Various Artists – Fairytale Of Megabiodiversity (La Munai Records, 2016)

various-artists-fairytale-of-megabiodiversity

Various Artists – Fairytale Of Megabiodiversity (La Munai Records, 2016)

Meski sudah banyak band-band indie lokal yang memainkan gaya neo-psychedelia sejak akhir dekade 90-an dan awal 2000-an, namun gerakan/movement-nya sendiri baru terasa pada tahun 2010; pada saat itu muncul gelombang band-band baru yang memainkan gaya psikedelik revival.

La Munai Records, sebuah label rekaman baru asal Jakarta mencoba menangkap momen dari gelombang neo-psychedelia lokal tersebut melalui rilisan perdananya berupa album kompilasi yang berjudul Fairytale Of Megabiodiversity.

Kompilasi ini pun berisi beraneka ragam disiplin musik, mulai dari: jazz, electronic, hingga ke indie/alternative, yang kesemuanya itu tetap memiliki benang merah yang jelas, yakni ‘Psikedelik’.

Mulai dari yang senior hingga junior, tertangkap di Fairytale Of Megabiodiversity. Hampir semua eksponen yang mewakili gelombang neo-psychedelia lokal ada di sini, mulai dari: Maverick (di era psikedeliknya), Fredom Of Choice, Aksan Sjuman and The Committee of the Fest, Its Different Class, Napolleon, Strange Fruit, Astrolab (di era baru mereka), Circarama, Ramayana Soul, dan lain-lain.

Semua pengisi di album ini terkurasi dengan baik. Semuanya bagus musiknya. Artwork-nya pun juga ciamik.

Lalu liner-notes nya pun ditulis secara indah ala Gonzo Journalism oleh Dr.Marto a.k.a Rio Tantomo.

Satu-satunya masalah kami di album ini adalah SEMUA lagu di kompilasi ini sudah pernah dirilis sebelumnya. Tidak ada satu pun exclusive track di kompilasi ini.

Mayoritas lagu di album ini sudah kami dengar di album masing-masing tiap artisnya.

Jadinya Fairytale Of Megabiodiversity terkesan hanya sebagai ‘kompilasi sampler’ ketimbang sebuah kompilasi tematik khusus.

Tidak tahu ya, tapi hal yang kami sukai sedari dulu dari album kompilasi adalah yang memiliki banyak exclusive tracks dan tidak ada di album masing-masing artisnya.

Kemudian (meski yang ini bukan komplain), jika saja Fairytale Of Megabiodiversity dirilis era tahun 2014-2015, yakni masa kejayaan neo-psychedelia lokal (ket: album ini dirilis akhir 2016) tentu album ini akan meledak. Kehilangan momentum? Bisa jadi.

Tapi jika Fairytale Of Megabiodiversity memang diproyeksikan hanya sebagai arsip perekam gerakan neo-psychedelia lokal, maka hal itu berhasil.

Album ini kami rekomendasikan bagi yang ingin mencari tahu tentang scene neo-psychedelia di Indonesia. Sampler yang bagus.

Genre musik: Neo-Psychedelia, Pyschedelic-Rock, Psychedelic-Jazz, Electronic.
Untuk penggemar: jamur letong, LSD, obat antidepresan / antiansietas.

~ by wastedrockers on 14/01/2017.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: