Neowax – The Convention of Temperamentalia (2012)
Neowax ‘The Convention of Temperamentalia’ CD (Waw Baw Records, 2012)
Saya mengikuti Neowax sudah cukup lama; mulai era noise-rock mereka (jaman TRL Bar Bandung), era synth mereka (Neowax sempat memakai instrumen synthesizer), era demo awal mereka, era album pertama mereka Ghost Threat Magic (2008), hingga era-era kompilasi terakhir mereka. Kini Neowax kembali dengan album kedua mereka, The Convention of Temperamentalia.
Album kedua Neowax yang dirilis oleh WawBaw Records (label milik Ageng dari Sungsang Lebam Telak & Pemuda Elektrik) ini terasa lebih santai, kalem, manis dan mudah dicerna ketimbang album pertama mereka yang terasa agak rumit.
Meski terasa lebih santai, namun justru Neowax di sini lebih berani untuk eksplor ke genre lainnya ketimbang hanya totok di lo-fi / indierock saja; contohnya di lagu “Spirited Animals” dan “Helados” yang kental aroma musik Spanyol berkat permainan dari peniup trompet Gilang dari Angsa & Serigala dan nuansa psychedelia di lagu “Hollow, Hi” berkat permainan kibor dari Deni Gedang (A Stone A), serta classic dreampop di lagu “Lucy’s Swing”, yang tentunya tetap dimainkan secara slenge’an khas lo-fi music.
Album The Convention… bisa jadi merupakan titik transisi musikal dari Neowax, ke album-album berikutnya yang menurut pengamatan saya bisa lebih ‘kaya’ dari yang sekarang ini.
Jadi kalau tahun 2008 lalu editor Wasted Rockers, Gembi, menyebut Neowax sebagai ‘band indie-rock terbaik di Indonesia’, maka untuk album kedua ini saya menyebut ‘Neowax masih tahu cara membuat mereka tetap layak menyandang gelar tersebut’. – Dede
(Kontak: www.neowaxofficial.tk)
Genre musik: Indie-Rock, Lo-Fi, Alternative
Untuk penggemar: Grandaddy, Built To Spill, Silkworm, Superchunk, Guided By Voices, Pavement, Mercury Rev, The Flaming Lips, Barsuk Records





