Wawancara dengan A PLACE TO BURY STRANGERS (AS)

Wasted Rockers mewawancara A PLACE TO BURY STRANGERS, band noise-rock / shoegazing / post-punk / neo-psychedelia asal Brooklyn, New York, AS, sehari sebelum show mereka di Jakarta (22/12).

Dengan band yang disebut-sebut sebagai “yang terbising di New York era 2000-an” ini, kami berbincang mengenai banyak hal, seperti: layanan streaming musik, isu netralitas internet (net neutrality), scene indie-underground di New York, hingga ke Donald Trump!

Cek wawancaranya bersama Oliver (vokal/gitaris), Dion (bassist) & Lia (drummer) di bawah ini.

+++

Album debut kalian kini sudah berumur 10 tahun, apakah ada rencana untuk merayakan album tersebut dengan memainkannya secara utuh untuk sisa tur dan show besok?

Oliver: Tidak, karena kami tidak mengetahui (lupa) keseluruhan lagu di album tersebut. Namun kami akan memainkan beberapa lagu dari album tersebut. Karena kami selalu mengubah setlist tiap show, sesuai dengan kebutuhan.

Dion: Tidak. Karena kami bukan tipe band seperti itu.

Apakah ada rencana untuk me-reissue album pertama kalian?

Oliver: Ya. Di dalamnya juga bakal ada beberapa bonus-track pula yang berbeda-beda, untuk tiap wilayah, seperti versi edisi spesial untuk Jepang, Eropa, dan lain-lain.

Dion: Ya. Tapi yang terpenting khan tetap materi asli albumnya sih, ketimbang bonus-tracks nya.

Saat ini ada banyak layanan streaming musik yang ditawarkan. Kalian lebih suka mana; Bandcamp atau Spotify?

Oliver: Saya lebih suka Bandcamp, tapi berakhir dengan lebih banyak menggunakan Spotify, karena banyak orang yang menggunakannya. Tapi banyak musik-musik underground bagus yang bisa kamu temui di Bandcamp. Jadi intinya sih lebih ke beda cakupan, antara Spotify (mainstream) dengan Bandcamp (underground).

Lia: Saya lebih suka menggunakan Tidal, karena banyak rilisan eksklusif di dalamnya, serta artis katanya mendapat royalti lebih untuk musik mereka. Namun yang paling populer memang tetap Spotify.

Dion: Tidak. Karena saya lebih suka mendengarkan vinyl. Kalaupun mendengarkan layanan streaming musik, saya lebih suka Bandcamp karena mereka suportif sekali kepada para musisi di dalamnya, karena kita bisa jualan langsung kepada para fans.

Mengapa banyak rilisan single / EP dari APTBS hanya tersedia dalam format vinyl, tidak ada format digitalnya?

Dion: Entahlah. Mungkin karena kami lebih suka interaksi langsung, seperti penonton yang membelinya langsung di show kami. Seperti: “kamu mau beli rilisan kami? Maka kamu harus datang ke show kami”.

Oliver: Kami ingin ada interaksi langsung seperti di masa lalu. Saya pribadi tidak terlalu menikmati kemudahan akses (internet) seperti saat ini. Jadi seperti ada kenikmatan ketika mendapatkan rilisan langsung di show yang kamu tonton, ketimbang membelinya secara online.

My Bloody Valentine terkenal selalu memberikan earplug kepada para penonton di tiap show mereka, dikarenakan tingkat kebisingan yang tinggi di show mereka. Apakah kalian juga menggunakan metode yang sama?

Oliver: Kami kadang juga memberikan earplug ke penonton, karena tentu kami tidak ingin merusak pendengaran mereka.

Scene indie di New York era awal 2000-an meledak dan banyak melahirkan band-band yang kini menjadi besar. Kalian juga termasuk bagian dari ledakan tersebut. Bisakah kalian ceritakan seperti apa kondisi scene indie-underground di New York saat ini?

Oliver: Selalu berubah. Kamu harus selalu terus mengikutinya. Hingga kini masih banyak orang-orang berdedikasi tinggi ke scene yang membangun dan membuka venue baru. Sehingga makin menambah jumlah venue lainnya yang sudah mapan.

Di Indonesia, pemerintah kami sudah lama dengan tegas menolak netralitas internet (net-neutrality), bagaimana respon kalian terhadap isu net-neutrality di AS yang kini tengah panas?

Oliver: UU-nya sepertinya sudah disahkan. Intinya sih perusahaan-perusahaan (internet service provider / ISP) tersebut ingin uang lebih dari pemerintah. Pemerintah kami juga tidak peduli apa yang orang-orang inginkan. Dengan hal tersebut, masyarakat jadi lebih mudah dicuciotaknya oleh pemerintah. Semuanya sama.

Apa opini kalian mengenai Donald Trump? Karena ulahnya, kini Amerika Serikat semakin banyak mendapat reputasi buruk di dunia internasional.

Lia: Selain trauma, dan coba mencari jalan alternatif keluarnya, meski tidak melulu melalui politik, kita harus tetap aktif belajar mengenai masa lalu serta mengedukasi diri sendiri sebaik mungkin.

Memang sangat emosional ketika ia terpilih jadi Presiden; seseorang yang punya banyak sejarah pelecehan seksual, dan tiba-tiba ia seperti ingin menghancurkan segalanya. Tadinya negara kami memikat, kini jadi penuh dengan rasa malu. Bukan salah kami dia bisa menjabat. Tapi yang terpenting saat ini adalah apa yang kami bisa lakukan agar negara kami bisa lebih layak ditinggali.

Oliver: Justru setelah Trump naik, kita jadi sadar bahwa ada begitu banyak masalah di AS. Tidak ada yang mau ia terpilih.

Dion: Kita tidak mau Donald Trump. Itu jelas. Kami akan terus berdiri dan melawan.

Apakah ada band Indonesia yang kamu tahu?

Lia: Senyawa. Mereka ke New York tahun lalu, dan saya ikut manggung dan merekam sebuah karya bareng Senyawa. Di sana juga ada Arrington de Dionyso.

Pesan terakhir untuk para fans di Indonesia?

Lia: Terima kasih atas dukungannya. Kami merasa terhormat bisa bermain di sini.

Oliver: Senang bisa berbagi pengalaman kami. Dari New York (Oliver), Los Angeles (Lia) dan Selandia Baru (Dion).

+++

* terima kasih kepada: Studiorama, Six Thirty Recordings & Noisewhore, sehingga wawancara ini bisa terwujud.

~ by wastedrockers on 29/12/2017.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

 
%d bloggers like this: