Lima Album Terbaik Pillihan: ADHIT “ANDROID”

Untuk rubrik 5 Best Album (our guest choice) edisi bulan Oktober 2015, Wasted Rockers mengajak Adhit Android untuk berbagi daftar lima album favorit sepanjang masa miliknya.

FYI, Adhit Android adalah seorang record producer / studio-engineer / sound-designer / live sound technician ternama asal kota Bandung. Banyak rilisan indie bagus yang lahir dari tangan dingin beliau.

Ibaratnya kalau scene indie-underground US/UK punya: Don Fury, Alan Moulder, Steve Albini, Jim O’ Rourke, Don Fleming, maka Bandung punya Adhit Android. 😉

Selain bekerja di belakang layar, Adhit juga bermain musik sebagai bassist di band industrial-rock lawas, Helmproyek.

Berikut ada sedikit daftar workografi dari banyak rilisan yang telah Adhit Android rekam/produseri:

Mocca
OST: Untuk Rena (2006)
Colours (2007)
Home (2014)

Homogenic
Echoes Of The Universe (2006)
Let A Thousand Flowers Bloom (2010)

Vincent Vega
Always Hard To Make A Change, Just Like How To Stay The Same (2008)

Polyester Embassy
Fake//Faker (2011)

The Triangle
Triangle (2012)

Speaker First
Muda Dan Berani (2010)

Deugalih & Folks
Anak Sungai (2015)

70s Orgasm Club
Supersoniclovisticated EP (2012)

DreadOut [video-game] (2014)
– sebagai sound-director/sound-designer

* Sekarang Adhit sedang mengerjakan lanjutan dari game DreadOut dan debut-album dari Sigmun, yakni Crimson Eyes.

================================================================================

Berapa banyak album (musik) yang kau dengarkan dalam satu hari? Satu pekan? Satu bulan?

Apa kau menyimaknya baik-baik sampai mencapai kondisi trance, ataukah hanya dengar – manggut2x – review – dan lanjut ke rilisan lain?

Dari entah sekian banyak yang masuk kanan keluar kiri, pasti ada beberapa album yang menempati tempat spesial di hidupmu.

Berikut pilihanku. Tak usahlah kau berusaha suka, dengarkan saja.

01. Ayumi Hamasaki – LOVEppears (Avex Trax, 1999)

Ini merupakan gerbang perkenalan, di mana saya masuk ke suatu scene dan industri yang isinya amatlah berbeda dengan semua yang sudah saya kenal sebelumnya. Demikian spesialnya sehingga media akhirnya melahirkan istilah khusus: ‘J-pop’ dan ‘J-rock’.

Track2x seperti: “Fly High”, “Appears”, “Monochrome” dan “Who?” mengantar saya ke dunia lain dalam bermusik, di mana saya memutuskan untuk tinggal di sana.

02. Nine Inch Nails – The Downward Spiral (Interscope, 1994)

Pada saat itu (tahun 1994), saya tidak mengerti konsep album dan musik seperti ini. Dari track ajaib dengan vokal dan drum berdistorsi “Mr. Self Destruct”, lalu ada track disco dengan video NSFW “Closer”, heavy metal anthem dengan beat ajaib “March Of The Pigs”, kemudian track techno berlirik provokatif “Heresy”, instrumental mendayu-dayu “A Warm Place”, lagu metal satu chord “Eraser”, something doom-sounding “Reptile” dan ditutup oleh balada akustik “Hurt”.

Lama sekali saya mencerna album ini sebelum akhirnya tercerahkan bahwa ini adalah salah satu album paling sempurna yang pernah diproduksi. Dengarkan sekarang dan percayakah kau bila album ini dirilis tahun 1994? Album ini akan selalu terasa berasal dari masa depan.

03. Sonic Mayhem – Quake 3 Arena Noise (1999)

Seorang kawan yang merupakan musisi elektronika bertanya: “Orang2x yang suka musik rock/metal, dengerin musik electronic-nya yang kayak gimana?” Album ini adalah jawabannya. Ini adalah soundtrack dari game legendaris Quake 3 Arena, berisikan musik yang berada pada posisi paling imbang antara elektronika, rock, dan metal. Simaklah track2x seperti: “Swallowed”, “Audio Adrenaline” atau “Noise Purge” sambil membayangkan kepala musuhmu meledak terkena Rocket Launcher.

04. Mastodon – Crack The Skye (Reprise, 2009)

Sejak tanggal rilisnya hingga hari ini, Crack The Skye adalah album yang paling sering saya putar. Demikian berkesannya sehingga banyak sekali band klien yang saya tangani memiliki style seperti album ini. Semua bagian dari album ini saling memperkuat satu sama lain: the songs, the lyrics, the story, the artwork, everything! Track favorit? Tentu saja tidak ada! Kau harus mendengarkan seluruhnya berurutan mulai dari “Oblivion” dan ditutup oleh “The Last Baron”.

05. Bad Religion – Generator (Epitaph, 1992)
Sebelum kenal band dan album ini, punk-rock buat saya hanyalah Sex Pistols dan Ramones. Three chords dan anarki. “Silly Thing” dan “KKK Took My Baby Away”. Sampai ketika dibukakan jalannya, ketika seorang anak muda penggemar glam-rock hura-hura terpukau membaca lirik-lirik penuh pertanyaan dengan kosakata asing yang ditulis oleh seorang (calon) profesor. Coba saja cermati “The Answer” atau “Only Entertainment”.

~ by wastedrockers on 21/10/2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: