PISTON – Titik Nol (2016)

piston-titik-nol

Piston – Titik Nol (Sepsis Records / Lawless Jakarta, 2016)

Piston adalah contoh tepat dari sebuah band muda ‘pekerja keras’. Posisi mereka saat ini merupakan hasil kerja keras dan konsistensi yang selama ini terus dilakukan.

Kami sering menemukan banyak band muda yang bagus, namun ‘selesai’ setelah rilis beberapa single atau EP. Jarang sekali yang mampu bertahan hingga lebih dari usia lima tahun.

Begitu masuk dunia kantoran atau berkeluarga, banyak yang bubar jalan. Kalaupun ada yang mampu bertahan, biasa adalah band-band yang keras kepala.

Untuk bertahan pun band-band muda tersebut harus memiliki sesuatu yang lebih ketimbang hanya materi bagus. Banyak hal yang harus diperhatikan, seperti: pandai berjejaring (tanpa harus jadi social-climber), memiliki visi ke mana arah yang ingin band tuju, memikirkan produksi (rekaman, teknis panggung), merchandising, promo, dll.

Piston mulai bergerilya berpromo ke mana-mana sejak 2012, manggung sana-sini, hingga akhirnya bisa di-sign dan dirilis oleh dua label rekaman independen terbesar di Jakarta saat ini.

Sedikit banyak kami mengamati gerak-gerik gerilya dari band ini, yang tentu hal tersebut tentu tidak mudah dilakukan oleh Piston. Setelah akhirnya album debut Titik Nol dirilis, mungkin sedikit terbayarkan usaha tanpa lelah Piston tersebut.

Pergerakan dari Piston ini bisa dicontoh oleh band-band muda lokal lainnya yang ingin jadi ‘besar’ (ini di luar konteks ‘selling-out’).

Penggarapan album yang dirilis akhir 2016 ini dikerjakan sangat ‘niat’. Mulai dari artwork yang dikerjakan oleh seniman grafis muda yang tengah naik daun, Dannus Darmawan, hingga ke proses mastering yang dikerjakan oleh Toteng (Forgotten).

Titik Nol sendiri merupakan kompilasi dari beberapa single dan EP yang sebelumnya pernah dirilis oleh Piston.

Bagi kalian band-band muda, jika ingin mencari acuan band seangkatan sebagai tolak ukur, coba dengarkan dan lihat Piston.

Buat Piston, jika mereka bisa terus konsisten hingga lima tahun ke depan, bukan tidak mungkin mereka bisa berada di papan atas dunia musik rock Tanah Air, karena mereka telah memiliki semua elemen yang diperlukan untuk mencapai ke sana.

Genre musik: Crossover, Punk-Rock, Hard-Rock, Garage-Rock
Untuk penggemar: Fitz Of Deppresion, ZEKE, Turbonegro, Dwarves, Bad Religion, The Misfits, Motörhead

Advertisements

~ by wastedrockers on 20/01/2017.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: