UMAHUMA adalah konsep gig musik Folk yang mencakup World (ethnic music), American Country, Country Jazz, Blues Folk, Lyrical Folk, dan yang termuda: Indie-Folk (Di dalamnya sudah mencakup Folk-Punk, dan Experimental-Folk) serta cabang-cabang musik Folk secara luas yang disimak dengan performa dari setiap performer musik Folk.
UMAHUMA berasal dari kata Uma dan Huma; memiliki arti yang sama yakni: Rumah. Uma sendiri dikenal secara luas hampir di seluruh Asia, memiliki arti: Rumah atau Ibu. Umahuma pada konsep ini berarti: Kampung Halaman atau Alam Sekitar.
Konsep ini sangat dekat dengan Folk yang memiliki tradisi mendongeng dalam segi musik maupun lirik mengenai rumah atau lingkungan tempat hidup. Uma atau Ibu: (M)-other; adalah bahasan utama yang memiliki porsi paling dekat dengan musik Folk yang membahas: Alienasi, Cultural Shock, atau kata The (M)-other tersebut.
Pada bulan 26-27 Februari nanti di Jatinangor, tepatnya di Ngeumong Café, Galih (Deu’ Galih) & Dede dari Wasted Rockers dan akan menggelar pertunjukan musik khusus world-music / ethnic / folk / folk-influenced.
Tentunya agar tetap terasa update dengan perkembangan jaman, konsep dari pertunjukan ini tetap digabung dengan unsur-unsur kekinian / kontemporer. Jadinya digabung, unsur tradisional dengan unsur modern. Pertunjukan ini bertajuk “Uma Huma” (ket: yang diambil dari bahasa Sunda yang berarti ‘Kampung Halaman’). Mengundang empat kelompok / musisi etnik (maupun yang ethnic-influenced). Mereka adalah…
Penampil:
1. THE TREES AND THE WILD (www.myspace.com/thetreesandthewild)
Trio indie-folk / folk-rock ternama asal Ibu Kota. Debut-album nya yang bertitel Rasuk banyak mendapat sambutan positif dari pers musik lokal maupun dari para penikmat musik lokal (musik yang bagus tentunya).
2. DUCK DIVE (www.myspace.com/duckdivemusic)
Proyek solo electronic dari Gonzo; seniman musik asal Jakarta, yang memainkan world-music / ambient / tropical / psychedelia yang menghanyutkan dan memabukkan. Sudah pernah ikut berpartisipasi dalam album kompilasi sound-artists sedunia, yang dirilis oleh record-label dari USA. Musikalitas dari Duck Dive pun sudah diakui oleh banyak musisi experimental / sound-artist lokal. Selain itu, Gonzo juga adalah owner dari net-label Stone Well Sound Records.
3. AKU
Proyek performance-art / musik-teaterikal dari Fathan (Kishy / The Crowded Room / Avenue / N.T.A.F). Saksikan pertunjukan audio-visual dari AKU yang bakal membawa kalian ke alam pikiran seorang Fathan!…
4. DEU’ GALIH (www.myspace.com/deugalih)
Soloist lokal favorit kami untuk musik folk / ballad / acoustic, yang baru saja merilis box-set diskografinya secara gratis, dan berhasil mencuri perhatian dari penikmat musik independen lokal. Untuk penampilannya kali ini Deu’ Galih akan berkolaborasi dengan beberapa musisi lokal. Jadi jangan sampai terlewatkan!…
5. SANGGAR MOETEKAR
Sanggar teater dan grup musik gamelan lokal. Siap menyuguhkan pertunjukan etnikal Sunda yang menarik di hadapan kamu!…
6. RIZAL ABDUL HADI (www.myspace.com/lagurizalabdulhadi)
Soloist folk / ballad / acoustic asal Bandung yang banyak mengangkat tema-tema lingkungan hidup dan unsur kelokalan.
7. KARNATRA (http://www.myspace.com/wearekarnatra)
Band generasi baru indie-folk / folk-rock / baroque-pop asal Jakarta yang harus kalian simak.
26 & 27 Februari 2010
Pukul 19:00WIB s/d 22:00WIB
NGEUMONG Cafe & Library
Jl. Raya Jatinangor no.235
Jatinangor
















Recent Comments