Opik Kobra rilis Tuhan Manusia Alam EP

Opik Kobra. (Foto: Opik Kobra’s Facebook)

 

Salah satu produser favorit kami dari Kota Bandung, Opik Kobra, keluar dari studionya (baca: [mungkin] kamar) setelah terbaring sakit selama sebulan penuh untuk kemudian merilis EP keduanya yang masih ada di dalam pakem bass music yang diberi judul “Tuhan Manusia Alam EP”. Berbeda dengan proyek dan moniker lainnya, Opik tak secara spesifik bermain di sub-genre frekuensi rendah. Seperti mengompilasikan general style-nya, semua track seperti mewakili–mengutip term Simon Reynolds–Hardcore continuum yang menggambarkan evolusi musik bass Inggris; breakbeat, drum and bass, dubstep, sampai UK footwork (yang ini paling mendominasi). Untuk ukuran musik yang terinspirasi dari, “Suasana rumah sakit dan penyakit yang diderita” ketika di pesakitan, seluruh nomor bisa dibilang melodis (walau tidak terlalu heboh jadi Maximalist), malah jadi terkesan ‘berwarna’.

Sebelumnya, Opik dikenal juga lewat moniker name-nya, Uberdub, yang fokus memroduksi track-track ‘classic-sounded’ dubstep berfrekuensi rendah, dalam, gelap, dan misterius (think Coki, DMZ, Shackleton, dan dubstep originators asal Inggris lainnya). Sementara, proyek lainnya, Marabunta, dijalankan bersama Fachrur Riaz Ayuy dengan spesialisasi produksi jungle choons untuk kemudian dibenamkan dalam DJ set mereka di pesta-pesta bawah tanah Bandung, tempat para pencinta bass mengangkat korek dalam gelap, dan berteriak, “Reeeeeeeewiiiiiiiiind!”

p.s. Beberapa lagu dapat diunduh.

~ by Gembira Putra Agam on 09/12/2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: