Lima Album Terbaik Pillihan: JODI (Nanaba Records)

•02/07/2015 • Leave a Comment

Yes! Inilah rubrik baru dari Wasted Rockers, 5 Best Album (our guest choice). Rencananya bakal bulanan diterbitkannya.

Lima album terbaik sepanjang masa, atau lima album yang sangat mempengaruhi kehidupan para penulis tamu di sini. Entah itu bisa: musisi, seniman, pemilik label rekaman, promotor gig, pengamat musik, jurnalis musik, sound-engineer, dan lain-lain.

Untuk edisi pertama ini, kami mengundang Jodi Setiawan dari label rekaman Nanaba Records, yang juga personil dari band-band indie-pop, Peonies serta Jodi In The Morning Glory Parade.

Mau tahu lima album musik yang paling mempengaruhi Jodi? Simak saja tulisannya di bawah ini:

======================================================================================================================

NAIF – Jangan Terlalu Naif (Bulletin Musik / PT. Indo Semar Sakti, 2000)

Album kedua dari lima pemuda asal Jakarta (saat itu Naif masih berlima). Bukan “Posesif” yang membuat saya sangat menyukai album ini, namun lagu-lagu seperti “Kencan Pertama”, “Selalu”, “Jual Pesona”, dan bahkan track instrumental (“Naif”) yang ditempatkan di akhir album tersebut. Betapa sangat amatlah jarang menyaksikan Naif membawakan lagu-lagu tersebut secara live. Dengar-dengar beberapa waktu lalu mereka membawakan lagu “Kencan Pertama”, namun saya melewatkan momen tersebut.

THE BEATLES – Please Please Me (Parlophone, 1963)

Album perdana dari quartet legendaris asal Liverpool, The Beatles, album yang membuat nama mereka melambung tinggi, dan bukan diisi oleh lagu-lagu yang rumit, dan sangatlah mudah untuk menyukai album ini. track kesukaan adalah: “Do You Want to Know a Secret”, “Misery” & “Anna”.

CLAP YOUR HANDS SAY YEAH – s/t (Wichita, 2005)

Pertama kali menemukan CD band ini adalah di sebuah toko CD terkemuka di Jakarta Selatan. Tertarik dengan cover-nya yang berwarna kuning dengan ilustrasi menarik. Suara vokal dari Alec Ounsworth pun sangat khas. Track penting bagi saya: “Over and Over Again [Lost and Found]” dan “The Skin of My Yellow Country Teeth”!

BELLE AND SEBASTIAN – Dear Catastrophe Waitress (Rough Trade, 2003)

Dibuka dengan sangat manis oleh lagu “Step Into My Office, Baby”, sebuah karya yang indah dari Belle And Sebastian. Hampir seluruh lagunya masuk playlist abadi saya.

ACID HOUSE KINGS – Music Sounds Better With You (Labrador, 2011)

Jagoan Swedish-pop versi saya adalah Acid House Kings, dan album mereka yang saya sangat suka adalah album terakhirnya, yang cukup lama jaraknya dari album mereka sebelumnya. Hampir seluruh lagu mereka bernada ceria, vokal bersautan dan lirik yang sangat mudah dicerna. Apa lagi yang kurang, jika sebuah album bisa kita dengarkan kapan pun dan dalam kondisi apapun.

NAPOLLEON Rilis Rekaman Penampilan Live

•01/07/2015 • Leave a Comment

Band neo-psychedelia potensial asal Bandung, Napolleon, rilis rekaman penampilan live mereka di event Pameran Lab Laba-Laba, Perusahaan Film Negara Jakarta 2015 (Jakarta, 4/4/2015).

Rekaman yang bertajuk Sarsaparilla Love / First Contact ini berisi dua buah lagu baru, yakni “Sarsaparilla Love” dan “First Contact”, yang juga merupakan teaser untuk debut full-lenght dari Napolleon.

Cek rekamannya di atas.

 

Salon Volume 1: Conversation in New Music

•30/06/2015 • Leave a Comment

Salon

Pada kisaran tahun 2007-2010 scene experimental-music di Bandung memiliki semacam gig/workshop rutin di bawah naungan Common Room. Namun kini sudah tidak begitu aktif.

Selang lima tahun, semangat serupa coba dibangkitkan oleh beberapa seniman muda macam: Riar Rizaldi, Bin IdrisBob Edrian Triadi, dan yang sudah senior macam Duto Hardono, melalui sebuah ruang untuk musik eksperimental/sound art di Bandung yang bernama Salon.

Salon Volume 1: Conversation in New Music akan digelar pada Jumat, 3 Juli 2015 di Platform3, Bandung.

Klik ke sini untuk membaca manifesto lengkap dari event/workshop Salon Volume 1: Conversation in New Music.

Out-now: DAUD – s/t EP (2015)

•28/06/2015 • Leave a Comment

Tiga tahun pasca pertama kali kami menulis mereka pada tahun 2012, akhirnya trio doom-metal / stoner-metal muda asal Bandung, Daud, merilis debut EP mereka.

Debut EP dari Daud ini bertajuk Daud (s/t). Dirilis dalam format kaset/tape. Untuk artwork dikerjakan oleh Morrg (Rajasinga / Manstrale).

Direkomendasikan bagi para penggemar classic (70s – 80s) doom/stoner bands: Black Sabbath (tiga album awal mereka), Pentagram, Trouble, Saint Vitus, The Obsessed, Internal Void, The Hidden Hand, Spirit Caravan & Place of Skulls.

Cek juga music-video dari Daud untuk EP ini. Heavy shit.

 

Records Store Day 2015 (wilayah Palembang)

•27/06/2015 • Leave a Comment

Dokumentasi event Record Store Day 2015 di kota Palembang. Cek.

Out now: PENDEKAR CYBORG (2015) comic-book

•24/06/2015 • Leave a Comment

Pendekar Cyborg

* click image to enlarge

Telah beredar, komik Pendekar Cyborg karya Adit Bujbuneng Al Buse. Komik ini mengangkat tema retro-futurist era dekade 80-an.

Pendekar Cyborg merupakan komik pertama di Indonesia yang menggunakan konsep grafik 8-bit / 16-bit pixel-art.

Kolibri Records Perkenalkan Dua Rooster Terbarunya

•23/06/2015 • Leave a Comment

Label rekaman spesialis indiepop asal Jakarta, Kolibri Records, mengumumkan dua buah rooster baru mereka, yakni Gizpel dan Kaveh Kanes.

Kedua band di atas masih dengan sound indiepop kekinian / modern khas rilisan-rilisan Kolibri Records sebelumnya.

Gizpel dari Jakarta-Timur, dan akan merilis debut EP nya bulan Agustus nanti. Sementara Kaveh Kanes berasal dari Yogyakarta, yang juga akan diriliskan debut full-albumnya bulan Agustus nanti oleh Kolibri Records.

Cek lagu-lagu sampelnya di atas dan bawah.

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 139 other followers