ABOUT

overview

I have this theory, that if we’re told we’re bad
Then that’s the only idea we’ll ever have

(Jewel I’m Sensitive)

Wasted Rockers adalah media musik dua bulanan gratis yang berbasis di kota Jakarta dengan format A3, cetak hitam-putih. Didistribusikan di lebih dari 22 kota di Indonesia dengan maksud menjangkau daerah yang kebanyakan sulit mendapat akses informasi musik-musik bagus rekomendasi dari kami. Kami memfokuskan ulasan pada musik-musik yang jarang atau tidak pernah dibahas di media-media besar di Indonesia dari dalam dan luar negeri. Kami selalu percaya bahwa masih banyak musik-musik bagus yang bertebaran di luar sana namun masih sulit terjangkau oleh media yang nantinya akan membantu mereka dikenal ke publik tanpa eksploitasi yang berlebih. Sejak kami semakin merasa lelah dengan kondisi industri musik di Indonesia yang dijadikan bahan lawakan oleh para pemegang modal, kami merasa perlu mengembangkan sayap dengan ikut bercokol di tengah maraknya media lainnya untuk mengenalkan musik-musik yang kami anggap memiliki poin lebih.

history
Semua ini berawal dari Dede, seorang gitaris dari band hardcore asal Jakarta bernama Boycott (1998-2000) dan vokalis/gitaris dari band alt.rock asal Jakarta yang bernama Sunblind (2000-2005), hijrah untuk kuliah ke Bandung pada tahun 2000 demi menuntut ilmu di salah satu institusi pendidikan terbesar di Jawa Barat yang bernama UNPAD. Selain kuliah, menjadi anak kost dan bermain di Bandung, Dede juga memulai membuat fanzine hardcore-punk-metal yang bernama Sersan Zine. Sempat terbit sampai dua edisi (2000-2002), setelah itu Sersan Zine tutup usia. Karena Dede sudah merasa agak jenuh dengan musik-musik keras, maka pada tahun 2003 Dede memulai membuat proyek fanzine lagi yang bernama Wasted Rockers. Orientasi musik yang dibahas lebih condong ke indie-rock. Kala itu Wasted Rockers masih berformat fanzine. Sempat terbit dua edisi, setelah itu vakum karena Dede ingin lebih fokus ke kuliah (yang nyatanya tidak berhasil; tetap saja IPK-nya jeblok terus!)

Akhirnya pada periode akhir 2004, Dede memutuskan untuk kembali menghidupkan Wasted Rockers. Dia pun menulis Wasted Rockers #3, yang formatnya berubah; awalnya berformat fanzine, kini menjadi newsletter (ini dilakukan dengan alasan aktualisasi dan efisiensi). “Pembangkitan” Wasted Rockers ini dilakukan setelah dia melihat geliat scene indie-rock Bandung yang kala itu mulai “memanas”, dilihat dari: scene Classic Rock café, TRL bar, sampai ke scene art & experimental-music di if Venue (yang merupakan tempat favorit Dede kala itu. Dia menjulukinya sebagai “Mekkah”-nya scene musik art/eksperimental di Bandung!). Yang sayangnya semua tempat itu sekarang sudah tidak aktif lagi digunakan.


Dede

Setelah itu Dede bertemu dengan Gembi, seorang seniman-eskperimentalis sejati, mahasiswa rantau asal Jakarta juga, yang notabene adalah teman sekampus Dede di Fakultas Sastra UNPAD. Dede dari jurusan Sastra Rusia angkatan 2000 (sempat merasakan Masa Orientasi Mahasiswa/Ospek yang brutal dan militeristik! Fuck! Kegiatan fasistik yang terorganisir ini dihapus di UNPAD tahun 2001), sedangkan Gembi dari Jurusan Sastra Indonesia angkatan 2001. Meskipun begitu mereka belum begitu akrab, tapi Dede sebelumnya memang sudah tahu Gembi melalui karya-karya seni vandal nan narsis yang selalu terpampang di daerah Jatinangor (ket: daerah perbatasan Bandung-Sumedang, lokasi di mana kampus UNPAD dan daerah “kost-kostan membara” berada) era tahun 2002-2003 (terutama foto Gembi yang a la Mas Boy! Yuck!), dan juga notice akan Pemuda Elektrik, “band sinting” pertama bentukan Gembi, yang tampil di FASA UNPAD pada tahun 2003. Sama halnya dengan Gembi, yang juga notice akan keberadaan Dede melalui flyer-flyer narsis yang juga sering terpampang secara vandal di sekitar kampus UNPAD Jatinangor, juga gig-gig D.I.Y/ilegal yang sering dibuat oleh Dede di kampus mulai tahun 2003. Jadi, takdirlah yang mempertemukan kedua seniman-sastrawan-vandalist-narcistic-art-bomber ini dalam satu wadah! Dan suatu kebetulan; mereka berdua sama-sama KIDAL! (yang pastinya selalu ditanya dengan pertanyaan-pertanyaan basi macam: “Loe makan pake tangan apa? Loe maen gitar pake tangan apa? Loe cebok pake tangan apa? Loe coli pake tangan apa?…” FUCK!)

Gembi (Wasted Rockers co-editor)Gembi

“Duet Maut” antara Dede & Gembi ini berawal di Wasted Rockers di edisi #4, ketika itu Dede lagi males banget nulis, akhirnya dia minta Gembi untuk menulis untuk WR #4. Dan akhirnya di edisi “monumental” #5, Gembi sudah tetap menjadi bagian dari keluarga besar Wasted Rockers! Ini tentunya setelah Dede meminta Gembi untuk bantuin doi. Lagipula, kita berdua mempunyai “misi suci” untuk mencerdaskan scene musik Indonesia dan menjungkirbalikkan Industri Musik Indonesia yang menggelikan ini!

Wasted Rockers Newsletter (format cetak) sudah terbit sampai edisi #15. Sementara ini, vakum untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Wasted Rockers kini lebih fokus di internet, karena masing-masing personel sekarang kesibukannya sudah menumpuk. Lagian khan kalau melalui internet segalanya menjadi lebih efisien dan aktual?  😉

Selain itu kita juga punya divisi record-label, yakni Wasted Rockers Recordings & afiliasi record-store, WR Store.

Wasted Rockers staff (past – present):
Gembi (editor)
Dede (editor / reporter)
Ricky Arnold (fotografer)
Akbar (desainer)
Ageng (penasehat produksi)
Joe (reporter / fotografer)
Dendy “Bomback” Arwana (fotografer)
Refly (reporter & fotografer)
Adit Bujbunen Al Buse (desainer & layout)


13 Responses to “ABOUT”

  1. hui bro, gw lg blajar bikin zine nih, pdf format sih, mungkin mau diliat2?

  2. eksplanasinya bikin gw ngakak sekaligus jadi inget waktu lo berdua jadi macan kampus (??) di Jatinangor…huahahahaha…

  3. Dulu kita berdua bukan Macan Kampus lagi, tapi ud jadi Beruang Kampus! Abis, lulusnya kelamaan!…😛
    Wakakakak!….

  4. Wasted Rockers beredar d malang g?
    Ak terharu-biru liat asal mula klian..
    Hehee..
    Dg bangga ak katakan, “Ak tmn kalian!” ..

  5. Thnx bro!

  6. saya boleh masukin liputan-liputan acara juga ga..heheheh

  7. Boleh bro. Kirim aja tulisan beserta foto2x-nya k alamat imel kami.

  8. ok siap…makasih ath…saya dari bandung…kuliah dikampus jatinangor juga sekarang…heheheh

  9. nuhun pisan atas sarannya kang gembi
    Inysaallah saya perbaikin kekuranganya
    pengen interview akang nih
    kapan ada waktu kosong?
    Gimme – Gimme Indie Rock bikin di bandung dong
    Ngiler ngeliat line up nya super worthed pisan !

  10. wah tanggal 8 kang gembi ke bandung?
    Nonton Deu Galih ya?
    Bisa interview dong di GIM?
    Tapi kalo ga bisa juga ga apa2 lewat YM juga.
    Soalnya saya tanggal 8 ,kayaknya juga lagi ada acara keluraga.

  11. Hi, nice to meet you !

  12. situsna kerenn pisan lur..!
    nuhun

  13. hade uy🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: