Bjork: The Volta 2008 World Tour Live at Tennis Indoor Senayan, Jakarta, 12 Februari 2008

Senang sekali rasanya bisa nonton konser Bjork, ecletic genius female singer-musician asal Islandia yang inspirasional dan berpengaruh, terlebih lagi kalau konsernya diadakan di Jakarta! Man, katalog album full-length Bjork milik saya komplit, kecuali album Volta (padahal khan Bjork manggung di Indonesia untuk mempromosikan album teranyarnya!? Hehe… – ed), tapi saya juga sudah mendengar single-single-nya kok, jadi sudah memiliki sedikit gambaran akan lansekap musik dari album tersebut. Menurut saya, album Volta konsepnya art-nya lebih ke middle-age kingdom, yang musiknya lebih bernuansakan: Break-Beat, Hard-Break, IDM, Drum n’ Bass, Tribal & World-Drums. Bjork tampil di Jakarta, Indonesia setelah sebelumnya tur selama lima hari di Australia dan satu hari di New Zealand (lima harinya tampil di festival Big Day Out 2008 di Gold Coast, Melbourne, Adelaide, Perth & New Zealand).  

Show dimulai pukul 9 malam, setelah ngaret sejam dari jam yang ditentukan, yakni pukul 8 malam. Dekorasi set panggung yang disiapkan penuh dengan bendera a la kerajaan Cina (sesuai dengan tema album Volta yang bernuansakan kerajaan era abad pertengahan). Setelah intro diputar, maka berlarianlah ke panggung sekelompok anak-anak kisaran umur belasan tahun, memakai kostum a la pengawal istana Cina kuno! Ternyata mereka semua adalah Choir-section (grup vokal latar) yang juga bertugas sebagai Horn-Section! (grup alat musik tiup: terompet dkk.). Setelah itu, barulah masuk Bjork dengan berlari kecil di panggung, penonton pun heboh! Bjork sendiri berdandan dengan menggunakan kostum a la Cina berwarna merah yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, serta make-up “aneh” yang selalu menjadi ciri-khasnya. Selain choir/horn-section, pemain musik pendukung yang ada di panggung, yakni ada: satu orang drummer, satu orang pemain piano, dua pemain keyboard yang juga merangkap sebagai programmer; memakai komputer dengan layar sentuh berukuran besar (sumpah, canggih banget! Baru pertama kali saya lihat alat musik digital seperti itu! –ed).

Bjork aslinya is so fukkin’ cute! Ya, Bjork paras wajahnya memang “baby-face” banget! Masih terlihat cantik dan imut! Gaya menarinya di panggung pun bak seorang anak kecil, berlarian kesana-kemari dengan goyangan khas anak kecil yang sedang asyik bermain! Dia juga tidak begitu komunikatif di panggung. Mungkin juga dia kalau di panggung adalah tipikal “musisi autis” (ket: asyik sendiri di panggung tanpa memperdulikan penonton). Palingan dia hanya mengucapkan “thank you” di setiap akhir lagu. Dan suaranya pun mirip anak kecil ketika sedang berbicara biasa. Apalagi dengan bahasa Inggris aksen Islandia yang kaku itu! Oh, lucunya… Hihihi…  

Untuk show-nya yang pertama kali di Indonesia ini Bjork memang memanjakan para fans-nya dengan lagu-lagu hit macam: “All is Full Of Love”, “Hunter”, “Joga”, “Pagan Poetry” (untuk lagu ini saya lebih suka versi trance-nya, yang merupakan host-remix dari seorang DJ club asal Perancis sana. – ed), “Bachelorette”, “Hidden Place”, “Army of Me” (lagu paling rockin’  dari Bjork yang bernuansa industrial/shock-rock), “Hyperballad” (yang di akhir lagunya, difill-in dengan beat-beat house/rave yang menjadikan lagu ini semakin danceable dan permainan efek sinar laser yang tentunya membuat sebagian penonton yang dari kalangan clubbers girang bukan main!), “Pleasure Is All Mine”, “Desired Constelation“ (lagu sedih yang membuat saya merinding ketika mendengarkannya! –ed) dari album ‘Medulla’, sisanya adalah lagu-lagu baru dari album Volta seperti lagu “Wanderlust”, dll. Sayang, lagu-lagu favorit saya macam “Atom” & “Who Is It?” tidak dimainkan, huhu!… Bjork memainkan set kira satu jam, belasan lagu, dan diakhiri dengan encore dua lagu. Dan para penonton selalu singalong di setiap lagu-lagunya!  

Tentunya ini bagi saya merupakan sebuah pengalaman baru, menonton konser Bjork; salah satu musisi “penting” yang berpengaruh di era tahun 90-an sampai sekarang… Ditunggu artis-artis dedengkot musik trip-hop/electronic lainnya macam: Massive Attack, Lamb, Portishead, Thievery Corporation, Goldfrapp, dll untuk datang dan melakukan show di Indonesia. Ngarep! Hahaha… – Dede

Catatan:

Bjork sudah merilis sembilan buah album, antara lain: Debut (1993), Post (1995), Homogenic (1997), Selmasongs (original soundtrack dari film Dancer in The Dark, 2000), Vespertine (2001), Greatest Hits (kompilasi hit-singles, 2002), Medulla (2004), Drawing Restraint 9 (original soundtrack dari film Jepang dengan judul yang sama, 2005) & Volta (2007). Puluhan Singles, Remix-singles maupun EPs juga pernah dirilis oleh dia. Belum lagi DVD & Box-set. Tidak lupa, rekaman-rekaman bootleg dari para fans. Selain itu sebelum bersolo karir, Bjork juga pernah tergabung di sebuah band new-wave, post-punk, jangle-pop, indie-rock yang bernama The Sugarcubes sebagai vokalis. Masih asal Islandia juga, yang eksis di periode akhir tahun 80-an sampai awal 90-an dan sempat merilis tiga buah album studio sebelum akhirnya bubar.

~ by wastedrockers on February 13, 2008.

Leave a Reply