BANDA NEIRA – Yang Patah Tumbuh, yang Hilang Berganti (2016)

Salah satu takaran kehebatan seorang musisi adalah kemampuan untuk tetap mempertahankan ‘karir’. Kata terakhir di kalimat sebelumnya bermakna luas; bisa berarti eksistensi, kemampuan menulis lagu yang bagus, dan lain-lain.

Lalu, salah satu ketakutan terbesar musisi ketika album pertamanya meledak, adalah saat menulis materi untuk album kedua. Mereka harus dihadapkan pada dua opsi: melakukan repetisi album pertama atau melakukan hal yang benar-benar berbeda dan menaikkan lagi standar mereka.

Rupanya tantangan pada dua paragraf di atas mampu dilewati dengan cukup mulus oleh Banda Neira, melalui album kedua mereka, Yang Patah Tumbuh, yang Hilang Berganti.

Di album keduanya ini Banda Neira seperti menaikkan standar mereka, dan hal tersebut cukup mampu membedakan mereka dari rekan-rekan sejawat lainnya di scene indie-folk / folk revival lokal yang semakin generik dan tipikal.

Sebagai perbandingan, jika di album Berjalan Lebih Jauh (2013) Banda Neira “jualan” lirik, maka di album Yang Patah Tumbuh, yang Hilang Berganti (2016) mereka jualan musik dan lirik.

Musik Banda Neira di album Yang Patah Tumbuh, yang Hilang Berganti terasa lebih megah. Mereka seperti melakukan pendekatan musik-musik baroque-pop / chamber-pop. Semua ini berkat bantuan beberapa musisi tambahan seperti: Gardika Gigih, Layur, Suta Suma Pangekshi, Jeremia Kimosabe, dan Dwi Ari Ramlan.

Kemudian Yang Patah Tumbuh, yang Hilang Berganti juga menggunakan konsep album ganda, sesuai alur musik; CD pertama untuk lagu-lagu ‘terang’, sementara CD dua untuk lagu-lagu ‘kelam’.

Ketika indie-folk / folk-revival di lokal sudah menjemukan, beruntung kita mendapatkan album Patah Tumbuh, yang Hilang Berganti sebagai penyegar. Atau sebagai standar baru? Oh, berat.

Genre musik: Indie-Folk / Baroque-Pop / Chamber-Pop
Untuk penggemar: Feist, Charlotte Gainsbourg, Françoise Hardy, Bat For Lashes

* beli CD-nya di SINI.

~ by wastedrockers on 29/02/2016.

One Response to “BANDA NEIRA – Yang Patah Tumbuh, yang Hilang Berganti (2016)”

  1. Sedihnya, album kedua ini dideklarasikan sebagai album penutup sebelum mereka vakum sampai waktu yang tak ditentukan😦
    Semoga akan selalu ada musisi-musisi berikutnya yang seperti mereka di genre ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: