Katjie & Piering – Kinanti (Self-released, 2011)

Setiap harinya, industri musik mendokumentasikan direkam dan/atau ditampilkannya ratusan lagu lama yang dibawakan ulang oleh artis-artis setelahnya dengan berbagai style musik. Kalau tak mau disebut tren, kami merasakan ada beberapa kecenderungan soal re-recording, khususnya pada gaya bermusik. Yang paling terakhir tercatat, ada kecenderungan bahwa musik bossanova, pop, dan jazz dipilih untuk di-cover lalu lantas memenuhi katalog record store lewat seri-seri audiophile yang biasa diputar di toko-toko buku, premium shopping center, atau kafe-kafe cozy di sekitar Anda. Lagu-lagu standards (dengan huruf S besar, merujuk pada hit singles yang berhasil masuk chart) dibawakan kembali dengan aransemen khas artis yang merekam ulang karya-karya yang monumental tersebut. Simak album kompilasi “mainstream” seperti In Love with Bacharach, atau Bossa N’ Roses, dan semacamnya kalau tak percaya.

Terakhir, music scene Indonesia mencatat Megamix Militia 2 (Yes No Wave) sebagai rilisan yang (salah satunya) mengangkat fenomena cover version di musik lokal, di samping pilihan eksekusi rerecording lainnya seperti re-edit, remix, dan tribute. Salah satu nomor yang menggelitik adalah bagaimana Shorthand Phonetics membawakan “Sajak Melawan Waktu”-nya Pure Saturday dengan aroma lo-fi indie akustik tanpa memikirkan ketukan yang tepat di metronom dan aksen bahasa Indonesia yang baik, serta dinyanyikan dengan slenge’an, sementara di versi aslinya, Pure Saturday melakukannya dengan well-recorded, dengan signature indie rock khas mereka yang progresif tapi sentimentil.

Bagi kami, cover song yang bagus adalah ketika sebuah lagu yang telah direkam sebelumnya dibawakan ulang dengan identitas band itu sendiri tanpa terlihat berusaha setengah mati menjadi mirip dengan lagu aslinya. Ketika terepresentasi dengan baik, maka kekuatan lagu itu menjadi individual tanpa melepaskan credit terhadap artis aslinya yang pertama kali membawakan. “Only Love Will Break Your Heart” yang menerpurukkan jiwa dari Neil Young bisa menjelma menjadi dance pop song yang manis di tangan Saint Etienne, padahal dulunya merupakan lagu balada bertempo lambat yang sendu, menemani anak muda generasi ayah kita patah hati. Lalu ketika Ivy menyanyikan lagi anthem indie pop legendaris “Streets of Your Town” milik The Go-Betweens dengan style yang sama persis dengan versi sang legenda, kami mengeluarkannya dari list band yang bisa meng-cover dengan baik menurut Wasted Rockers.

Musik Bandung menambah katalog artisnya tahun ini, namanya Katjie & Piering, diambil dari nama asli bunga kacapiring, katjiepiering, dari bahasa Belanda. Nama baru, muka lama (dan/atau tidak lama-lama sekali). Kalau rajin mendatangi deretan gig indie pop di Bandung akhir-akhir ini, dua vokalis dari Tigapagi dan Baby Eats Crackers, Sigit dan Ayayay SiKelinci, tampil berdua (dengan bantuan teman-teman terdekat) atas nama Katjie & Piering. Misinya membawakan lagu-lagu indie standards dari Bandung scene lewat style mereka yang unik.

Adalah sesuatu yang inovatif di kota Bandung saat sebuah band menyatakan untuk fokus menampilkan ulang lagu-lagu yang sempat/selalu memprovokasi penonton untuk ikut bernyanyi di wilayahnya sendiri (dalam hal ini, sesama musisi Bandung). Well, kalau itu masih kurang mengerucut, band Sigit dan Ay ini menyanyikannya lagi dengan unsur down-to-midtempo yang manis dan menyejukkan dengan nilai lokal tanpa terdengar tradisionalis dan/atau ketinggalan jaman.

Mungkin kami sudah lelah mendengar ribuan (lebih, yang pasti!) cover song pop-jazz dan bossanova yang menghujani telinga. Walau terdengar terekam dengan sempurna dan membawa warna baru (atau “baru?” karena toh ini jadi massal saat banyak artis melakukan hal yang sama), cover song menjadi hal yang menjemukan. Kehadiran Katjie & Piering memudarkan kejemuan tersebut dalam sekejap mata. Memang bukan hal yang muda untuk meng-cover sebuah lagu dengan baik karena dibutuhkan konsep yang baik pula. Soal ini, Katjie & Piering berhasil melakukannya.

Dengan bantuan live dan rekaman dari teman-teman di sekitar Katjie & Piring seperti Karinding Attack, Angsa dan Serigala, dan Tigapagi, mereka merekonstruksi lagu-lagu yang sebelumnya terdengar fit di telinga seperti “Zsa Zsa Zsu” dari RNRM, “Polypanic Room” dari Polyester Embassy, “Psycho Girl” dari Olive Tree, dan “Destiny” dari Homogenic menjadi sesuatu yang kembali utuh dalam warna Katjie & Piering, menyentuh folk pop yang damai via vokal Ay dan Sigit yang detail, menyamankan telinga, dipadu eksperimentasi instrumen musik lokal (dalam hal ini Jawa Barat, Sunda) seperti kecapi dan karinding. Nampaknya pengaruh Tigapagi sebagai main project Sigit terdengar besar di poin ini mengingat dia merupakan arranger untuk proyek Katjie & Piering. Maka, mendengar scale Da-Mi-Na-Ti-La-Da pada lagu-lagu di atas bukan hal yang tidak mungkin.Di luar empat cover songs di atas, mereka malah turut membuktikan keahlian songwriting-nya melalui lagu “Kinanti”; eksplorasi diksi berpadu dengan tata musik yang cerdas walau minimalis, menambah alasan kami untuk mendengar musik Katjie & Piering lebih dalam.

Menerobos tren covering itu sendiri, mencari batasan baru yang selama ini jauh disentuh oleh indie scene lokal (yang biasanya malah mati-matian sampai terlihat seperti Bloc Party, Explosions in the Sky, Joy Division), membuktikan pada pendengar musik bahwa pada sebuah lagu, selalu ada misteri keindahan yang tak disangka ketika itu terdekonstruksi sempurna; Katjie & Piering melakukannya tanpa basa-basi. – Gem

Unduh rilisan ini gratis di sini:

DOWNLOAD

Advertisements

~ by Gembira Putra Agam on 17/04/2011.

6 Responses to “Katjie & Piering – Kinanti (Self-released, 2011)”

  1. wah makin banyak yang memainkan musik cross over gini…saya sangat modern

  2. I really love it.. 🙂

  3. review yang mengantarkan saya untuk mendownload dan mengedengarkan keagungan musik Indonesia yang harmonis dan romantis, kalapun terdengar traditional daminatilada, kenapa terasa modern dan aristokrat berkharisma

    mungkin sudah saatnya ketika menyaksikan pertunjukan musik, yang bergerak hanya urat syaraf inti hati dan otak untuk merayakan kebahagiaan yang serentak memerdekakan kemenangan jiwa jiwa yang mengerti arti hidupnya di muka bumi

    katjie piering YOUR THE BEST

  4. Mau beli cd nya dimana yaaaa?

  5. baru tau lagu-lagu mereka gara-gara buka ICEMA
    dan KEREN PISAAAAN!!

    Sayangnya udah bubar ya katjie piering?

  6. Sayangnya sudah bubar, Bro. Band bagus padahal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: