rebelliousickness #13

zine yang sudah dikenal luas di kalangan HC/punk scene indonesia ini sudah menjajaki edisi ketigabelas. bagi wasted rockers, langkah panjang rebelliousickness (RS) amat patut diacungi jempol karena untuk dapat tetap bertahan dalam idealisme d.i.y, apalagi hanya dijalankan oleh [paling tidak] satu orang dan hal tersebut merupakan hal yang sulit dilakukan. itulah mengapa zine ini mendapat apresiasi yang menyeluruh di lini HC/punk scene berkat kekonsistenannya merilis diiringi dengan pengguliran wacana-wacana terhangat, hal yang senasib juga dialami oleh beyond the barbed wire (bandung), berontak zine (medan), jalur bebas (cirebon), dan banyak lagi lainnya. terlepas dari jarak perilisan yang memakan waktu cukup lama!
hardy adalah founder RS (dan ibuku diperkosa rekordz) yang berasal dari suburban bernuansa “cadas” bernama bekasi. keadaan suburban mungkin mempengaruhinya dalam menuangkan isi pikirannya melalui zine ini. tak jarang wasted rockers menemukan bahasa yang straight-to-the-point, verbal, bahkan menohok. jangankan bagian dalamnya, sejak editorialnya pun, kami sudah disuguhi kalimat-kalimat yang tidak klise plus warna-warna sarkastik sehingga siapapun yang membacanya dijamin akan langsung dapat mencerna isi zine ini. beberapa gig review dan interview yang ia lakukan di wasted rockers newsletter dan website juga menonjolkan ciri khasnya dalam menulis.
RS kali ini menyuguhkan review AK-47 (semarang), surat pembaca, kolom tentang kecintaan terhadap musik dan downloading, scene report dari republik ceko, interview dengan phoenix bodies (US), xmanusiabuatanx (bandung), dan misery index (US), kritik terhadap pemikiran louis althusser, gig reports, album reviews, dan media reviews. kalau kalian masih tidak ingin mengeluarkan beberapa rupiah untuk zine ini, wasted rockers menyediakan PDF-nya dengan gratis untuk kalian. – wastedrockers


Leave a Reply