ROCKISNOTDEAD: MAGNETIC! “Your Local Scene Needs You” 19, 20, 21 Juni 2009 @ Borobudur Plaza Jl. Magelang, Jogjakarta

Pada dasarnya MAGNETIC! merupakan selebrasi ulang tahun yang ke-3 dari www.rockisnotdead.net (RIND). Bekerja sama dengan Dead Boys Komunal dan Jogja Force, kemudian menjelmakan sebuah mega-project yang berlangsung selama tiga hari (19 – 21 juni) berturut–turut dengan menampilkan tiga sesi pementasan musik. Sesi pertama adalah band-band elektronik lokal (Electronic Day 19 juni): Heygoodboy, The Stoplichthen, Bagaikan, Midijunkie, S.O.A.C, OH, NINA!, Uma Gumma, Belkastrelka, LEnrico, DJ Dash, dan DJ Latex. Sesi kedua band-band cutting-edge (Scandal Session 20 juni): Lampukota, Sleepless Angel, Serigala Malam, Jenny, Dojihatori, Sangkakala, DOM 65, dan Nervous. Ditutup dengan pementasan musik exsperimental (Rare and Raw Session, 21 Juni): Cranial Incisored, Zoo, Anggisluka, Seek Six Sick, LastKissToDieOfVisceroth, dan Cangkang Serigala.

Waiting-room The Club disulap menjadi ruang pameran grafis dan video, MAGNETIC memboyong karya-karya milisi para artis grafis bagi band-band cutting-edge: Farid Stevy, Annasign, Uji Handoko a.k.a Hahan, Wok The Rock, Baron Araruna, Didit Gravedigger, Wedhar Riyadi, Hyd Aries a.k.a Komeng, Heirda V, Gde Khrisna, Ign Ade, Rully Sabhara, Taufan, Ican Harem, Ahmad Oka, Dito Terangin, dan komunal pengidap sakau digital, Jogja Force. Masih ditambah dengan pemutaran beberapa video klip dari V-klip maker lokal: Dedy AvenueVideo, Video Robber, Anjum Fauzi, Jimmy Mahardhika, dan TherapyUrine. Hal tersebut adalah wujud sadar bahwa musik adalah kutub poros bagi senyawa-senyawa yang melingkarinya: grafis, video, dan media dilarutkan bersama, bersinergis dalam satu acara. Silahkan mungkir! jika anda sibuk membela “don’t judge the book by it’s cover!” Jika track demi track adalah berupa amunisi timah panas, maka artwork adalah pelatuk julur ledakan dari karya musikal!…

MAGNETIC telah menjadi ajang yang mengasikkan untuk saling bertemu, mengenal, dan bersenang-senang bersama (jika metoda diferensiasi genre masih dijadikan tumbal dakwa separasi antar scene yang padahal memiliki esensi sama, creating good scene for good music). Meskipun secara teknis masih banyak yang perlu dibenahi pada acara ini seperti penjadwalan rundown, publikasi, set panggung, dan koordinasi pihak-pihak yang terkait (artis, panitia, sponsor, dan pengunjung), tapi secara keseluruhan mood acara ini asyik. Sedikit banyak mampu menjadi pemertegas bahwa para desainer/Vklip maker/musisi/band lokal Jogja layak diidolakan.

Semoga upaya untuk mewujudkan event serupa menjadi event rutin dapat terwujud, tentunya dengan dukungan kawan-kawan

Reported by: bandeng / RIND
Photos by RIND docs


Leave a Reply