Hit The Switch!…

•July 5, 2009 • Leave a Comment

Hit The Switch

Hertz Dyslexia: The S.I.G.I.T. Yang ‘Bermain-Main’

•July 5, 2009 • Leave a Comment

The Super Insurgent Group of Intemperance Talent (The S.I.G.I.T.) kembali lagi dengan sebuah album baru. Debut album mereka, Visible Idea of Perfection, dirilis tahun 2007 yang lalu. Lebih dari dua tahun kemudian, tahun 2009, mereka merilis Hertz Dyslexia.

Banyak yang terjadi sepanjang tiga tahun itu. Salah satunya, mereka menjelma menjadi salah satu unit rock n’ roll paling trengginas di Indonesia. Sejumlah tur internasional mampir ke dalam karir mereka, selain tentunya berkeliling tanpa henti ke puluhan kota di Indonesia. Semuanya, dilakukan karena musik rock versi mereka ternyata punya kapling khusus di hidup banyak orang.

Hertz Dyslexia adalah tahapan selanjutnya dari perjalanan The S.I.G.I.T. Mereka kembali hadir, dengan sebuah rilisan yang secara materi memberi banyak kejutan kepada mereka yang mendengarkannya.

“Ini sesuatu yang baru, sesuatu yang belum pernah kita bikin, dalam artian pendekatan musik. Sampai-sampai kita juga ngerasa sulit untuk mendeskripsikannya. Walaupun ada beberapa lagu lama, Hertz Dyslexia adalah wajah baru dari ide kami,” terang Rektivianto Yoewono, biasa dipanggil Rekti, vokalis sekaligus gitaris The S.I.G.I.T.

“Hertz Dyslexia merupakan sketsa kasar full album kedua kami,” timpal Farri Icksan Wibisana, biasa dipanggil Farri, gitaris.

Selain Rekti dan Farri, The S.I.G.I.T. diperkuat juga oleh Donar Armando Ekana (Acil), drummer dan Aditya Bagja Mulyana (Adit), pemain bas.

Perjalanan panjang selama beberapa tahun belakangan ini membawa banyak perubahan pada tubuh orang-orang yang tergabung di dalam band ini. Mereka mengukir banyak hal baru sebagai sebuah mesin bermusik sekaligus menggambar arah baru perjalanan panjang mereka ke depan. Sudah jelas, Hertz Dyslexia, berbeda jauh dengan Visible Idea Perfection, kuku dasar yang berhasil mereka tancapkan dengan begitu dalam di wajah industri musik rock Indonesia.

“Pendekatannya berbeda. Bisa dibilang tidak ada limit. Atau bisa dibilang berusaha keluar dari kebiasaan dan pakem standar. Mungkin lagu-lagu di Visible Idea of Perfection bisa langsung menempel sekali dengar. Lagu-lagu di Hertz Dyslexia membutuhkan kemauan mendengar dan memperhatikan. Secara tidak langsung kami meminta pendengar untuk memperhatikan. Itulah kenapa pola-pola shout pada Visible Idea of Perfection tidak ada di Hertz Dyslexia. Kami berusaha membuat lagu secara utuh dan menyeluruh. Tidak hanya mengandalkan hook catchy yang hanya berlangsung beberapa detik,” terang Rekti lagi panjang lebar.

Farri tidak kalah menimpali lagi, “Pola aransemen lagu di Visible Idea of Perfection didekonstruksikan di Hertz Dyslexia dengan tujuan untuk menghasilkan suatu aransemen yang unpredicted tetapi tidak berkesan rumit. Terdapat perbedaan karakter sound instrumen dan vocal serta ambience lagu di Hertz Dyslexia. Hal ini sejalan dengan ekplorasi terhadap alat dan metoda rekaman.”

Sekedar catatan, proses mastering untuk rekaman ini dilakukan di Australia, negara yang juga menyambut dengan tangan terbuka kehadiran The S.I.G.I.T.

Dengan penjelasan panjang lebar di atas, sudah bisa ditebak dengan sangat mudah; Hertz Dyslexia adalah simpangan baru yang coba diciptakan oleh The S.I.G.I.T. Simpangan itu memberi warna baru yang bisa jadi belum pernah didengar oleh banyak orang. Hertz Dyslexia adalah The S.I.G.I.T. dalam wajah baru, wajah yang sepenuhnya lebih matang dan jauh lebih segar sebagai sebuah band.

Mereka sedang bermain-main dengan musik mereka dan dengan tangan terbuka mengundang orang banyak untuk masuk dan menikmati konstruksi musik rock yang unik. Satu hal yang baru, satu hal yang belum pernah dilakukan oleh band ini sebelumnya.

Jujur saja, perlu keberanian ultra besar untuk melakukan hal ini. Di umur yang masih belia, perubahan ekstrim adalah tantangan tersendiri. Dan hanya band yang punya nyali begitu besar yang berani melakukannya di album ketiga mereka.

“Ini diawali kebosanan kami terhadap pola dinamika lagu yang straight forward dan gampang tertebak bagian per lagunya. Mungkin bagi sebagian orang materi di Hertz Dyslexia terkesan ‘bermain-main’, tapi semua aransemen lagu kami buat berdasarkan grafik emosi, flow dinamika lagu, dan tidak main-main tentunya,” tutur Farri.

Ada dua lagu lama dari Visible Idea of Perfection yang diaransemen ulang di album ini; “Nowhere End” dan “All the Time” yang judulnya diganti menjadi “Midnight Mosque Song”. Selain itu, sejumlah materi demo awal mereka juga berhasil menemukan aransemen final dan masuk ke dalam album ini, selain tentunya melewati sebuah ujian internal untuk ada di dalam kategori layak rilis.

“Lagu-lagu stok lama itu sebenarnya belum pernah selesai digubah. Akhirnya kami gubah dan berubah total menjadi sesuatu yang lain. Dan kami merasa inilah saatnya untuk mengeluarkan dan memperdengarkan ke orang lain. Saya rasa effortnya hampir sama dengan membuat lagu baru,” jelas Rekti kenapa mereka memutuskan untuk memasukkan banyak lagu lama ke dalam rilisan ini.

Tentang dua lagu dari Visible Idea of Perfection yang direkam ulang, mereka punya penjelasan yang sangat masuk akal.

“Alasan utamanya adalah bentuk awal dari kedua lagu tersebut. Ada sesuatu yang hilang setelah direkam dalam Visible Idea of Perfection. Terutama ‘Midnight Mosque Son’g. Ada feel yang saya rasa hilang dan bertolak belakang dengan All The Time dan saya merasa perlu menggali kembali hal tersebut. Sedangkan ‘Nowhere End’ direkam secara mendadak dari sisa waktu studio. Ide awalnya lagu ini menggunakan tipikal sound dan beat drum sampling dan itu yang kami kerjakan,” jelas Rekti.

Selain itu, mereka juga dengan sangat ciamik, berhasil membawakan “Only Love Can Break Your Heart”-nya Neil Young dengan begitu anggun. Lagu ini, tanpa bisa didebat, merupakan representasi band rock yang komplit; tetap terdengar garang ketika menyanyikan balada cinta. Suara Rekti di lagu ini merupakan salah satu highlight paling penting sepanjang karir band ini.

Yang satu ini, sangat rugi untuk dilewatkan begitu saja. Hertz Dyslexia adalah jembatan yang sangat kokoh untuk menuju ke tahap lanjutan karir The S.I.G.I.T.

“Kalau diibaratkan ke dalam komposisi elemen titik, garis, dan bidang; kami sekarang sedang menjadi elemen garis. Garis tersebut masih terus memanjang pararel membentuk suatu horizon dan ujung-ujung garis tersebut belum saling bertemu untuk membentuk suatu bidang,” undang Farri untuk terus menerus masuk ke dalam perjalanan panjang mereka yang terus dipacu dalam kecepatan tinggi menuju masa depan.

Rekti menambahkan, “Saya merasa berada di ambang suatu batas. Dan saya merasa harus kerja keras lagi untuk menembus ambang batas tersebut. It’s not definitely a comfort zone.”

Setelah album ini, The S.I.G.I.T. juga bersiap untuk merilis DVD konser sold-out mereka tahun 2006 yang lalu dan tentu saja bersiap untuk merilis album penuh berikutnya. “Album baru direncanakan akhir tahun ini. Ambisi saya tiap tahun merilis sesuatu yang baru,” tutup Rekti.

Hertz Dyslexia sudah beredar luas. Dapatkan segera! (pelukislangit)

ROCKISNOTDEAD: MAGNETIC! “Your Local Scene Needs You” 19, 20, 21 Juni 2009 @ Borobudur Plaza Jl. Magelang, Jogjakarta

•July 5, 2009 • Leave a Comment

1

Pada dasarnya MAGNETIC! merupakan selebrasi ulang tahun yang ke-3 dari www.rockisnotdead.net (RIND). Bekerja sama dengan Dead Boys Komunal dan Jogja Force, kemudian menjelmakan sebuah mega-project yang berlangsung selama tiga hari (19 – 21 juni) berturut–turut dengan menampilkan tiga sesi pementasan musik. Sesi pertama adalah band-band elektronik lokal (Electronic Day 19 juni): Heygoodboy, The Stoplichthen, Bagaikan, Midijunkie, S.O.A.C, OH, NINA!, Uma Gumma, Belkastrelka, LEnrico, DJ Dash, dan DJ Latex. Sesi kedua band-band cutting-edge (Scandal Session 20 juni): Lampukota, Sleepless Angel, Serigala Malam, Jenny, Dojihatori, Sangkakala, DOM 65, dan Nervous. Ditutup dengan pementasan musik exsperimental (Rare and Raw Session, 21 Juni): Cranial Incisored, Zoo, Anggisluka, Seek Six Sick, LastKissToDieOfVisceroth, dan Cangkang Serigala.

2

Waiting-room The Club disulap menjadi ruang pameran grafis dan video, MAGNETIC memboyong karya-karya milisi para artis grafis bagi band-band cutting-edge: Farid Stevy, Annasign, Uji Handoko a.k.a Hahan, Wok The Rock, Baron Araruna, Didit Gravedigger, Wedhar Riyadi, Hyd Aries a.k.a Komeng, Heirda V, Gde Khrisna, Ign Ade, Rully Sabhara, Taufan, Ican Harem, Ahmad Oka, Dito Terangin, dan komunal pengidap sakau digital, Jogja Force. Masih ditambah dengan pemutaran beberapa video klip dari V-klip maker lokal: Dedy AvenueVideo, Video Robber, Anjum Fauzi, Jimmy Mahardhika, dan TherapyUrine. Hal tersebut adalah wujud sadar bahwa musik adalah kutub poros bagi senyawa-senyawa yang melingkarinya: grafis, video, dan media dilarutkan bersama, bersinergis dalam satu acara. Silahkan mungkir! jika anda sibuk membela “don’t judge the book by it’s cover!” Jika track demi track adalah berupa amunisi timah panas, maka artwork adalah pelatuk julur ledakan dari karya musikal!…

3

MAGNETIC telah menjadi ajang yang mengasikkan untuk saling bertemu, mengenal, dan bersenang-senang bersama (jika metoda diferensiasi genre masih dijadikan tumbal dakwa separasi antar scene yang padahal memiliki esensi sama, creating good scene for good music). Meskipun secara teknis masih banyak yang perlu dibenahi pada acara ini seperti penjadwalan rundown, publikasi, set panggung, dan koordinasi pihak-pihak yang terkait (artis, panitia, sponsor, dan pengunjung), tapi secara keseluruhan mood acara ini asyik. Sedikit banyak mampu menjadi pemertegas bahwa para desainer/Vklip maker/musisi/band lokal Jogja layak diidolakan.

4

Semoga upaya untuk mewujudkan event serupa menjadi event rutin dapat terwujud, tentunya dengan dukungan kawan-kawan

5

Reported by: bandeng / RIND

Photos by RIND docs

KELELAWAR MALAM Live! @ Rossi Music, Fatmawati, Jakarta. 2 Juli 2009

•July 3, 2009 • Leave a Comment

KM1KM2KM3KM4KM5

* All photos by Dede.

All You Need Is… SOMNYFERA!

•July 3, 2009 • Leave a Comment

Somnyfera

Bayangkan kalau diri kamu sedang berjemur di tepi pantai sambil mendengarkan lagu “You Can Have It All” dari Kaiser Chief atau track-track retro-tropical dari Stereolab di earphone, dan tiba-tiba saja seorang gadis cantik seksi nan menggoda a la Scarlett Johansson atau Megan Fox lewat di depan mata kamu dengan hanya memakai bikini!… Surga dunia bukan? Hehe… Excited, begitulah mood Dede ketika pertama kali mendengarkan musik dari Somnyfera! (well, agak sedikit lebay sih memang… :P )

Oke, lupakan saja perumpamaan yang berlebihan dari saya di atas! Somnyfera (www.myspace.com/somnyfera) adalah salah satu band indie-rock lokal yang wajib untuk kalian dengarkan! Berdiri di Bandung di tahun 2004, namun banyak materi yang sebenarnya sudah ditulis sebelum band ini terbentuk, yakni pada tahun 2000-2003. Somnyfera sendiri berarti obat tidur (berdasarkan kamus ilmiah kontemporer). Juga merupakan nama latin dari tanaman obat tradisional India. Somnyfera adalah band proyek dari: Valchon / bass & vocal (dari begundal noise-rock Neowax, juga dari kolektif twee-pop Anne Marie) dengan Dikei / guitar & vocal (dari noise-pop/indie-rock trio Sorra). Selain itu juga ada Reza / drums, dan dua orang personil wanita, yakni Citra / guitar & vocals dan Dyan / guitar.

Somnyfera - Somnyfera EP

Somnyfera di sini  memainkan indie-rock manis dengan pengaruh kuat unsur space-rock; delay-flanger-tremolo-fuzz guitar… spacey/dreamy-sound. Sedikit jangly guitar, male-female harmony-vocals. Terdengar juga pengaruh dari early 90’s shoegazers… shambling. Tidak lupa unsur noise, sebagai bukti kekaguman mereka akan scene 80’s New York no-wave. Yes, direkomendasikan untuk penggemar: (early) Moose, (early) Mew, Dinosaur Jr, Modest Mouse, Broken Social Scene, (late) Smashing Pumpkins, (early) My Bloody Valentine, Cascade (Bandung) & Sorra (Bandung).

Bersama dengan ini, Somnyfera juga mempersilahkan para pembaca Wasted Rockers untuk mengunduh Somnyfera EP secara gratis! Jadi, apakah kalian akan merasakan pengalaman yang sama dengan saya?… :D

Download

Gosip: PEMUDA ELEKTRIK Reuni di Akhir Tahun 2009!…

•July 1, 2009 • Leave a Comment

Pemuda Elektrik

Ya, akhir-akhir ini terdengar kabar-angin & kabar-burung kalau Pemuda Elektrik, grup noise / performing-art asal Bandung akan melakukan reunion-gig! Puji Tuhan… Bahkan Dede dari Wasted Rockers membuat slogan keras yang ditujukan kepada mereka: “Pemuda Elektrik reunion or die!…” :D

Bagi kalian yang masih awam akan grup ini, well, Pemuda Elektrik adalah salah satu eksponen awal dari noise-music movement (ket: bukan noise-rock –ed) di Indonesia. Jauh sebelum noise-music didengar oleh banyak orang di Indonesia, juga jauh sebelum bermunculannya band-band lokal so-called “Experimental” (well, genius sometimes visioner –ed). Grup ini sudah bubar di akhir tahun 2005 kemarin.

Sekarang Gembi dan Ageng (core-duo of Pemuda Elektrik) melanjutkan kejahilan mereka akan musik di Sungsang Lebam Telak, sebuah avant-jazz unit-trio, yang ditambah dengan seorang drummer cabul yang bernama Dani dari Psychedelic Urban Romances dan Dastardly And Nebolous Ignorant.

Buat para fans dari Pemuda Elektrik: nampaknya kalian harus membuat petisi yang berisi 3000 tanda-tangan atau cap darah (seperti yang dilakukan oleh ormas-ormas sayap kanan garis keras) dengan medium berupa spanduk yang digelar sepanjang Jl. Thamrin dan Jl. Dago, agar mereka mau melakukan reuni-akbar tersebut! Hahaha… :P

More infos: www.myspace.com/pemudaelektrik

Out now: DEU’ GALIH – Wonderful Journey: Discography (1998-2008) box-set!…

•June 30, 2009 • Leave a Comment

Deu' Galih - Wonderful Journey

Wonderful Journey: Discography (1998-2008) adalah sebuah digital-box-set, terdiri dari 4 disc/folder, berisi 32 lagu, yang merupakan kumpulan dokumentasi perjalanan musik (diskografi) dari Deu’ Galih; seorang musisi solo acoustic-ballad-folk asal Bandung, mulai dari tahun 1998-2008.

Digital box-set ini memuat segalanya, mulai dari: singles, b-sides, outtakes, rarities, demos, live recordings, radio-performances, cover-version, & remix-track.

Deu’ Galih
Wonderful Journey: Discography (1998-2008)

DISC 1:
01. Alien
02. Negative Schizophrenia
03. Berdua
04. Bulan
05. Feathers Drop
06. Free [Earth]
07. Sekiranya
08. Semoga Damai
09. Semoga Damai #2
10. Shake My Hand
11. Way
12. Wife
13. Wish

DISC 2:
14. Journey
15. She’s
16. Step to Rock n Roll (demo)
17. Ayah (demo)
18. Mother / Farmer (demo)
19. I’m a Healthy Murderer

DISC 3:
20. Tidur (live)
21. Kau Yang Kusayang / Cinta Yang Tulus (The Rollies cover live)
22. Buat Gadis Rasyid [Chairil Anwar cover] (radio performance)
23. Way (radio performance)
24. Without An Attitude (radio performance)
25. Mantra Jurig (live)

DISC 4:
26. Pulang
27. Yang Terhempas dan Terputus / Buat Gadis Rasyid (Chairil Anwar’s poetry cover)
28. Di Tanah Negeri / Punggung
29. Bunga Lumpur
30. Ilalang
31. Sore
32. Pulang (remix)

Deu’ Galih / vocals & guitars
Yadi Cubek / lead guitars & backing-vocals on track 13, 16, 18, 20, 21, 26, 27, 28, 29, 30, 31, & 32.

All songs was written, recorded & performed in Bandung from 1998 until 2008.

* All material from Disc 1 was taken from Deu’ Galih [1999-2002] EP (2007) plus some B-sides singles & outtake recordings from year 1999-2005.
* Track 11 from Disc 1 was taken from Total Feedback vol.5 compilation v/a (2007)
* All material from Disc 2 was taken from rare songs collection & demos from year 2001-2008.
* All material from Disc 3 was taken from live & radio performances from year 2005-2008.
* All material from Disc 4 was taken from Siluet EP (2008) plus a remix bonus-track.

All music and lyrics was written by Deu’ Galih except tracks were noted.
Musics on track 26, 28, 29, 30, 31, & 32 was written by Yadi Cubek.
Music on track 14 was written by Joe.
Music and lyrics on track 21 was written by The Rollies.
Track 32 was remixed by Deu’ Galih.
Lyrics on track 13 by Hendra “Ebiet” Saputra.
Lyrics on track 14 was written by Joe & Deu’ Galih.
Lyrics on tracks 22 & 27 was taken from Chairil Anwar’s poetry “Yang Terhempas dan Terputus / Buat Gadis Rasyid”.
Lyrics on track 28 was taken from Deu’ Galih’s poetry “Punggung”.

Project coordinator: Dede
Compiled by: Dede
Released by: In My Room Records
Cover design by: Dede
Photos by: Ricky Arnold

Contact, booking, & corresspondence:
Phone : 085624533425 (Galih)
E-mail: deugalih@yahoo.com
URL   : www.deugalih.multiply.com
www.myspace.com/deugalih

* Download secara gratis box-set ini di situs In My Room Records, melalui menu “blogroll” kami!…

Please Welcome: MILISI KECOA!!!…

•June 29, 2009 • Leave a Comment

Milisi Kecoa

Milisi Kecoa (milisikecoa@yahoo.com) adalah band proyek terbaru dari Dani a.k.a Tremor, editor di balik fanzine HC/punk kenamaan asal Bandung, Beyond The Barbed Wire, Acil (Krass Kepala), dkk. Tremor memutuskan untuk kembali bermusik setelah (untuk sementara) Beyond The Barbed Wire vakum dulu pengerjaannya (meskipun baru terbit tiga isyu saja, tapi fanzine ini mendapat respon yang luar biasa dari scene D.I.Y hc/punk Nusantara, maupun dari negeri-negeri tetangga).

Milisi Kecoa - Kami Marah! EP

Bagi kalian yang belum tahu, Tremor dulunya adalah former-vocalist dari Rajasinga (yes, that famous stoner-grind trio from Bandung – ed). Setelah keluar dari band tersebut, Tremor mulai fokus untuk mengerjakan fanzine Beyond The Barbed Wire. Di Milisi Kecoa, Tremor kembali mengisi posisi sebagai vokalis. Early 80’s hardcore-punk / punk-rock adalah style yang dimainkan oleh Milisi Kecoa. “Back to root” begitu pengakuan dari Tremor mengenai band barunya ini.

Milisi Kecoa juga mempersilahkan para pembaca Wasted Rockers yang cerdas-cerdas ini untuk mengunduh secara gratis EP mereka yang bertitel Kami Marah! Sangat kami rekomendasikan, apalagi buat kalian yang menggemari band-band US punk-rock awal 80-an seperti: (early) Black Flag, D.O.A, (early) Circle Jerks, MDC, (early) SSD, dll. This one is yours!…

Milisi Kecoa – Kami Marah! EP:
01. Swastika Mewakili Dirimu??
02. Kami Marah!
03. Ini Bukan Arab, Bung!
04. Punk-Rock, Terdomestikasi. bag.1

Download

In WASTED We Trust, In ROCKERS We Shalawat!…

•June 29, 2009 • 1 Comment

WR Big Familia1WR Big Familia2WR Big Familia3

Para pemain band musik rock dari Bantarujeg & Singaparna sedang bergaya…

* Photos by Danang Bleki & Ricky Arnold

Coffin Cadillac – Off the Road EP

•June 24, 2009 • Leave a Comment

Coffin Cadillac - Off the Road EP

Coffin Cadillac ‘Off The Road’ EP MP3 (Yes No Wave, 2009)

Rilisan kedua dari Coffin Cadillac; trio garage-punk asal Yogyakarta, untuk Yes No Wave, setelah EP pertama mereka, Nocturnal Madness keluar tahun 2007 kemarin. Nampaknya untuk EP keduanya ini, musik dari Coffin Cadillac semakin agresif dan tight. Kalau di Nocturnal Madness aura garage-rock / punk-rock nya terasa kental, maka untuk Off the Road, musik dari Coffin Cadillac nampaknya mulai merambah wilayah UK 80’s hardcore. Ibaratnya seperti Motorhead bersama Iggy Pop yang sedang jamming dengan Chaos UK! Drunken garage-punk yang liar dengan lick-lick gitar rock n roll, plus beat cepat a la hardcore!…

Untuk urusan lirik, salah satu band milik Bowo dari Southern Beach Terror (local surf-punk hero) ini tetap mengangkat tema-tema a la psychobilly: hot rods, greasers, novel-novel pulp-fiction era 1930-1970, cult B-movie, horror, dll. sama halnya seperti The Southern Beach Terror. Secara keseluruhan, di Off the Road terasa progresnya (and it’s a good progress! Cuma sayang, tidak ada solo gitar yang panjang lagi, seperti di lagu “Burn”! :P ). Mendengarkan EP ini membuat saya ingin sekali melihat penampilan live mereka. Pastinya seru dan liar!… – Dede

(kontak: www.myspace.com/coffincadillacindonesia dan unduh di: www.yesnowave.com )

Genre musik: Garage-Punk, Trash-Rock, Psychobilly, Punk-Rock
Untuk penggemar: Electric Frankenstein, Molotov Cocktail, Chaos UK, MC5, The Stooges.

* Trash-Rock: adalah genre dari rock n roll yang mencangkup musik-musik seperti garage-rock, surf-rock, deathrock, punk-blues, tex-mex & psychobilly, yang (pada umumnya) mengangkat tema-tema seperti: hot rods, greasers, novel-novel pulp-fiction era 1930-1970, cult B-movie, horror, dll. Trash-rock juga menjunjung etos D.I.Y (Do It Yourself), sama halnya seperti punk-rock.