KOES PLUS Adalah Band Proto-Punk di Indonesia?

Koes Plus - Volume 2

Koes Plus di Indonesia statusnya sudah seperti The Beatles di Inggris. Bukan hanya karena merupakan salah satu band rock generasi pertama, namun juga tingkat popularitasnya yang tak lekang waktu.

Band ini mendapat status “legendaris” bukan hanya dari angka penjualan album dan tingkat kepopuleran, namun juga karena mempelopori beberapa hal penting:

Pertama: Koes Plus, mungkin adalah band rock politikal pertama di Indonesia. Pada tahun 1965 mereka pernah dipenjara selama tiga bulan oleh rezim Soekarno, karena memainkan “musik Barat”. Musik “ngak-ngik-ngok” istilah Bung Karno saat itu (baca detailnya di sini). Namun ada teori/skenario lain mengapa Koes Plus dipenjara, yakni untuk membangun opini publik Malaysia, agar negara tersebut menerima mereka, dan bisa mudah masuk ke sana, sebagai mata-mata (baca detailnya di sini). Pada 1962-1966 Indonesia memang sedang bersitegang dengan Malaysia, bahkan sudah ada konfrontasi langsung antara kedua negara di Kalimantan (baca pula detailnya di sini).

Kedua: Koes Plus adalah band pertama yang mempopulerkan konsep split-album di Indonesia. Pada tahun 1967 Koes Plus (masih dengan nama Kus Bersaudara, juga musik surf-pop / soft-rock nya) bersama dengan all-girl garage-rock band, Dara Puspita, merilis sebuah split-album berformat 7″ EP bertajuk Dara Puspita / Kus Bersaudara (Irama, 1962). Stream rilisannya di sini.

Ketiga: bisa jadi Koes Plus adalah band yang mempelopori musik punk-rock di Indonesia, alias “Proto-Punk”. Benarkah?

================================================================================

Oke, punk-rock masuk di Indonesia memang pada tahun 1989. Beberapa band punk lokal memang sudah berdiri pada tahun-tahun tersebut; Antiseptic (Jkt) berdiri pada tahun 1990, The Idiots (Jkt) berdiri sejak tahun 1990, Puppen (Bdg) berdiri sejak 1992, dan Rotten To The Core (Bdg) juga berdiri sejak tahun 1992.

Namun kesemua band di atas baru merilis rekaman sendiri mulai pertengahan dekade 90-an (1994-1997). Belum ada yang merilis rekaman punk pada awal dekade 90-an. Siapa sangka kalau band Indonesia pertama yang merekam lagu yang memiliki beat punk-rock adalah Koes Plus?

Koes Plus memang adalah band pop, namun mereka juga menulis beberapa lagu rock yang keras. Salah satunya adalah “Pentjuri Hati”. Lagu yang ada di album Volume 2 (Mesra Records, 1970) ini cukup membuat kami penasaran,  karena ketukan drums-nya yang cepat. Persis seperti sebuah lagu punk-rock.

Lagu “Pentjuri Hati” ini bisa jadi merupakan cetak biru untuk musik punk-rock di Indonesia. Begitu pula Koes Plus, meski mereka adalah band pop / rock n roll, namun band ini jelas telah membuat sebuah lagu proto-punk, yang kelak tujuh tahun kemudian (punk-rock lahir tahun 1977) akan disebut sebagai “musik punk”.

Reissue album Volume 2 (1970) pada tahun 2012 kemarin dirilis ulang dalam bentuk CD oleh label Bonita Musik / RPM. Distribusinya cukup baik. Bahkan kami membeli CD-nya di Indomaret!😛

Sayangnya, label Bonita Musik / RPM ternyata merilis ulang tujuh album awal milik Koes Plus tersebut tanpa izin. Akhirnya pun kena tuntut oleh pihak Koes Plus.

Kembali ke musik. Coba kalian simak lagu “Pentjuri Hati” yang bernuansa heavy-fast-fuzzy-psych-rock ini. Menurut kami ini punk-rock! Ya, lagu punk di Indonesia pada tahun 1970!

~ by wastedrockers on 27/01/2016.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: