Wawancara Dengan HOUTEN HAND (Malang)

This slideshow requires JavaScript.

“Kalau kerjaan cuma tidur dan gak ngapa-ngapain, ya jangan mengeluhlah kalau hidupmu membosankan…”Robertus Donny Hendrawan (Houten Hand)

Awal tahun ini kami sempat berkunjung ke Malang. Salah satunya hangout di HOUTEN HAND, sebuah beer-house / cofee-shop yang merupakan Mekkah-nya scene underground Kota Apel saat ini. Seperti apa?

Bangunan tiga lantai dengan dekorasi penuh furnitur kayu dan desain klasik ini selain punya beer-house (lantai satu), juga memiliki venue live-music (lantai dua), record-store (lantai tiga) dan out-door café (teras lantai tiga).

Berada di Houten Hand membuat kami seperti merasa di rumah; ratusan gig telah digelar di sini, mulai dari: punk, hardcore, metal, indie, EDM, experimental, dll. Selain musik, Houten Hand juga sering menggelar event pemutaran film dan diskusi.

Berbagai kalangan mulai dari punk-rockers, indie-kids, metalhead, gay, lesbian dan artsy-kids juga berseliweran di tempat ini; menjadikan HOUTEN HAND sebagai ‘Surga’ bagi kaum minoritas, yang juga venue andalan kota Malang untuk rute sirkuit underground nasional.

Selain itu, band-band indie “besar” maupun underrated, lokal maupun luar negeri, sudah banyak yang tampil di sini; membuat HOUTEN HAND sebagai salah satu situs yang wajib dikunjungi jika berada di Malang.

Buat para band, kalian harus menjajal panggung HOUTEN HAND. Buat para music-enthusiast dan traveller, jangan lewatkan HOUTEN HAND jika sedang berada di Malang. Kami rekomendasikan!

Di sini WASTED ROCKERS mewawancarai ROBERTUS DONNY HENDRAWAN alias DONNY, selaku pemilik dari HOUTEN HAND.

 1. Perkenalkan diri anda dan jabatan anda di Houten Hand..

Robertus Donny Hendrawan, jabatannya pemilik.

2. Houten Hand itu sendiri berdiri sejak kapan mas?

Sudah hampir dua tahun, sejak Juni 2012.

3. Fokusnya Houten itu lebih kemana sih mas? Venue music atau beer-house..

Kita nggak fokus jualan kopi dan bir, meski ada ya. Tapi sebenarnya Houten Hand itu adalah Public House. Public-house itu semacam balai-desa, yaitu tempat ketemunya orang-orang habis pulang kantor/kuliah/kerja.

Dari situ ada interaksi. Dari sini aku pengen balikin budaya ngobrol di dunia nyata. Manusia khan mahkluk sosial. Kalau ngobrol via dunia maya sering ada salah paham. Karena di dunia nyata ada ekspresi beneran.

Untuk kerjaan karyawan di sini sebenarnya adalah jadi temen untuk semua orang. Job-desk kedua mereka kedua adalah bikin kopi dan nganter bir.

Lalu saya asli Malang, dan saya bosan dengan Malang yang gini-gini aja. Semua hangout-place nya seragam. Aku juga coba nampung teman-teman seniman yang tidak dapat ekspos di venue besar.

4. Kalau Houten Hand juga dijadikan music-venue itu sejak kapan mas?

Sejak awal juga. Dulu sebelumnya aku buka di Legipait, tapi ada keterbatasan ruang. Cuma bisa akustikan saja. Kalau di sini bisa live-band.

5. Kalau jam buka Houten Hand?

Jam 12 siang sampai 1 pagi.

6. Untuk hari bukanya kapan saja?

Tujuh hari seminggu. Karyawannya rata-rata anak2x band/scene juga.

7. Di sini kaya’nya juga banyak yah komunitas yang nongkrong…

Semuanya yang minoritas ada di sini; mulai punk-rocker, gay, lesbian, dan lain-lain.

8. Karyawannya so far sudah berapa orang mas?

Pagi tiga orang, malam lima orang. Tapi saya fleksibel. Aku bilang ke mereka klo sekolah atau band atau kuliah tetap harus diutamakan.

Aku juga gk ngasih ke anak SMIP, karena mereka saat sekolah diajarinnya rumus yang seragam. Contohnya untuk racik kopi. Pasti hasilnya bakal sama tidak ada bedanya dengan tempat lain.

9. Sejauh ini respon dari publik kota Malang ini gimana terhadap Houten Hand?

Target awalku pas pertama kali buka per hari 10 orang pengunjung, sekarang sudah banyak.

10. Live music di Houten Hand setiap hari apa aja mas?

Tergantung gig-nya apa. Aku di sini juga belum ada jadwal reguler untuk live musik. Karena jadwal gig di sini lumayan padat. Btw, syarat untuk bermain di sini band-band nya harus sudah punya rilisan. Kalo gk punya rilisan, tujuan ngeband buat apaan toh?…

11. Tanggapannya gmn nih mas, secara Houten Hand sudah mulai dikenal sebagai salah satu venue di sirkuit underground nasional yang harus dijajal semua band…

Beberapa band macam White Shoes and The Couples Company, The Milo, Pure Saturday pernah main di sini. Tapi aku gk perlakukan mereka secara istimewa. Kita semua sama; berangkat dari bawah. Aku juga ingin kembalikan lagi gig-gig yang intim antara band dengan penonton.

12. Btw gimana nih dengan band Freshwater Fish dan Ajer yang mas geluti?

Aku nge-band sih bukan untuk karir, melainkan lebih untuk mengisi hidup. Kalau kata Pramoedya Ananta Toer: “Untuk memeriahkan hidup, kita harus berkarya”.

Kalau kerjaan kita cuma tidur, menganggur, gak ngapa-ngapain, ya jangan mengeluhlah kalau hidupmu membosankan…

13. Btw inspirasi untuk membangun Houten Hand ini datang dari mana mas?

Semua yang aku sukai, aku hadirkan di sini. Lebih ke personal sih.

14. Untuk resep-resep di sini gimana nih?

Hasil Googling semua. Hahahaha…

15. Harapan ke depannya untuk Houten Hand..

Aku ingin buka cabang Houten Hand di kota-kota lainnya. Biar bisa jadi rute bagi para seniman kalau ingin melakukan tur. Di situs kami juga sudah ada beberapa data base seniman-seniman lokal. Lebih untuk bantu promo teman-teman sih. Juga untuk movement. Aduh “movement”? Muluk yah? Hahahaha…

Houten Hand:
Jl. Basuki Rachmad no.56A (KayuTangan), Malang, Jawa-Timur
http://houtenhand.info/
https://twitter.com/houtenhand

=================================================================================

* Donny selain owner dari Houten Hand, juga ngeband di kelompok folk / indie-folk Ajèr yang sudah merilis single “Pena Hitam” serta Freshwater Fish, kelompok grunge / experimental-rock sepuh kota Malang yang sudah merilis tiga buah album penuh dan satu mini-album: For What LP (1999), Freshwater Fish LP (2001), Fidelitas Rendah LP (2005), Fidelitas Rendah LP [reissue] (2011) & Animal Simbolikum EP (2011).

~ by wastedrockers on 13/06/2014.

4 Responses to “Wawancara Dengan HOUTEN HAND (Malang)”

  1. Reblogged this on Ketika Kamu Ada di Malam Dengan Hujan Ini and commented:
    Inspiratif!

  2. Subhanallah nice..

  3. Houtenhand itu kecil-kecil cabe rawit. Dan sekali anda kesana langsung menemukan keakraban seperti bertemu teman lama.

  4. inspiratif! huahaha. mainlah, masak di rumah mulu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: