Wawancara WASTEDROCKERS Dengan C2O Library

This slideshow requires JavaScript.

Namanya juga “Wasted Rockers”. Ya, kami sering skip :P  Sesi wawancara khusus ini kami lakukan pada Januari 2014 (1 tahun lalu!) di Surabaya. Tapi kelupaan mulu untuk mem-publish-nya. Baru keingetan sekarang. Maafkan kami.

Berikut adalah wawancara kami dengan C2O Library, perpustakaan independen dan juga alternative-space ternama kota Surabaya.

Pihak C20 di sini diwakilkan oleh Anitha Silvia, aktivis wanita ternama yang sering wara-wiri di berbagai skena kreatif/anak muda Surabaya/Indonesia.

Perkenalkan nama anda dan jabatan anda di C20…

Nama saya Anitha Silvia. Saya anggota perpustakaan C20, sekaligus volunteer dan tim kerja/program di sini.

C20 itu sendiri berdiri sejak kapan sih?

Pertengahan 2008.

Main-focus nya C20 ke mana sih?

Awalnya perpustakaan. Koleksinya ada sekira lima ribu buku, dua ribu film, sementara musik belum dihitung.

Koleksinya datang dari mana aja nih..

Mayoritas dari pemiliknya. Namanya Kathleen Azali. Juga dari teman-teman.

Apakah C20 bisa disebut sebagai ‘perpustakaan independen’? Baik itu dari pendanaannya?..

Ya. Kami bisa disebut sebagai perpustakaan independen. Untuk sumber pemasukan kami juga menjual buku, merchandise, dll. Untuk keuntungan terbesar kami paling banyak datang dari order buku online.

Selain itu, C20 juga sering disewa untuk photo-session, baik itu untuk pre-wed, perpisahan kelas, juga untuk acara diskusi dan lain-lain.

Kalau untuk segmentasi, perpus ini disasarkan untuk kalangan mana saja?

All-ages. Tapi mayoritas buku yang ada di sini adalah sejarah dan sastra.

Bisa diceritain kenapa tiba-tiba C20 bisa jadi venue alternatif untuk menyelenggarakan gig-gig musik independen..

Karena awalnya berdasarkan ketertarikan anak-anak di sini terhadap musik-musik lokal, ya dijadikanlah tempat ini juga sebagai venue. Lagi pula saat itu banyak cafe-cafe yang jadi andalan untuk gig musik di sini (Surabaya) tutup.

Kalau untuk proyek Sub/Side dan AyoRek! ini ada sangkut pautnya nggak sama C2o?

SubSide adalah divisi label/net-label di bawah AyoRek! Sementara AyoRek! sendiri merupakan proyek kolaborasi antara C2O dengan berbagai pihak di Surabaya.

Harapan kamu sendiri untuk C2O, secara banyak khan perpus-perpus independen lokal yang umurnya nggak panjang…

Kita banyak belajar dari perpus-perpus independen lokal lainnya. Awalnya sih harus niat dan konsisten. Kami juga tentu berharap ada juga yang mau menyumbang.

Respon publik Surabaya sendiri terhadap C2O? Tentunya selain anak mudanya ya..

Orang-orang tuanya juga cukup sering mengunjungi tempat ini. Apalagi di sini cukup banyak koleksi buku-buku yang tergolong subversif. Intel sudah beberapa kali mengunjungi perpus ini.

(* wawancara ini dilakukan, satu bulan sebelum kejadian aksi penyegelan C2O Library oleh FPI, terkait acara diskusi bedah buku Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia karya Harry A. Poeze).

Member perpus di sini sudah berapa orang?

Tercatat sudah ada 400-an orang.

Sudah berapa gig musik yang digelar di C2O?

Baru puluhan. Baru dua tahun belakangan ini lah. Mulai dari White Shoes and The Couples Company, Dialog Dini Hari, dan lain-lain.

Pesan-pesan terakhir untuk para pembaca…

Saya harap ada lebih banyak anak-anak Surabaya yang menggunakan tempat ini, karena mayoritas masih orang luarkota. Ada, tapi frekuensinya masih kalah sama orang-orang dari Yogya, Jakarta, dll yang menggunakan tempat ini. Sayang banget.

~ by wastedrockers on 14/01/2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: