. jadi jangan bandel ngerusak ya, drum and bass memang bukan milik kita. biarlah shy fx dan brother jerome yang punya. mesti ada pemda DKI apa nih yang nengahin?

    to all surabaya fake-junglists: guys! akhir mei gw mo ke surabaya! mari kita senang-senang!

    – gembi

  124. wah ini mah.. bakal terus berlanjut…. LANJUT-=GAN!!

  125. respect fo’ roro, phleg, gembi, wasted, and disaster…
    komen roro masuk bgt buat aku..komen teman2 juga intinya persis seperti apa yg aku maksud n pikirin…ok d, i’ll rest my case fo’ this jefcknrome…this guy is an A-Hole..biaatch!

  126. hi im dilinja. My friend at indo said theres hard talkabout dnb here. Wanna join you guys but use english for god’s sake. Anyway. Check my updated at valvesoundsystem. Wait for you guys. Thanks.

  127. […] Read more here Share and Enjoy: […]

  128. lanjut nang surabaya ae gem!

  129. Wuidih! DJ DnB legendaris dr UK, Dillinja, juga ikut turun naggepin nih forum. Walau gw gk yakin nih bener2x DJ Dillinja. Hahahahahahhaha…. – Dede

  130. guys. please use english. and by the way is there any hemp alot in indo ?

  131. it’s dillinja, with double “L” lol.

  132. indonesia :
    biar debat ini jadi produktif, kompilasi YOU ARE A DISGRACE TO THE MUSIC harus segera dibuat. pre order dah, saya pesen duluan okey brooo

    jawa :
    ben depate dadi produktif, kompliasi YOU ARE A DISGRACE TO THE MUSIC kudu ndang digawe, pre order wes, aku pesen sekk, ok daaabbb

    english :
    (mohon bantuan translator wastedrockers)

    nb.

    asik banget asli udah lama gak perang diskursus genre sejak awal 90an, ini sangat2 menghibur. makasih gembi dan jerome.

    peluk dan sun sayang buat semua

  133. yes, but, do i have to write LL like i always wrote yahoo.com / .com / myspace.com either ? gimme your break pal..

  134. yes it’s your OWN NAME for god’s sake. i could put you on failblog.org for this.

  135. @ terbujurkaku & jerome: salut atas sikap kalian, saling mengkoreksi masing2 dan diri sendiri dgn kepala dingin! maju ateuh!

    @ roro: menengahi orang saling meludahi kok dengan meludahi salah satu pihak bos? waaah ga selesai doong… 🙂

    @ moderator: kadang kadang ditengah kadang kadang mihak…?? :p
    mending diulas lagi aja roots masing-masing, biar lebih jelas…

    @ smua: mangga dilanjut ateuh…sundul sundul pacul!

  136. oh ok. well i must bother i think. indo. keep on moving .

  137. Beberapa tahun yang lalu saya datang ke sebuah ruangan kecil, gelap dan sederhana, tanpa hingar bingar lampu disko yang kadang menyesatkan. Dan saya terkesima, saya menghabiskan berjam-jam untuk mendengarkan dan larut di musik yang menurut orang –orang sudah hampir punah PUNK is DEAD ( maaf wok), ROCK n ROLL is DEAD, dan begitu juga DRUM n BASS. Tapi sungguh malam itu saya bertahan hingga dentuman terakhir. Satu kata salut, saya menemukan semangat yang tidak pernah mati.
    Bertahun-tahun kemudian, saya merasa cukup lelah dan tua, club demi club, party demi party. Saya melihat dan berada di sebuah ruangan lagi, kecil sesak dan gelap, entah mengingatkan saya pada sebuah ruangan yang pernah membuat saya terkesima, saya tertawa –tawa mendengarkan terbujur kaku, dia beraksi di antara sekian banyak musisi manca yang datang di acara breakcorelabs. Sekar Jupun membawa saya masuk ke sebuah ruang antah berantah, saya bagaikan alice in wonderland. Tidak mengerti, namun terpesona.
    Membaca komen-komen ini membuat saya cukup heran dan geli. Saya merasa hormat dan salut ke keduanya, bahkan lebih berterimakasih, untuk semangat yang diberikan Java Bass dan untuk keajaiban yang diberikan Terbujur Kaku.
    Sayangnya, kedewasaan entah hilang dimana. Semoga orang-orang yang saya hormat dan salut bisa saling menengok tanpa mencibir. Menenggak anggur merah serta acid bersamaan. Mungkin saya hanya bermimpi, namun jika saja saya dapat melihat dua ruangan itu bergabung. I swear I will die in that dance floor!

  138. whahahahaha yen padu ngising kabeh wae…wkwkwkwkw

  139. cemas dengan semua ini…celana masuk silit…

  140. @mukegile: saya ga bermaksud menengahi kok,cuma ingin agar gada pihak yg terpancing emosinya dengan kata2nya jerome yg paling baru

  141. okelah, keren tuh, udah aja deh, aku juga ga mungkin kaaan ngasi pendidikan praksisme buat jeroan..eh, jerome…bikin kompilasi aja oke tuh, ayo aja…ak ada link produksi murah…”so i’ve decided to tabe my work back underground, to stop falling to the wrong hands”-intro,prodigy (music for the jilted generation album)

  142. mas jerome….ajarin saya maen bola dong…saya pengen ikut pendidikan youth academy di west ham…

    http://www.football.co.uk/birmingham_city/players/cameron_jerome_109856.shtml

    http://en.wikipedia.org/wiki/Cameron_Jerome

  143. mending bikin lagu yg tema nya bola aja leg, bisa cerita ttg bola sepak, basket, voli,pingpong mpe bola bekel kalo perlu…

  144. oiya,btw,roro ini siapa sih? Boleh kenal? Fb donk..

  145. gw nuntut kompilasi YOU ARE A DISGRACE TO THE MUSIC berupa 12″nya

  146. @ Denmas Dash:
    Gw lebih setuju klo bikin lagu tentang sepak bola sih, secara bentar lagi khan World Cup 😛 Btw, Technoshit masih jalan gk nih Oom?…

    @ Andhika:
    Gw lebih suka klo format albumnya 7″ aja. Tapi yang clear-coloured vinyl ato gk yang picture-vinyl aja. Khan keren tuh buat para kolektor vinyl. Anjrit, makin ngablu nih forum! Hahahhahaa…. 😀

    Dede

  147. @ wasted: waaah ke gep ki aku…hehehe, teknoshit kabarnya masi jalan, namun butuh beberapa gigs lagi buat stabil…

  148. Koplo Goes To Breakcore … ada rilisan vinylnya gak, mau pesen 1 tuh gw kalau ada.

  149. just do what you want bwoy, we dont give a damn. tuh ada ada lagu koplo-esque belum di isi vokal..hehehe… woook woook yaaaaaa!!!

  150. jarang banget comment di forum kalo gak diminta.

    saya tidak akan menilai berdasarkan konsep yg ditawarkan dan bosen juga baca kredo sebuah karya kalau terlalu panjang. saya suka pantura, bahkan tahun 2005 pernah menghabiskan sebulan tour dari sumenep sampe anyer lewat jalur deandles itu, menikmati semuanya; dari kultur, arsitektur, sampe musiknya, tentu saja kemudian menghasilkan karya. tapi saya nggak suka megamix ‘terbujur kaku’. kurang sharp dan smart. masih sekedar sensasi saja. masih jauh lebih bagus pantura aselinya menurut saya. tentu saja penilaian saya subyektif banget. lebih baik karya dibiarkan otonom dan berbicara sendiri pada publiknya. tidak perlu dibela dengan kata-kata.

    salam. zuki/kill the dj/chebolang

  151. Wah, klo Dub Youth Soundsystem bikin lagu yg “koplo-esque” pasti dashyat tuh! Hehe… 😀

    Dede

  152. gila pinter2 banget yang di forum ini sih.. bahasanya cerdas2.. saya sampe sungkan mau ngomong apa.
    saya buat musik aja ya.. karena itulah sumbernya.

  153. eh, ada dub youth sama kill the dj

    saya fans kalian lo 😀

  154. cuman orang tolol yang pake term “drum n bass” buat musik katro ini. no offense. saya tolol, kalian tolol. kita semua yang perna mendengar musik ini tolol.

  155. tolol apeu, sok asik.

  156. Ya sampai saya selesai baca ini semua. Satu hal : salut !!!

    seumpama dirilis versi piringan hitamnya atau paling gak CD pro formatnya, saya mau beli. Mungkin kedepannya akan jadi sebuah benda yang memiliki nilai historis bagi sebagian orang yang mengerti akan hal ini. Mohon dibantu.

  157. wah ternyata benar kata lintang disini sedang ramai hehehe….

    saya setuju dengan mas dubyouth dan mas zuki, bahasanya terlalu tinggi udah kya persentasi bwat pameran di galeri atw art festival hehehehe!!
    seperti kata mas zuki ( kill the dj ) biarkan masyarakat yg menilai,membuat musik dan di presentasikan ke publik klo ga diterima ya…. silakan jawab sendiri 🙂

    untuk terbujur kaku saya salut,walaupun saya jg sudah dengar jalur pantura ( tidjels,ale dkk ) klo masalah audio ya saya yakin suatu saat nti akan bagus hasilnya..
    namanya jg proses pembelajaran ngerecord dgn peralatan seadanya yg penting niat dan semangatnya!!!
    atw mungkin ga pake sample udah jadi tp bikin sendiri dr redrum atw apalah itu lebih bagus lagi hehehehehe…..

    klo yg ribut2 saya ga memihak siapapun, ini cuma beda cara pandang aja! klo mas wasted rock di tanggapi oleh mas ade darmawan,mas hafiz, mas jompet soal dekonstruksi dan postmodren mungkin nyambung, klo sama mas jerome ya ga jd kya gini hehehe..
    bedalah cara pandangnya dan bidangnya!!
    mas jerome mungkin perlu didampingi mas asung baru klop 🙂
    klo mas jerome marah atw kecewa saya jg maklum karena perjuangan di scene dnb juga sangat susah,bikin phunktion pun selalu gratis ga bayar (ya jdnya ga usah dibahas tentang strata sosial) phunktion sama sekali ga elit siapapun bisa dtg…
    untuk mbak sonty aka sinto yg membahas copy paste dan instant,yah mau gmn lagi mba emang seperti itu adanya kondisi sekarang klo kecewa ya saya jg kecewa,bikin drumline,mikirin accent ratenya dimana,scalenya atw bassline pake sound apa,ngeditnya,apa aja yg dirubah itu semua ga gampang ( electronic music is not easy mba ) tapi ya seperti itu adanya budaya copy paste mau gimana lagi hehehe…

    dari pada ribut2 mending bikin WORKSHOP Musik dnb,breakcore,artcore,jungle,pantura atw apalah genrenya ( bagi2 ilmu biar dapet pahala ) hahay…
    javabass mungkin bisa bikin workshop musik drum n bass atw dubstep,dari sejarah cara remix dan pasti cara bikinnya jg dong hehehehe!!!!
    dan tentunya bisa digabung dgn unsur kebudayaan lokal,dipastikan saya akan ikut dan support =)

    mohon maaf jika ada tulisan yg salah dan kepanjangan nulisnya,harap dimaklumi..

    Trimakasih banyak!
    – lily adi permana

  158. saya setuju dengan bung lily..dibikin workshop saja. daripada berdebat terus. kan asik tuh klo bisa tau caranya bikin drumline, bassline yg benar. atau cara men-sampling dengan baik dan benar ;))
    ayolah kita majukan scene musik elektronik di negeri kita ini..

  159. loh,ketika post punk diramu dengan gamelan juga bisa,kenapa dangdut pantura enggak?

  160. jangan pernah menghujat apa yang belum pernah kamu coba untuk buat,bung jerome sendiri pernah mencoba remix dnb dengan pantura sound?

  161. sebenernya orang bikin musik gak ada yang bisa ngelarang,mau diremix macam apapun gak papa,inget band PUSSY GALORE?orang minim skill,rekaman raw tapi jadi pioneer garage punk..,lagian ini ini rekaman pun disebar secara gratis.dan remix meremix pun sudah jadi hal lazim dalam dunia tech-dut.apakah karena tehniknya yang tidak sesuai dengan pakem jadinya ente2 kontra ama ini rekaman?

  162. suicide aja yang minimalis begitu jadi legend.daripada meniru dan meneruskan pakem dnb yang ada,lebih baik create sendiri.aku yakin ini terbujur kaku bakal jadi hype!ato mungkin bisa diajak Diplo remix,diplo aja cari2 dangdut kok disini.Yang lupa local content itu yang disgrace

  163. tentu saja di sini semua melaksanakan haknya berpendapat,tapi setajam2nya kata2 kalian yang kontra,kata2 hanya akan jadi kata2,hujatan hanya akan jadi hujatan.Yang didengar yang dinikmati yang lebih berpengaruh nantinya.ada yang bilang diatas” lebih baik karya dibiarkan otonom dan berbicara sendiri pada publiknya. tidak perlu dibela dengan kata-kata”,jadi saya bisa bilang,karya ini juga tidak perlu dihujat dengan kata – kata,kalo gak suka jangan dengerin,kalo suka dengerin aja.

  164. juuh aku kakean bacot.back to my foobar2000

  165. rule of the universe: one man’s punk is another man’s pop

  166. mntab phleg jiplegg (kata orang cilacab),
    DJ nge-phleg A.K.A Ngeheeee…..akan ikut sharing deck di
    Paradise in Bali 14-15 November alongside DJ Die & Krust ….

  167. wuih gw ga nyangka di indonesia masih banyak orang2 yg pinter dengan segudang bahasa yg ngejelimet n ga down to earth bgt, padahal cuma ngomogin review album tapi ribut n ribetnya dah kayak kasus bank century, wekekekkee tiba2 banyak yg turun gunung dengan analisis dan teori segudang. Kalo emang lo pada ngerasa hebat di jalur yg lo yakinin, kenapa musik lo masih segmented banget n jarang yg tau kecuali komunitas lo sendiri.

    Gw salut ma idealisme yg diatas sana, tapi bukan berarti lo bisa jatohin orang yg beda di luar jalur lo.bhineka tunggal ika cuy!!! perbedaan itu adalah rahmat, ketimbang lo saling hujat kenapa ga saling support. walau koplo di’kesan’kan murahan tapi balik lagi musik ya musik. that’s all.

    satu hal yg seharusnya lo malu, lo bisa mendewa’kan aliran lo tapi lo bangga dengan lifestyle lo yg make drugs, WTF!! gw mungkin cemen untuk urusan aliran2 lagu tapi yg pasti gw ga mau ngerusak diri gw sendiri biar bisa enjoy bikin or denger lagu. Bagi gw dopping lo cuma buat kalangan artis kacangan yg cuma ngeliat seni dari bajunya tapi ga ngerti esensi seni itu sendiri apa.

    Satu lagi, buat yg jungle lover or house lover or whatever, koplo ≠ funkot, walau dari beat sepintas sama, tapi tujuan akhir yg dikejar jelas beda, belum tentu juga yg suka koplo pasti suka funkot. perbedaan kasat matanya bisa lo liat dari lagu koplo bisa dipastikan ada unsur gendang koplo yg bunyi’a tung tung tung, tapi itu bukan pakem funkot kalaupun ada itu cuma jadi hiasan aja. truz dari sisi materi lagu, funkot identik dengan meng’cover lagu hits dan jarang yg bikin lagu original (itu yg gw sayangin bgt) sedangkan koplo, mungkin cuma sebagian yg meng’cover lagu lama tapi banyak juga sekarang bermunculan lagu baru dengan sentuhan ala koplo. Itu sisi yg dah jelas banget bedanya.

    Back to the topic,
    seni itu membebaskan tiap elemen di dalamnya untuk berekspresi, menembus ruang dan waktu tapi bukan jadi alat pembelaan untuk menutupi kesalahan yang kita buat. (sori bos, gw enjoy aja dengerin lagu jungle, DnB, punk, ska, metal, reggae, koplo, dangdut or whatever tanpa make drugs!) bukannya sok suci gw cuma pengen bikin antiklimaks dari keselarasan idealisme musik lo sama hidup pribadi lo.Kalo lo bisa selaras gw anggap lo seniman yg sesungguhnya.

    However,
    sori kalo ada kata2 gw yg salah, namanya jg orang bukan malaikat.hehehee
    🙂

  168. […] berjudul Megamix Album: Koplo Goes to Breakcore yang dirilis pun menjadi bahan perbincangan dan debat panjang di forum Wasted Rockers, karena menggabungkan drum n bass / gabber dengan koplo / dangdut […]

  169. halo mas-mase, aku review diskusi ini loh.hehe.monggo masuk link ini http://hore-punya-blog.blogspot.com/2011/12/diskusi-musik.html

  170. […] berjudul Megamix Album: Koplo Goes to Breakcore yang dirilis pun menjadi bahan perbincangan dan debat panjang di forum Wasted Rockers, karena menggabungkan drum n bass / gabber dengan koplo / dangdut […]

  171. po yo tak peker!!!

  172. dear wastedrockers, link unduh album megamix di mediafire nya udah expired…mungkin bisa diupload di IA, karena akan segera diliris megamix vol 2, jadi yang belum tahu vol 1 bisa diarahkan ke link ini 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

 
%d bloggers like this: