Nada Buaian Tidur Dari HUMIDUMI

•22/07/2014 • Leave a Comment

HumiDumi

Surabaya saat ini banyak bermunculan band-band segar dan patut disimak, salah satunya adalah HumiDumi.

Band akustik / indie-folk ini berasal dari kota Surabaya. Berdiri sejak akhir tahun 2012.

Pada tanggal 20 Juni 2014 kemarin, HumiDumi baru saja merilis debut EP mereka bertajuk I am Ij Sin A.

Dengan musik akustik yang menenangkan serta vokal yang sensual ala vokalis-vokalis wanita di band Nouvelle Vague, Elsiane dan Angus And Julia Stone, membuat band ini patut kalian cek.

Rencananya band ini akan melakukan tur. Doakan saja sampai ke kota kalian.

Various Artists – Delicatessen: A Poptastic! Compilation (Poptastic! Records, 2002) revisited

•20/07/2014 • 2 Comments

This slideshow requires JavaScript.

Memang musik “Alternative” meledak di AS dan Inggris semenjak akhir 80-an hingga awal 90-an, banyak band-band underground-alternative dari sana mendadak terkenal dan populer setelah direkrut oleh label major.

Namun gaung alternative-music ini betul-betul sampai di Dunia Ketiga seperti Indonesia ini adalah pada tahun 1994, terutama setelah kematian Kurt Cobain dan booming-nya band-band alternative versi MTV (dengan band-band Britpop & Post-Grunge).

Pada era 1991-1993 di Indonesia masih tren band-band hair-rock / ballad-rock / thrash-metal, bukan grunge ataupun alternative-rock. Harap maklum, negara Dunia Ketiga pada era pra internet. Jadinya agak telat mengikuti tren musik.

Di Indonesia sendiri pada era keemasan alternative-music ini muncul banyak band yang memainkan musik tersebut. Label major pun tak mau kalah, dengan juga merekrut band-band alternative lokal (masih ingat khan dengan banyaknya band-band underground-alternative lokal era 1995-1999 yang sign ke major label?).

Scene indie / underground-alternative Indonesia saat itu pun masih berusia muda. Meski sudah banyak yang masuk ke label besar, namun infrastrukturnya masih belum kuat; label indie, promotor gig, fanzine / media pun masih sangat sedikit sekali keberadaannya.

Barulah mulai dekade 2000-an scene alternative lokal yang beneran “indie” dan “underground” mulai bergeliat; internet memudahkan segalanya (baik itu untuk mencari informasi, referensi dan meng-order rilisan-rilisan luar).

Para periode ini infrastruktur scene indie-underground lokal sudah mulai tertata; band-band mulai muncul dengan gaya musik variatif, gig-gig di venue kecil mulai eksis (tidak seperti di era 90s, yang melulu gig matinee, acara di tempat besar, band pengisi acara jumlahnya ada puluhan dan mayoritas adalah cover-bands), penonton sudah mulai teredukasi dan fanzine-fanzine yang mengangkat tema indie-underground pun juga sudah bermunculan.

Pada tahun 2002 band-band indie (atau “indies” sebutan khas versi lokalnya) mulai banyak merilis secara independen album mereka. Salah satu highlight scene indies dari periode tersebut adalah album kompilasi Delicatessen: A Poptastic! Compilation.

Sebenarnya album kompilasi ini juga pernah diulas di fanzine Wasted Rockers edisi perdana format cetak yang terbit awal tahun 2003.

Album kompilasi Delicatessen: A Poptastic! Compilation dirilis oleh sebuah label asal kota Bogor bernama Poptastic! Records, dan diisi oleh 12 band Bandung-Jakarta.

Tahun 2002, ketika sedang dalam agenda ‘belanja kaset bulanan’, saya menemukan kaset ini di display Riotic Distro, Bandung. Tanpa pikir panjang, saya pun langsung membeli album ini.

Sekarang, 2014, tak terasa sudah 12 tahun pasca perilisan pertama kalinya album Delicatessen: A Poptastic! Compilation.

Album ini masuk kategori klasik? Itu jelas. Terutama jika melihat waktu rilis dan band-band pengisi-pengisinya yang banyak menjadi besar dan berstatus ‘cult’.

Di album ini Mocca belum mengeluarkan debut album mereka (yang kemudian meledak di mainstream), Santa Monica musiknya juga masih indiepop (belum menjadi indietronica, yang kemudian album Curiouser and Curiouser dari mereka juga meledak pada tahun 2008), saya pertama kali tahu The Upstairs juga dari album ini (mereka pada periode ini juga belum punya album, kini The Upstairs adalah salah satu band indie terbesar di Indonesia), raja shoegazer lokal The Milo di sini juga belum merilis album, yang kemudian diikuti oleh band-band indie lokal penting lainnya macam The Sweaters, Gorgeous Smile, Eta, Blossom Diary, serta proyekkan indie-rock yang terlupakan dari anak-anak punk Nudist Island, Hark Its A Crawling Tar-tar, Kontrasosial, dll saat itu dengan nama Modestic.

Delicatessen: A Poptastic! Compilation, rilisan penting untuk scene ‘indies’ lokal. Period.

=========================================================================================================

Artist: Various Artists
Album title: Delicatessen: A Poptastic! Compilation
Year: 2002
Label: Poptastic! Records
Country: Indonesia
Catalogue: Pop 02
Genre: Alternative
Style: Indiepop / Indie-Rock / New-Wave / Shoegazing / Britpop

Side A:
01. Mocca – Me & My Boyfriend (acoustic version)
02. Santa Monica – Rubin
03. The Milo – Broke (demo version)
04. Supernova – Sunset
05. Kamehame – 8.14
06. The Upstairs – Antah Berantah (early version) *

Side B:
07. Blossom Diary – She Will Never Come Home
08. Silica – My Sunday
09. The Sweaters – Ordinary Girl *
10. Modestic – I Dont Care *
11. Eta – Selama Ia…
12. Gorgeous Smile – Hingga *

DOWNLOAD (via missfairyfloss)

* track tidak ada di dalam folder

SHAGGY DOG Dirikan Label Rekaman Sendiri

•19/07/2014 • Leave a Comment

Doggy House Records

Band ska ternama asal Yogyakarta, Shaggy Dog, mendirikan record-label sendiri bernama Doggyhouse Records.

Untuk rilisan perdananya, Doggyhouse Records merilis sebuah album kompilasi berjudul Doggybarks Compilation vol.1.

Kompilasi yang berformat CD ini berisi 13 band Yogyakarta seperti: Shaggydog, Something Wrong, FSTVLST, Serigala Malam, Sangkakala, DPMB, Everyday, Gerap Gurita, Morning Horny, Rabu, Summer In Vienna, WVLV, dan Indigo Moon.

Kita nantikan saja kapan album kompilasi ini bakal dirilis.

Info lebih lanjut:
doggyhouserecs@gmail.com
http://doggyhouserecords.bandcamp.com
https://soundcloud.com/doggyhouse-records
https://www.facebook.com/DoggyhouseRecs
www.doggyhouserecords.tumblr.com

Eks Kibordis SORE Akan Rilis Album Solo

•19/07/2014 • Leave a Comment

Mondo Gascaro

Pasca mengundurkan diri dari SORE, Mondo Gascaro, berencana untuk merilis album solo.

Pasca pengunduran dirinya dari posisi kibordis di SORE, Mondo banyak memproduseri penyanyi solo/band melalui label rekaman yang ia miliki, Ivy League Music. Selain itu, ia juga sibuk menggarap jingle iklan dan scoring film.

Sebelum merilis album full, Mondo akan terlebih dahulu merilis dua buah single, sebagai teaser.

Di album ini pun ada beberapa musisi tamu yang turut membantu Mondo.

Ya kita nantikan perkembangan selanjutnya dari album solo Mondo Gascaro ini.

Info lebih lanjut:
https://twitter.com/Odnomar
https://www.facebook.com/mondo.gascaro

Coming-soon: DJIWO – Cakra Bhirawa (2014)

•16/07/2014 • Leave a Comment

Segera rilis album debut dari Djiwo, yang berjudul Cakra Bhirawa. Album ini dirilis co-release oleh Persetan Records dan The Trve Production. Rencananya album ini akan dirilis pada bulan Agustus 2014.

Djiwo adalah proyek solo dari Djiwo Ratriarkha, vokalis dari band black-metal sepuh asal kota Solo, Makam.

* video oleh Anarcho Brothers

RAYHAN SUDRAJAT – #KnockKnockSession (pt.1)

•15/07/2014 • Leave a Comment

Lupakan aksi kontroversial Ahmad Dhani yang baru-baru ini ia lakukan. Tapi tak bisa kita pungkiri bahwa karya-karya besutan Dhani untuk Dewa 19 era album Dewa 19 (1992) hingga Bintang Lima (2000) adalah masterpiece.

Tapi di sini kita membicarakan Rayhan Sudarajat. Pasca tur solo yang ia lakukan pada awal tahun ini, Rayhan membentuk band pendukung untuk penampilan solonya.

Bersama dengan band pendukungnya ini, Rayhan membuat program bernama #KnockKnockSession. Di program ini Rayhan beserta band tampil di tempat-tempat yang non music-venue.

#KnockKnockSession kali ini mengambil tema tribute to Dewa 19. Rayhan dkk di sini meng-cover lagu “Cinta Kan Membawamu”, “Risalah Hati” & “Roman Picisan”.

Venue: Dago Resort & Graha Nirwana (Bandung)

ANDA: dari Bunga hingga ke MataJiwa

•14/07/2014 • Leave a Comment

Anda Perdana

Anda Perdana mungkin adalah salah satu dari sedikit musisi lokal era 90-an yang mampu bertahan hingga sekarang dan masih aktif berkarya.

Mulai dikenal sebagai gitaris dari band Bunga, hingga menjadi pengisi album soundtrack film Ada Apa Dengan Cinta? yang melejitkan namanya sebagai seorang solois.

Berikut adalah semacam diskografi (tak lengkap) dari Anda Perdana, yang kami tampilkan dalam bentuk esai video.

BUNGA:
Bergabung di album kedua Bunga, Ojo Ngono (1999), sebagai gitaris & backing-vocal, di saat band hard-rock / funk-rock / grunge tersebut berusaha melepaskan diri dari imej almarhum Galang Rambu Anarki yang lekat di album pertama mereka, Untukmu Galang (1997).

“Ojo Ngono” | Ojo Ngono (Musica Studio, 1999)

SOUNDTRACK FILM:

“Tentang Seseorang” | V/A | OST Ada Apa dengan Cinta? (Aquarius Musikindo, 2002)

“Menghitung Hari” | V/A | OST Heart (Aquarius Musikindo, 2006)

“Padhang Bulan” | V/A | OST Rayya, Cahaya Diatas Cahaya (MAM Productions & Pic[k]Lock Films, 2012)

ALBUM SOLO:

“Dalam Suatu Masa” | In Medio (Sendiri Records, 2008)

“Biru” | In Medio (Sendiri Records, 2008)

KOLABORASI:

“You Are My Star” | Andezzz | s/t (WoofWoofBeat, 2009)

“Dia Sahabat” | Melanie Soebono | Time Alone with You (2010)

MATAJIWA:

“1” | Album 1 CD1 (Masak Suara, 2013)

“Semesta” | Album 1 CD2 (Masak Suara, 2014)

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 120 other followers