Out now: WASTED ROCKERS Vol.1 Compilation!…

•November 21, 2009 • Leave a Comment


Akhirnya, setelah tiga tahun tertunda… Wasted Rockers bekerjasama dengan Yes No Wave Music dengan bangga mempersembahkan:

Various Artists
Wasted Rockers vol.1

Album-tracklist:
01. Monkey To Millionaire – Radio
02. Tigapagi – Sorrow Sound
03. Female Fembot – Lady Widow
04. Ansaphone – Hello Stranger!! (early-version)
05. Karbala Bukan Fatamorgana – Bahtera Jelang Karam
06. Ballerina’s Killer – Testimoni Untuk Dia Yang Kucintai
07. The Gameover – John Robin
08. Rise Upon By You – For You
09. Abort – Coldhand
10. Everybody Loves Irene – Hybrid Moments (The Misfits cover)
11. Hands Upon Salvation – Your False Eulogy
12. Sunblind – Kiamat Kecil
13. Bottlesmoker – How Are You
14. Diabolikanal – Provokasi Manis Kaus Kaki Siswi SMU
15. N.T.A.F – Jessica’s Bungalow
16. 1900 Yesterday – The Romantic Moment In Our Life
17. The Amazing You – Kissing You Through Being Kistna (Bow version)

All music written by each band, except “Hybrid Moments” was originally by The Misfits.

A&R: Dede & Gembi
Compiled by: Wasted Rockers
Released by: Yes No Wave Music
Album-sleeve by: Wok The Rock
Mastering by: Gabriel Gunawan @ Even Flow Engineering

* Download segera album kompilasi dashyat ini secara gratis di situs Yes No Wave melalui menu “blogroll” kami!…

WASTED ROCKERS Vol.1 Compilation: Liner-notes…

•November 21, 2009 • Leave a Comment

Beberapa tahun lalu (2006), kami (Dede dan Gembi) dari Wasted Rockers (WR) berencana mengumpulkan lagu-lagu lokal terbaik versi WR. Dengan konsep lintas genre–yang waktu itu kami tulis “dari indie pop paling letih sampai metal paling berisik”, tentu cuma sebuah metafor bahwa ini akan menjadi tanpa batas, mengingat komposisi ‘diam’ John Cage “4′33” dikomposisi dari suara paling berisik, ultrasonik, sampai tidak terdengar telinga manusia–kami membuka submission untuk siapapun, selama mereka tidak berafiliasi pada label besar atau boleh juga dalam status unsigned, namun terdengar asyik di telinga kami berdua. Peraturan sederhana itu malah kami tambahkan bahwa ini merupakan free submission yang tidak akan membebani siapapun yang akan ikut kompilasi ini.

Kami menjanjikan akan membuat antologi lagu terbaik tersebut dalam bentuk fisik (CD) yang akan menjadi penanda bahwa WR turut berkontribusi mengakomodasi band-band bagus versi kami agar bisa terdengar lebih luas lewat networking kami yang terbatas ini. Ternyata feedback dari pembaca WR sangat besar ketika itu. Banyak materi tidak terduga yang kami temukan dari band antah-berantah ternyata patut diperdengarkan lebih luas. Sedihnya, karena ruang yang terbatas untuk bentuk fisik, kami cuma memilih beberapa band yang benar-benar membawa angin segar di music scene yang underrated di negeri ini. Di saat yang bersamaan WR turut mencari donatur yang potensial sekaligus sponsor agar CD ini dapat dirilis lebih banyak dengan kemasan yang baik.

Di lapangan, tim kecil yang WR buat mengalami hambatan dari soal waktu, kondisi finansial yang terjepit, sampai energi yang seadanya. Berita buruknya adalah kompilasi yang harusnya kami rilis sekitar tiga tahun lalu (2007) itu terbengkalai. Sedihnya lagi, versi cetak WR juga mengalami mati suri bersamaan dengan kesibukan baru di pekerjaan kami masing-masing yang membuat materi-materi band penting tersebut makin teronggok dan bahkan tidak tersentuh. Kini sebagian artis/band yang (harusnya) kami rilis di kompilasi ini semakin besar namanya. Ada yang sudah rilis album profesional, ada yang masuk kompilasi festival musik indie terbesar di Indonesia, ada yang sudah sukses diangkat oleh media-media besar, ada yang sudah melakukan tour ke luar negeri, ironisnya: ada yang bahkan sudah bubar.

Pertemuan kami dengan Yes No Wave saat netlabel ini baru berdiri lewat sebuah momen interview eksklusif di WR dulu ternyata membangun hubungan persahabatan yang intens sampai Wowok, salah satu founder netlabel ini, bersedia menerima pinangan kami untuk merilis kompilasi ini secara gratis akhir tahun ini. Awalnya kami pikir, ini sudah bukan momennya untuk merilis sebuah antologi lagu yang seharusnya dirilis beberapa tahun lalu. Tapi logika terbalik kami malah menolong kami untuk tetap optimis mengenai rilisan ini. Justru karena saat ini sebagian nama mereka sudah besar dan familiar di telinga banyak orang, akan menjadi hal yang menarik kalau ternyata mereka di luar sana yang mengetahui WR seharusnya (kami) merilis ini sejak lama. Mereka akan tahu kalau track yang direkam di sini juga variatif: dari yang lo-fi sampai semi-profesional. Anda akan mendengar versi mereka beberapa tahun lalu.

Sampai kapanpun Anda tidak akan mendapatkan versi fisik kompilasi ini. Tapi dengan semangat Lawrence Lessig-ian yang besar di jiwa kami, akhirnya kompilasi ini dirilis via Yes No Wave. Tulisan ini bisa kalian anggap sebagai apologi penuh karena kami tak mampu merilisnya dalam bentuk CD, namun bagi WR, justru format maya dan bebas transaksi seperti ini akan membantu meluasnya track-track ini secara efektif.

(Gembi)

Compiled by Gembi and Dede

MELLON YELLOW – The Longest Yard (free-single!!!)

•November 20, 2009 • 1 Comment


Mellon Yellow, kolektif shoegazer / noise-pop muda berbakat asal Jakarta ini memang sudah Wasted Rockers amati lumayan lama. Ke depannya, kami yakin mereka akan berbicara banyak di scene lokal. Ketika sekarang banyak terjadi miskonsepsi bahwa post-rock, dreampop, space-rock & ambient = shoegazing-music, maka mereka menunjukkan root dari genre tersebut dengan memainkan classic (early 90’s) shoegazing; indie-rock yang noisy-spacey-atmospheric, heavy-riffs, penuh dengan efek fuzz-tremolo-wah pedals, flat-vocal, & teknik permainan kocokan gitar dengan whammy bar / tremolo-arm.

“The Longest Yard” adalah salah satu lagu dari (upcoming) mini-album Mellon Yellow bertitel Milk Calcium EP, yang akan dirilis akhir tahun 2009 ini. Lagu ini merupakan preview dari manifesto band: perihal rangkaian lirik yang cukup enak untuk didengar dan dibaca, tanpa harus memiliki makna apa-apa. Mellon Yellow merekam Milk Calcium dalam waktu dua bulan untuk merayakan euphoria mereka terhadap keberdayaan sebuah fuzz-box.

Bersama dengan ini, Mellon Yellow melepas single perdana mereka yang berjudul “The Longest Yard” untuk diunduh secara gratis oleh para pembaca setia Wasted Rockers, sebagai sneak-preview untuk debut EP mereka nanti. Ya, sangat kami rekomendasikan, terutama untuk penggemar classic heroes such as: (early) Catherine Wheel, Ride, (early) Moose & My Bloody Valentine.

Mellon Yellow contact:
Phone: 085691996434 (Ridho)
E-mail: ridho_mellonyellow@yahoo.com
URL: www.myspace.com/mellonyellow

Download

Kongsi Jahat: Jalan-jalan (Bandung)!!!…

•November 17, 2009 • 4 Comments

“MacbethXCrooz Indonesian Tour 2009″ live! @ Score! Ciwalk, Bandung. 15 November 2009

•November 17, 2009 • Leave a Comment






* All photos by Ricky Arnold.

Press Release: Tur Kongsi Jahat “Jalan-Jalan” – Dari Jogja Dengan Cinta

•November 16, 2009 • 1 Comment

Belakangan ini, nama Kongsi Jahat Syndicate menjelma menjadi sebuah nama yang sangat familiar. Nama kolektif ini menjadi sandaran puluhan band dalam dan luar negeri untuk menjadi pintu mereka mengadakan pertunjukan di Jogjakarta.

Kisah Kongsi Jahat dimulai ketika hasrat untuk mengorganisasi pertunjukan band-band luar kota mengalir begitu deras. Sejak tahun 2002, mereka sudah berdiri tegak di arena ini dan menyebarkan pengaruh.

Sebagai salah satu poros signifikan industri musik di Indonesia, kota Jogjakarta memang punya pesona tersendiri bagi band-band luar kota untuk disambangi. Nama-nama garda depan scene musik cutting edge lokal Indonesia model Seringai, The S.I.G.I.T., Tika, , Efek Rumah Kaca, dan sejumlah band lain ada di dalam daftar riwayat hidup kolektif ini.
Begitu juga dengan beberapa band punk-rock luar negeri yang memang mengagendakan Jogjakarta sebagai salah satu tempat persinggahan di Indonesia.

Waktu berlalu, dan beberapa orang di kolektif ini menggagas semacam tur balas dendam. Jika biasanya mereka yang mengorganisir pertunjukan, maka kali ini giliran mereka yang menyambangi kota-kota tempat sejumlah kompatriot berdomisili dan memainkan musik.
Tur kolektif ini, menurut jadwal akan mengunjungi tiga kota sekaligus dalam satu akhir pekan; Bandung, Bogor, dan Jakarta.

Dengan nama Kongsi Jahat “Jalan-Jalan”, mereka dijadwalkan akan menjalani tur ugal-ugalan tiga kota ini pada tanggal 20-22 November 2009. Simak bagian bawah tulisan ini untuk informasi lebih lengkap mengenai tur ini.

“Ide dasarnya mucul karena kami sudah cukup jenuh dengan kegiatan yang kami lakukan. Kami membayangkan bagaimana band yang datang ke Jogja bersenang-senang di jalanan ketika mereka main di Jogja. Kami mencobanya untuk sekedar melepas penat, refreshing dan jalan-jalan tentunya,” terang Adi Adriandi dari Kongsi Jahat Syndicate.
“Band-band yang ikut di tur ini adalah manusia-manusia yg sampai saat ini punya intensi untuk membantu semua acara yang kami buat,” tambah Adi lagi.

Tur ini akan diperkuat oleh Mortal Combat, Sleepless Angel, The Southern Beach Terror, To Die, Stronger than Before, dan Hands Upon Salvation.

Jika kamerad-kamerad ini ada di kota kalian, kosongkan jadwal kalian. Luangkan waktu untuk menyaksikan mereka bermain.
Jangan lupa, mereka punya banyak oleh-oleh untuk kalian yang sudi meluangkan waktu.

“Sing penting, ambyar, Jon,” terang Adi dalam Bahasa Jawa. (pelukislangit)

Kongsi Jahat “Jalan-Jalan” akan bermain di:
- 20 November 2009
Bandung
Podjok Ngopi (Maranatha)

- 21 November 2009
Bogor
Villa Nurdin (Puncak)

- 22 November 2009
Jakarta
Rossi Musik, Fatmawati

Untuk informasi lebih lanjut, silakan masuk ke:
http://www.myspace.com/kongsijahatsyndicate
http://www.facebook.com/Kongsi.Jahat.Syndicate

1. SLEEPLESS ANGEL
Sleepless Angel
Sebuah kekuatan candu rock, blues, dan harcore/metal yang bercampur menjadi satu dan mewujudkan semangat apa yang ada dalam band ini sebenarnya. Album pertama mereka Roadtrip adalah bukti eksistensi mereka dalam menebarkan benih-benih modern southern rock di Yogyakarta. Motorhead, Down, dan Everytime I Die hanyalah beberapa nama yang memberikan inspirasi mereka dalam berkarya.
www.myspace.com/sleeplessangels

2. STRONGER THAN BEFORE
Stronger Than Before
Tim hardcore ngebut kacrut-kacrut (begini mereka menyebut musiknya) ini bukanlah nama baru di scene hardcore Yogyakarta. Beberapa personilnya merupakan orang-orang yang telah kenyang asam garam kehidupan di YKHC. Band yang tepat untuk menggambarkan bagaimana seharusnya hardcore dimainkan…fast, energetic, and fun! Direkomendasikan untuk para penggemar HoldXTrue, Shutdown, No Choice In This Matter.
www.myspace.com/stbhxc

3. MORTAL COMBAT
Mortal Combat
Haha! Band paling cepat di Yogyakarta, tim yang sempurna menampar tatanan hardcore standar dengan senyawa kecepatan hardcore/punk 80an, rock n roll 60an, alkohol dan marijuana! :p. Beberapa waktu lalu mereka sempat melakukan tour melewati beberapa negara di Asia Tenggara. Dan setelah merilis beberapa EP dan album, mereka tentunya belumlah kehilangan energi.
www.myspace.com/djmortalcombat

4. THE SOUTHERN BEACH TERROR
Southern Beach Terror
Hmmm..siapa yang tidak mengenal trio gila dibalik segala macam cerita tentang legenda kelautan dan horror-horor B-movie ini?? Semua sudah pasti tau sejauh mana SBT telah membuat gebrakan baru dalam ranah industri musik independen di Indonesia. Dengan gelar satu-satunya band Indonesia yang memainkan surf-rock dengan maksimal, mereka tentunya layak mendapatkan segenap perhatian yang mereka layak dapatkan.
www.myspace.com/thesouthernbeachterror

5. TO DIE
To Die
Band yang selalu mengklaim dirinya sebagai The Most Underrated Band in Yogyakarta ini lebih dikenal sebagai band penebar rilisan daripada band yang eksis dari panggung ke panggung. Bisa dibilang hampir tiap 2 bulan sekali mereka pasti punya rilisan baru..haha. Sebuah band hardcore/punk/crust/grind yang selalu punya bahan gosip di tiap waktu.
www.myspace.com/toxdie

6. HANDS UPON SALVATION
Hands Upon Salvation
Sebuah tim yang memainkan hardcore/metal klasik 90-an yang masih setia dan keras kepala hingga sekarang. Sedang dalam proses
untuk memantapkan diri untuk kembali ke studio dan merekam materi-materi untuk album barunya. Untuk fans Day Of Suffering, Deformity, Liar, dan tentunya Morning Again.
www.myspace.com/handsuponsalvation

Nantikan mereka semua untuk tampil di Bandung/ 20 November 2009, Bogor/ 21 November 2009, dan Jakarta/ 22 November 2009. Karena berikut di 3 kota tersebut mereka akan berbagi canda dan kegilaan…nantikan!

In Memoriam – Comeback To Life

•November 15, 2009 • Leave a Comment

in memoriam - comeback to life
In Memoriam ‘Comeback To Life’ CD (Dy Records, 2009)
Sengaja atau tidak disengaja, tapi sekarang saya bisa menebak kualitas dari satu album hanya dari desain cover-nya. Dan album Come Back to Live dari In Memoriam ini adalah pembuktiannya. Jadi anggapan bahwa “don’t judge book by it’s cover” itu salah tidak selalu benar.

D rilis-pers album ini, meski In Memoriam menulis kalau mereka terpengaruh musik-musik epic, classical dan progresif, tetap saja mereka berbasis pada musik nu-metal. Ya, In Memoriam memang mem-blend musik mereka dengan genre-genre seperti: gothic-metal, power-metal, war-metal, speed-metal, carousel, jazz, progressive-rock, musik timur-tengah, dll, tapi tetap saja terdengar basic nu-metal-nya… Jadi apakah musik nu-metal itu buruk? Tidak sama sekali. Saya pribadi juga fans dari genre musik tersebut. Nu-metal jadi cool kalau dimainkan secara asyik, dan nu-metal menjadi sucks kalau dimainkannya tidak asyik.

Sebenarnya konsep musik dan skill musik dari In Memoriam sudah sangat bagus, sayang, penerapannya tidak sesuai dengan konsepnya; album ini terdengar sangat dipaksakan. Mixing-annya juga kurang rapih: musik dari band kurang menyatu dengan orkestrasi string dari keyboard. Lalu, lirik bahasa Inggris dengan aksen lokal kental yang mengganggu (ket: semua lirik lagu di album ini ditulis dengan memakai bahasa Inggris); masalah klasik banyak band lokal yang ingin “go international”, tapi berakhir menjadi cheesy karena lirik bahasa Inggris yang dipaksakan.

Banyak yang harus dibenahi oleh In Memoriam. Oh tidak, ini album kedua mereka! Seharusnya mereka bisa melakukan lebih dari ini… - Dede
(kontak: www.myspace.com/xinmemoriamx)
Genre musik: “Epic” Nu-Metal, Modern-Rock
Untuk penggemar: System Of A Down, Mudvayne, Evanescence, Faith No More

Coming soon: Village of the Villain #1

•November 14, 2009 • Leave a Comment

Village of The Villain #1
with:
01. DJ URINE (Paris, France)
02. ZOO (Yk)
03. PROLETAR (Jkt)
04. ANEKA DIGITAL SAFARI (Bdg)
05. SERIGALA JAHANAM (Jkt)
06. OBSESIF KOMPULSIF (Jkt)
07. INDIVIDUAL DISTORTION (Jkt)
08. DUCK DIVE (Jkt)
09. MATI GABAH JASUS (Bdg)
10. SHOAH (Jkt)
11. PAHALA (Jkt)
12. MAVERICK! (Jkt)

PESTA MIKRO Vol.3!!!…

•November 12, 2009 • Leave a Comment

Pesta Mikro vol.3

THREE DAYS BLUES: Workshop, Performance, Movie-Screening, Discussion & Music-Clinic @ Ngeumong cafe, Jatinangor. 11 – 14 November 2009

•November 11, 2009 • Leave a Comment

1
=DAY ONE=
11 November 2009: EVERYBODY CAN PLAY THE BLUE!
(OPENING THREE DAYS BLUES + : WITH PERFORMANCE & MOVIES)

Host: Andry ‘Joe’ & Galih Su

19:00 – Preparing with Galih and Joe
19:15 – Roots of Rock and Roll, A Rockin’ History (Movie)
20:30 – Carburator
21:00 – Autism of Blues
21:30 – Primitip
22:00 – Old Paper
22:30 – The History of Jazz, Blues, Ragtime and Dixieland (Movie)

=DAY TWO=
12 November 2009: BLUES: DARI KEBUN KAPAS SAMPAI MUSIK RETRO
(PRESENTASI SEJARAH MUSIKAL + MUSIK KLINIK)

KONSEP:
Blues: Dari Kebun Kapas Sampai Musik Retro, adalah judul yang dipilih untuk presentasi sejarah Blues yang akan dipresentasikan oleh J. Kondoi. Menyangkut Sejarah Musik Blues.

Host: Galih Su & Andry ‘Joe’

19:00 Opening (Akustik) Musik Folk/Country/Gospel (30 menit)
19:30 Presentasi Sejarah Musikal Blues. Oleh: J. Kondoi
20:30 Let’s Talk To The Blues (Discussion)

OUR HONOURABLE SPEAKERS:
- Hari Pochang (Musisi Senior, Saksi Sejarah & Fotografer)
- Hadi Pramono (Pengamat & Penulis Musik, Penyiar Program Blues Mara 1991- sekarang)
- Anton (Pengamat & Kolektor Musik – Film)

21:30 Power To The People Blues
(Peserta workshop yth dipersilahkan bertanya & berkomentar)
22:00 MUSIC CLINIC: How to Play the Blues and Stay Alive (Music Clinic)

- G Mee (Ex-Time Bomb Blues)
Bermain Slide Guitar. Bermain gitar Open Tune yang variatif.
- Hari Pochang & Iyay (BadBoyzBlues)
Kiat jitu bermain harmonika dengan baik dan merdu.
- Budi Arab (Ex-Time Bomb Blues)
Keajaiban bermain gitar elektrik dari Buddy Guy sampai Jimi Hendrix.
- J Kondoi (Ex- BadBoyzBlues)
Vokal

23:00 Jamming Till Blues (Everybody Plays the Blues)
00:00 End

=DAY THREE=
13 November 2009: THE UNSEEN BLUES
(DISKUSI)

Pawang Acara: Joe & Galih

19:30 Opening (Acoustic)
20:00 The Unseen Blues by J Kondoi (Blues Presentation II)
20:45 Let’s Talk To The Blues (Discussion)

OUR HONOURABLE SPEAKER:
- Irfan Amalee (Editor, Mizan)
- Hari Pochang (Musisi, Saksi Sejarah & Fotografer)
- Hadi Pramono (Pengamat & Penulis Musik, Penyiar Program Blues Mara 1991- sekarang)
- Adrian Adioetomo (Musisi)

END: Blues Reservation
Teater (Teater Awal UIN) & Musik Blues

=DAY FOUR=
14 November 2009: EVERYBODY GETS BLUES!
(BANDS PERFORMANCE)

20:00 – Luke and The Santiago’s
20:45 – Adrian Adioetomo
21:30 – Tabrak Lari
22:15 – Tah Geuningan Blues Band feat. Theatre Awal UIN, G mee (Time Bomb Blues), John Martono, Iyay
23:00 – Jamming till’ drop
00:00 – End