MOCCA – When We Were Young (2017)

Mocca – When We Were Young (Nanaba Records, 2017)

Pengkonsepan dalam berkarya itu sangat penting. Karena biasanya karya jika sudah konseptual akan lebih mengena pesannya ke publik.

Sama halnya dalam membuat label rekaman, pengkonsepan sangat penting, sehingga penggemar jadi tahu apa yang mereka pilih dan beli.

Nanaba Records adalah salah satu label rekaman independen asal Jakarta yang sudah memiliki konsep sejak awal mereka berdiri. Konsep Nanaba adalah label rekaman spesialis format kaset.

Untuk musik-musik yang dirilis oleh Nanaba Records memang beragam, namun semuanya masih di bawah payung genre induk alternative-rock.

Selain kaset, yang menjadi kelebihan dari Nanaba adalah pengemasan tiap rilisannya yang unik dan kadang juga diberi gimmick khusus.

Jadi tidaklah heran, kalau beberapa pihak menyebut Nanaba sebagai “Boutique Label” (label rekaman independen yang memberi perhatian lebih pada gimmick dan kemasan rilisan-rilisannya, sehingga terlihat unik).

Imej bagus dari Nanaba Records sebagai boutique label pun bersambut dengan Mocca, salah satu band besar Indonesia yang dalam beberapa pengemasan albumnya cukup kreatif dan unik.

Kerjasama ini melahirkan kaset maxi-single “When We Were Young” [2017], single lepas (non album) dari Mocca yang aslinya dirilis pada akhir 2016.

Untuk format kasetnya ini, maxi-single When We Were Young ditambah lagu b-side, yakni “Butterflies On My Tummies” (piano version), yang format aslinya ada di Dear Friends EP (2010).

Tapi entah mengapa dari rilisan ini saya lebih suka lagu b-side nya ketimbang single utamanya.  😛

Yang unik dari pengemasan maxi-single ini adalah layar Scanimation yang dipasang pada selongsongan casing kasetnya.

Entah bagaimana di Indonesia, tapi biasanya boutique label memiliki fanbase yang kuat (dan biasanya, kolektor), karena produk yang ditawarkan memiliki nilai lebih dari yang biasa.

Poin dari keberadaan boutique label di Indonesia (yang masih baru ini) tentu akan memicu kreativitas label-label indie lainnya agar mampu menghasilkan rilisan-rilisan yang lebih baik dalam hal pengemasan (dan musik tentunya).

Oke, kami tunggu kelahiran boutique label lokal lainnya.

Advertisements

~ by wastedrockers on 11/05/2017.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: